Olahraga dan Kesuburan: 10 Fakta yang Wajib Anda Tahu

10 Fakta Olahraga dan Kesuburan yang Wajib Anda Tahu

Olahraga dan kesuburan - via womenshealth.com.tr

Olahraga dan kesuburan – via womenshealth.com.tr

Calon ibu, di masyarakat kita banyak sekali beredar tentang mitos-mitos olahraga dan kesuburan. Karena itu, ada yang menjadi takut olahraga karena khawatir kesuburannya terganggu. Padahal, olahraga juga diperlukan untuk kesuburan. Misalnya, untuk mencapai berat badan ideal demi fungsi hormon dan ovulasi yang teratur.

Mari kita kenali fakta-fakta tentang olahraga dan kesuburan! Dengan begitu, kata khawatir tidak perlu tersemat lagi dalam rencana kehamilan Anda.

1. Aerobik dapat berfungsi sebagai aphrodisiac atau perangsang seksual

Olahraga yang gerakannya dinamis seperti aerobik ini, akan membuat otak melepaskan endorphin secara kuat. Endorphin adalah senyawa kimia yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Manfaat endorphin terbilang beragam. Mulai dari mengatur produksi zat pertumbuhan dan seksualitas, mengendalikan rasa stres, dan meningkatkan imunitas.

2. Yoga bisa meningkatkan gerakan seksual

Meski gerakan-gerakan yoga tidak sedinamis aerobik, tapi yoga bisa memperbaiki masalah seksual secara spesifik. Beberapa ahli mengatakan kalau yoga bekerja dengan merangsang aliran darah ke alat kelamin. Tak cuma itu, yoga juga menghindarkan Anda dari stres yang merupakan musuh besar kesuburan.

3. Bersepeda secara rutin bisa membuat gairah seksual menurun

Menurut penelitian “The Journal of Sexual Medicine”, wanita yang bersepeda hingga 160 km/minggu bisa beresiko mengalami penurunan sensasi di organ intimnya. Di samping itu, penggunaan celana bersepeda yang ketat dan gesekan saat mengayuh, dapat menimbulkan keputihan. Bagi pria, gesekan pada testis selama mengayuh dapat menyebabkan testis panas. Padahal, sperma akan mudah mati jika terkena panas.

Namun, Anda tetap boleh bersepeda selama tidak terlalu lama dan mengenakan pakaian yang nyaman serta menjamin sirkulasi udara.

4. Olahraga sekeras apapun tidak akan mempengaruhi kelenturan panggul

Ada mitos yang mengatakan bahwa olahraga keras mengganggu wanita untuk melahirkan. Alasannya karena latihan fisik yang terus menerus akan memperkeras otot pelvis dan menjadikannya kurang lentur untuk melahirkan. Padahal semua itu tidak berhubungan. Olahraga sekeras apapun tidak mempengaruhi kelenturan panggul. Fakta ini bisa dilihat dari banyaknya atlet wanita yang tetap bisa melahirkan secara normal.

5. Sering senam atau berenang tidak akan merusak organ reproduksi wanita

Rahim adalah organ internal wanita yang letaknya terlindung di dalam tubuh. Dengan begitu, ia akan anti getaran apabila melakukan sejumlah aktivitas. Berbeda dengan organ reproduksi pria yang letaknya di luar tubuh. Jadi, tidak alasan Anda harus membatasi olahraga yang disenangi.

6. Aktivitas olahraga tidak mempengaruhi periode menstruasi

Menurut para ahli, aktivitas olahraga sama sekali tidak mempengaruhi siklus menstruasi. Memang untuk atlet-atlet yang membutuhkan periode latihan keras, sering menghadapi keterlambatan menstruasi. Namun hal ini cenderung disebabkan oleh kurangnya persentase lemak di tubuh. Ketika latihan keras diakhiri, maka siklus menstruasi pun akan kembali seperti semula.

7. Berenang tidak bisa membuat seorang wanita hamil karena sperma pada kolam renang yang sama

Pernahkah Anda mendengar jika berenang dapat menyebabkan hamil karena sperma yang keluar dari pria yang satu kolam renang dengan kita? Kenyataannya, itu adalah mitos! Sperma tidak bisa hidup sembarangan pada suatu lingkungan. Termasuk juga pada kolam renang yang notabene sudah mengandung banyak bahan kimia. Kaporit, misalnya.

8. Jika dilakukan dengan benar, bersepeda tidak akan merusak selaput dara

Jika dilakukan dengan benar, resiko sobeknya selaput dara saat berolahraga sangat kecil. Selaput dara wanita bersifat lentur dan tidak mudah sobek. Namun, setiap wanita memiliki elastisitas dan ketebalan selaput dara yang berbeda.

9. Tidak hanya menghilangkan stres dan mencapai tubuh ideal, olahraga membangun pikiran positif

Olahraga bisa menjadi salah satu terapi mengatasi masalah kejiwaan wanita. Ini karena olahraga sanggup membangun pikiran positif tentang bentuk tubuh dan meningkatkan rasa percaya diri.

10. Bahkan, olahraga mengurangi resiko kanker payudara

Menurut data dari “Journal of the National Cancer Institute 1994”, olahraga satu sampai tiga jam per minggu dapat mengurangi resiko kanker payudara sebesar 20-30%. Jika Anda berolahraga hingga lebih dari 4 jam per minggu, resiko kanker payudara akan menurun sampai 60%. Jika Anda melahirkan nanti, tentunya masalah menyusui tidak akan jadi masalah lagi bukan?

Calon ibu, sekarang Anda sudah paham tentang fakta-fakta olahraga dan kesuburan. Sekarang, jangan khawatir lagi untuk berolahraga! Capailah berat badan ideal Anda, hilangkan rasa stres Anda, dan dapatkan fungsi hormon dan ovulasi yang prima! Selamat olahraga!

Obat Kesuburan Fertilaid