11 Kebiasaan Merawat Vagina Agar Jauh dari Infertilitas
≡ Menu
Home » Tips Kesuburan » 11 Kiat Merawat Vagina Agar Terhindar…

11 Kiat Merawat Vagina Agar Terhindar dari Infertilitas

Merawat vagina - via dr911.ru

Merawat vagina – via dr911.ru

Calon ibu, wanita memang perlu senantiasa merawat vagina. Dari vagina yang bersih, impian memiliki momongan pun bisa terwujud. Jika vagina terkena kuman atau bakteri karena lalai dirawat, infeksi rentan terjadi. Bila hal ini dibiarkan, ia sanggup menjalar hingga ke dalam organ reproduksi Anda.

Berikut ini, ada sejumlah tips-tips sederhana yang bisa Anda jadikan kebiasaan untuk merawat vagina. Vagina yang bersih tak hanya bikin suami senang, tapi impian memiliki momongan juga bukan sekedar angan.

1. Usai buang air kecil maupun besar, basuhlah dengan air bersih

Utamakan membasuh dari arah depan ke belakang (dari vagina ke anus), bukan sebaliknya. Dengan demikian, kuman-kuman dari anus tidak masuk ke dalam vagina.

2. Jangan terlalu sering memakai cairan pembersih untuk daerah kewanitaan

Pemakaian yang terlalu sering malah akan mematikan bakteri-bakteri baik, yang seharusnya berkembang biak di vagina. Menggunakannya sesekali saja boleh, kok!

3. Gunakan sabun yang aman untuk membasuh vagina

Jika ingin membersihkan area vagina, alangkah baiknya tidak menggunakan sembarang sabun. Terlebih lagi jika sabun tersebut menggunakan kandungan parfum. Sabun sejenis ini akan mengurangi tingkat keasaman (pH) vagina. Sebagai alternatifnya, gunakan sabun bayi yang dikenal memiliki angka pH netral yaitu 7.

4. Gunakan air keran saat berada di toilet umum

Sewaktu menggunakan toilet atau kamar mandi umum, pakailah air yang mengalir langsung dari keran. Jangan gunakan air yang sudah ditampung dalam bak atau ember. Bukan rahasia lagi kalau kebersihan di toilet atau kamar mandi umum kurang terjamin kebersihannya. Apalagi air yang sudah ditampung sifatnya lebih banyak mengandung bakteri.

5. Sebelum menggunakan toilet umum, seka dudukan kloset duduk dengan tisu

Ketika keinginan buang air kecil atau besar sudah tak tertahankan, alangkah baiknya Anda tidak menahannya. Untuk meminimalisir bakteri pada kloset duduk, Anda bisa terlebih dahulu menyeka atau mengelap dudukan kloset dengan tisu. Akan lebih baik lagi, jika menggunakan pelapis dudukan kloset agar tidak bersentuhan langsung dengan dudukan.

Jika sudah selesai, Anda bisa menekan tombol flush. Jangan lupa, tutup kloset agar kuman-kuman yang berada di dalamnya tidak terlontar ke luar dan mengenai Anda.

6. Membawa air bersih untuk situasi darurat

Jika Anda akan pergi ke suatu tempat yang minim air dan toiletnya hanya menyediakan tisu, tak ada salahnya membawa air bersih dari rumah. Air tersebut bisa ditampung dalam botol bersih agar lebih mudah dibawa. Meskipun kesannya sedikit merepotkan, tapi ini demi kebersihan vagina Anda.

7. Buatlah vagina tetap kering

Biarkan vagina Anda tetap kering usai buang air besar atau buang air kecil. Karena itu, membawa tisu wajib hukumnya. Jika vagina Anda tidak kering, akan terjadi kelembaban. Kelembaban ini dapat memicu keputihan, infeksi, serta jamur berkembang biak.

8. Bawalah celana dalam cadangan

Dibandingkan menggunakan pembalut pantyliner sepanjang hari, lebih baik sediakan celana dalam cadangan ke mana pun Anda pergi. Selain menyebabkan rasa panas karena sirkulasi udara terhalang, wanita yang kulitnya sensitif cenderung mudah iritasi karena gesekan antara vagina dan pembalut pantyliner. Apalagi jika pembalut tersebut memiliki kandungan pewangi.

9. Rapikan rambut pubis

Setiap 40 hari sekali, upayakan merapikan rambut pubis Anda. Membiarkan rambut pubis semakin panjang akan menyebabkan rasa kurang nyaman, gatal, dan rentan menjadi sarang bakteri. Anda bisa menggunakan gunting atau alat cukur khusus wanita.

Alat cukur khusus wanita yang tersedia di pasaran, biasanya ditandai dengan warna khusus. Misalnya pink. Ia lebih lembut digunakan dibandingkan alat ukur pria untuk memangkas jenggotnya. Gunakanlah secara hati-hati dan pastikan membaca petunjuk penggunaan.

10. Hindari waxing cream

Jika Anda memiliki kulit sensitif, sebaiknya tidak coba-coba menggunakan segala jenis removal lotion untuk area vagina. Buntutnya, vagina bisa rawan alergi.

11. Hindari pelumas berbahan dasar minyak (oil based lubricant)

Sensasi pelumas memang luar biasa ketika berhubungan seksual. Tapi percayalah kalau pelumas berbahan dasar minyak susah dibersihkan. Ia bisa bertahan berhari-hari di dalam organ reproduksi Anda. Selain bisa menjadi seumber bakteri, sperma jadi sulit mencapai pembuahan karena terlalu tingkat kekentalan pelumas yang menghambat motilitas.

Calon ibu, mulai dari sekarang biasakanlah merawat vagina Anda. Dengan sebelas cara sederhana di atas, Anda akan terhindar dari infeksi, keputihan, serta masalah-masalah mengganggu kesuburan. Selamat mempraktekkan, ya!