12 Fakta tentang Organ Reproduksi dan Kesuburan Wanita yang Patut Anda Tahu!

Organ reproduksi wanita - via 20minutos.es

Organ reproduksi wanita – via 20minutos.es

Dear Calon Ibu, seberapa besarkah pengetahuan Anda tentang organ reproduksi dan kesuburan wanita? Untuk memperdalam wawasan Anda tentang topik yang satu ini, yuk kita simak pertanyaan-pertanyaan menarik mengenai organ reproduksi dan kesuburan wanita berikut!

1. Apakah aman menggunakan pantyliners setiap hari?

Tidak dipungkiri, pantyliners adalah sahabat akrab wanita saat keputihan yang berat datang. Keputihan yang normal biasanya datang menjelang dan sesudah menstruasi. Di samping itu, keputihan juga datang di saat wanita sedang mengalami stres yang berat.

Pantyliners memang menjaga kebersihan organ reproduksi. Tapi, alangkah baiknya tidak dipakai setiap hari. Kerap menggunakan pantyliners tidak baik untuk sirkulasi udara di sekitar organ reproduksi. Malahan, vagina menjadi lembab dan bakteri pun mudah tumbuh subur.

2. Apakah benar banyak memakan nanas atau mentimun membuat vagina becek dan keputihan?

Sebenarnya, tidak ada hubungannya antara lendir yang keluar dari vagina dengan cairan pada buah atau sayuran. Lendir serviks atau keputihan diproduksi secara alami oleh tubuh wanita. Jumlah cairan ini tergantung pada tingkat aktivitas dalam tubuh. Di luar itu, keputihan juga bisa disebabkan oleh adanya mikroorganisme. Sebut saja jamur, virus, bakteri, atau parasit.

3. Penggunaan sabun setelah buang air kecil apakah memiliki dampak untuk organ reproduksi?

Pemakaian sabun, apalagi sabun wangi, bisa menyebabkan berkurangnya bakteri baik pada vagina. Cobalah mencari sabun yang tidak mengandung parfum. Sabun bayi, misalnya. Cara pakainya juga jangan terlalu dalam untuk daerah vagina. Cukup pada daerah permukaannya saja.

4. Kalau orang tua pernah keguguran, apakah keturunannya kelak juga keguguran?

Keguguran tidak selalu disebabkan faktor keturunan saja. Jika ibu Anda pernah mengalami keguguran, tak berarti Anda juga akan mengalami hal yang sama. Keguguran juga disebabkan oleh kelainan kromosom. Kemudian faktor infeksi dan penyakit metabolis yang mempengaruhi kesehatan organ intim, juga bisa berujung pada keguguran.

5. Benjolan seperti jerawat pada area vagina, berbahayakah?

Sebenarnya, kulit di daerah organ vital sama saja seperti kulit di bagian tubuh lainnya. Mereka sama-sama memiliki kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Jika ada sumbatan pada kelenjar kulit, tentunya muncul benjolan seperti jerawat. Jika Anda mengalaminya, cukup biarkan area tersebut. Biasanya, dalam beberapa hari benjolan akan menghilang.

Namun jika benjolan tersebut tetap bertahan, Anda bisa mengoleskan krim antibiotika. Yang paling penting adalah selalu jaga kekeringan dan kebersihan di area sekitar vagina. Dengan begitu, iritasi yang berlebih bisa Anda cegah sejak dini.

6. Apakah selaput dara selalu robek ketika berhubungan seksual?

Menurut Dr. Lauren Streicher, MD (Gynecologic Specialist of Northwestern), selaput dara tak selalu robek saat berhubungan seksual. Ia hanya merenggang dan ini adalah kejadian yang normal.

7. Konon katanya, wanita bisa enggan melakukan hubungan seksual jika terjadi frigiditas. Apa itu?

Frigiditas adalah kondisi di mana wanita mengalami kesulitan untuk berhubungan seksual. Orang awam biasa menyebutnya sebagai seks dingin. Penyebabnya bisa secara organik maupun non-organik. Kondisi organik adalah kondisi atau penyakit yang menyebabkan gangguan rasa, seperti sakit atau nyeri.

Sedangkan kondisi non-organik disebabkan oleh faktor psikis, seperti mindset atau trauma di masa lampau. Untuk mengatasi kondisi ini, kuncinya adalah pola pikir Anda sendiri. Perbanyak komunikasi dengan suami dan berkencan seperti masa pacaran agar romantisme muncul kembali dalam rumah tangga Anda.

8. Apakah tubuh yang kurus baik untuk kesuburan?

Terlalu kurus membuat haid Anda tidak teratur. Bahkan, terlalu kurus juga bisa menyebabkan menopause dini.

9. Apakah obesitas mengganggu kesuburan?

Kelebihan berat badan akan memacu produksi hormon estrogen yang berlebihan. Ia bisa menyebabkan resiko kanker payudara dan kanker rahim.

10. Mengapa tes Pap Smear diperlukan untuk wanita?

Pap smear adalah metode deteksi dini pada kanker serviks (kanker leher rahim). Jenis kanker ini merupakan yang paling sering dijumpai pada wanita setelah kasus kanker payudara. Tak jauh berbeda seperti kanker yang lain, semakin awal dideteksi, kemungkinan sembuhnya akan semakin besar.

11. Siapa saja yang perlu menjalani tes Pap Smear?

American Cancer Society menyarankan, semua wanita dengan rentang usia 18-70 tahun dan yang telah aktif secara seksual, menjalani tes Pap Smear. Tiga tahun semenjak hubungan seksual pertama kalinya, Anda sebaiknya melakukan Pap Smear setiap tahun. Jika hasil tes Pap Smear selama tiga tahun berturut-turut adalah normal, tes bisa diulang setiap dua sampai tiga tahun saja.

12. Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani tes Pap Smear?

Pertama, jangan menggunakan cairan pembersih atau obat-obatan yang sifatnya harus dimasukkan ke dalam vagina. Terapkan ini minimal 48 jam sebelumnya. Kedua, ketika menjalani tes Pap Smear, Anda tidak boleh sedang menstruasi. Setidaknya, Pap Smear dilakukan seminimal mungkin dua hari setelah menstruasi bersih. Ketiga, tahan dulu hasrat berhubungan seksual. Anda dan suami tidak boleh berhubungan seksual minimal empat puluh delapan jam sebelum Pap Smear dilakukan.

Calon ibu, sekarang Anda selangkah lebih paham tentang organ reproduksi dan kesuburan wanita bukan? Semoga 12 trivia di atas bermanfaat, ya!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «