≡ Menu
Home » Infertilitas » 3 Alasan Kenapa Tidak Boleh Stres Saat…

3 Alasan Kenapa Tidak Boleh Stres Saat Program Hamil

3 Alasan Kenapa Tidak Boleh Stres Saat Program HamilIstri yang sedang berusaha untuk mendapatkan kehamilan sering diingatkan untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa membuat mereka tertekan hingga stres. Nah, kali ini akan dijelaskan lagi mengapa sih stres bikin susah hamil?. Apalagi jika anda memang orang yang punya banyak kesibukan, entah karena urusan kantor maupun pekerjaan rumah.

Kesulitan mendapatkan kehamilan telah dijelaskan di artikel sebelumnya. Selain alasan medis, juga bisa karena faktor psikologis. Dan ternyata, perempuan yang memiliki jadwal pekerjaan yang sangat padat punya resiko lebih besar susah hamil bahkan gangguan infertilitas karena stres tersebut.

Lalu bagaimana stres dapat mempengaruhi kemampuan perempuan untuk punya anak. Berikut ini penjelasannya:

#1. Masa Subur (Ovulasi)

Seseorang yang dalam kehidupannya sangat sibuk hingga stres, bisa membuat ovulasi atau waktu masa suburnya menjadi berkurang bahkan tiba-tiba berhenti. Padahal masa subur adalah kunci utama mendapatkan kehamilan. Ketika orang bertanya, bagaimana sih cara cepat hamil itu? Maka jawaban terbaiknya yakni berhubunganlah pada masa subur.

Salahsatu acuan dalam mendeteksi ovulasi bisa diliat dari produksi lendir serviks (cervical mucus) yang meningkat sesaat sebelum terjadinya ovulasi. Akan tetapi jika anda stres akibat terlalu sibuk, maka produksi lendir serviks ini akan berkurang atau bisa jadi malah kering. Kebanyakan stres yang mempengaruhi tingkat kesuburan yakni stres yang konstan. Jadi, saat merencanakan kehamilan, anda perlu mencari cara bagaimana mengurangi tingkat stres agar ovulasi anda kembali normal.

#2 – Siklus Menstruasi

Saat perempuan terlalu sibuk atau stres, siklus menstruasi pun kadang-kadang berubah tidak teratur. Tidak sedikit yang pernah mengalami ini, bahkan mungkin juga anda.

Jika hal ini terjadi, lambat laun maka akan berpengaruh pada level kesuburan anda. Perempuan dengan tingkat kesuburan yang baik dapat diketahui melaui siklus menstruasinya yang juga normal. Namun, jika ternyata siklus menstruasi anda saat ini tidak normal tetapi ingin cepat hamil, sangat dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter agar mencari tahu apa pemicu tidak teraturnya siklus bulanan anda tersebut.

#3 – Korelasi Badan dan Pikiran

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa seseorang jika terlalu tertekan (stres), dapat mempengaruhi otak secara langsung, yakni meningkatnya produksi hormon kortisol sehingga menyebabkan kemampuan reproduksi terganggu.

Bukan hanya itu, otak juga akan memproduksi molekul yang disebut Neuropeptida yang merupakan respon atas stres yang di alami. Molekul Neuropeptida ini dapat mengacaukan proses reproduksi sehingga peluang terjadinya kehamilan pun semakin kecil. Jadi sangat penting untuk tetap bahagia dan berfikir positif, serta menyelaraskan hubungan tubuh dan pikiran yang sehat.

testimoni fertilaid

5 comments… add one

  • nur April 18, 2013, 3:49 pm

    pengennya sih ga stress cuma kok ga bisa ya,rasanya badan juga ga pernah fit :(

  • heni yanti April 27, 2013, 4:08 pm

    Klo. Mau pesen obat nya kmn nih??? Susah bgt yh dpt anak . Huhuuuhhuuuhhuu :(

  • ratih fera May 3, 2013, 6:28 pm

    Saya saat ini mengalami strees yg sangat berat
    Saya sadar hal ini tak baik untuk pertumbuhan calon bayi saya
    Tp untuk membuat diri saya realleks sangat susah karena drumah banyak masalah ditambah suami belum kerja :(

  • Sisca arie January 13, 2014, 1:21 am

    Susah bgt klo ga setres. Setiap apa yg terjadi pasti kepikiran, alhasil jadi setres
    :-(

  • susie January 17, 2014, 12:19 pm

    Saya kepengen banget punya anak, suami saya juga gak sabar liat saya hamil, tp skng ini saya └åƍí ϑȋ̝̊ sibukan dengan skripsi dan tugas kantor saya, jadi stres saya, bagaimana mw punya anak klo saya NŸo◦° stres trus…

Leave a Comment