Problem Reproduksi Wanita dan Tanya Jawabnya
≡ Menu
Home » Tanya Jawab » 4 Tanya Jawab Seputar Problem Reproduks…

4 Tanya Jawab Seputar Problem Reproduksi Wanita

Problem reproduksi wanita - via moizhivot.ru

Problem reproduksi wanita – via moizhivot.ru

Selama menjalani siklusnya, wanita selalu dihadapkan dengan macam-macam fenomena. Mulai dari menstruasi, keputihan, hasrat seksual memuncak, dan penampakan-penampakan fisik lainnya pada organ reproduksi wanita. Namun karena tidak semua wanita memiliki pemahaman fenomena-fenomana tersebut, wajar ada yang merasa panik dan menganggapnya sebagai problem reproduksi wanita.

Berikut ini tim Akuinginhamil.com telah sejumlah tanya jawab tentang problem reproduksi wanita. Semoga setelah membaca tanya jawab berikut, Anda lebih tercerahkan wawasannya serta lebih semangat memiliki momongan!

Setiap saya haid, darah yang keluar selalu banyak. Apakah banyak darah menstruasi yang keluar, selalu berhubungan dengan kesuburan atau problem reproduksi wanita?

Tidak. Kesuburan organ reproduksi lebih terkait dengan teratur dan tidak teraturnya siklus menstruasi. Siklus haid adalah jarak antara hari pertama haid dengan hari pertama haid selanjutnya. Jika siklusnya teratur (misalnya setiap 24-35 hari), pelepasan sel telur dari folikel atau ovulasi juga akan teratur.

Namun, ovulasi hanyalah salah satu saja penentu kesuburan. Ada juga faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi kesuburan misalnya bentuk anatomi organ reproduksi, ada tidaknya penyempitan di saluran reproduksi, atau infeksi. Namun, jika haid Anda terlalu banyak jumlahnya dan terlalu lama jangka waktunya, pergilah ke dokter. Kondisi seperti ini biasanya memerlukan evaluasi.

Kenapa ya vagina saya berwarna putih? Inikah pertanda penyakit pada organ reproduksi saya? Padahal, saya tidak pernah mengalami keputihan yang berbau dan gatal. Bisakah ini mempengaruhi rencana kehamilan saya?

Jangan terburu-buru berasumsi kalau warna putih tersebut adalah tanda penyakit. Pada dasarnya, warna bibir vagina sama seperti warna bibir wanita. Warna ini juga tergantung dengan warna kulit Anda. Jika Anda berkulit sawo matang atau kecoklatan, bibir vagina pun warnanya merah kecoklatan. Kalau Anda berkulit putih, bibir vagina akan mengikuti dengan warna merah muda.

Nah, apakah hal tersebut sesuai dengan Anda? Kalau iya, Anda normal dan tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Apalagi masalah keputihan yang Anda alami adalah keputihan fisiologis, yang masih normal. Cukup jaga kebersihannya, maka rencana kehamilan tidak akan terganggu.

Namun jika penjelasan di atas tidak sesuai dengan keadaan Anda, ditambah dengan banyaknya gejala yang Anda curigai pada vagina, bergegaslah memeriksakan diri ke dokter. Barangkali, memang ada gejala infertilitas yang tidak pernah Anda sadari sebelumnya.

Setiap usai berhubungan dengan suami, saya tidak mendapatkan menstruasi selama berbulan-bulan. Namun setelah ia kembali dari pekerjaan di luar kota, kami berhubungan kembali. Setelah itu, barulah saya menstruasi lagi. Ada apa dengan saya? Apakah kemarin saya sempat hamil?

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon yang ada di otak. Jika suami Anda lama bekerja di luar kota dan ia kembali ke rumah, tentunya Anda bahagia bukan melihatnya? Rasa senang pun ikut hadir saat Anda berhubungan kembali dengan suami. Sebaliknya saat suami pergi, Anda akan sedikit banyak mengalami kesedihan.

Kemungkinan besar, Anda sempat mengalami naik turun perasaan dan hormon. Rasa senang inilah yang memicu hormon kewanitaan Anda menjadi normal. Juga, feromon (senyawa kimia yang juga ada pada keringat pria) bisa memicu hormon kewanitaan. Karena inilah, siklus menstruasi Anda teratur kembali.

Katanya, suami dan istri bisa berkonsultasi tentang masalah seksual dalam terapi seks. Nah, apa sih yang sebenarnya terjadi dan dilakukan selama terapi seks?

Terapi seks sebenarnya adalah terapi sambil berbincang-bincang santai. Ini adalah bentuk konseling yang secara spesifik terkait pada keintiman dan masalah-masalah seks dalam hubungan suami istri. Pada terapi ini, Anda dapat membicarakan segala masalah kehidupan seksual dengan suami secara terbuka.

Nantinya, akan ada terapis khusus yang menangani masalah-masalah Anda dan suami. Secara umum, terapis seks adalah seorang psikiater, psikolog, penasehat perkawinan, atau anggota keluarga Anda sendiri. Siapapun terapis itu, yang jelas dia harus terlatih dan ahli dalam hal konseling seks.

Yang lebih penting lagi, peran terapis seks tidaklah untuk mengubah orientasi atau haluan seks. Terapis seks akan membantu setiap pasangan suami dan istri agar kepuasan dan kebahagiaan mereka dalam rumah tangga, lebih maksimal.