5 Kerugian yang Anda Alami Jika Hamil di Usia 40’an

5 Kerugian yang Anda Alami Jika Hamil di Usia 40’anKalau ditanya ingin hamil pada usia berapa, angka berapakah yang Anda sebut? 20, 30, atau 40? Semoga jawaban Anda bukan yang terakhir, ya! Pasalnya, hamil di usia 40’an boleh-boleh saja. Namun, akan ada banyak sekali kerugian yang Anda dapat.

Jika Anda tidak percaya, berikut ini tim akuinginhamil.com sajikan tentang 5 kerugian yang mungkin akan wanita dapatkan jika kehamilan dialami di usia 40’an. Yuk, kita simak!

1. Kehamilan sangat berat

Di usia 40’an, tentu saja kemampuan fisik Anda tak lagi sebagus di usia muda. Tubuh bisa saja mulai rapuh, rentan penyakit yang serius, osteoporosis, dan cepat lelah. Bayangkan jika Anda harus menjalankan kehamilan selama 9 bulan, berikut dengan gejala-gejalanya. Di usia 40’an, Anda bakal sering mengalami morning sicknes (yang beberapa gejalanya adalah mual dan muntah), sering ke kamar kecil untuk buang air kecil, kelelahan, sakit kepala, dan sebagainya lagi.

2. Secara psikologis, usia ini mulai memikirkan hari tua

Cobalah Anda amati lingkungan sekitar Anda! Apa yang dilakukan orang-orang di usia 40’an? Ya. Mereka mulai memikirkan untuk pensiun dan menikmati masa tua. Sebagian mungkin sudah mewujudkannya sedangkan sebagian lagi baru mulai memikirkan dan merencanakan arah-arah ke sana. Bagi mereka, hidup memiliki masa rehatnya setelah sepanjang waktu diabdikan untuk bekerja keras.

Jika di usia 40’an Anda memiliki bayi (apalagi ini bayi pertama), coba bayangkan urusan finansial Anda. Mungkin Anda memang sudah punya tabungan yang cukup untuk memenuhi segala kebutuhan anak. Tapi ketika ia sudah semakin dewasa dan Anda pensiun, barangkali Anda akan merasa sedikit kesulitan jika tak turut mempertimbangkan masalah kehamilan ini.

3. Persediaan sel telur berkurang

Semenjak lahir, wanita sudah dilengkapi dengan persediaan sel telur seumur hidup. Wanita tidak seperti lelaki, di mana lelaki akan selalu memproduksi sperma. Sedangkan wanita harus menunggu masa ovulasi tiba agar sebagian sel telurnya matang dan dilepaskan dari folikel. Jika tak segera dibuahi, maka sel telur akan terbuang menjadi menstruasi.

Semakin tua usia Anda, maka semakin banyaklah sel telur yang terbuang sia-sia selama menstruasi. Maka, merencanakan kehamilan di usia 20’an memang dianggap paling ideal karena persediaan sel telur jauh lebih banyak dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

4. Kualitas sel telur tua yang kurang baik

Seiring menuanya usia, biasanya ikut diiringi oleh kualitas sel telur yang kurang baik. Apalagi jika Anda mendekati masa-masa menopause, yaitu di usia 40’an. Kualitas sel telur yang menurun dapat mengakibatkan problem pada kromosom. Dampaknya, Anda bisa melahirkan bayi dengan kelainan genetik, down syndrome, autis, dan skizofrenia.

5. Rentan keguguran

Hamil di usia 40’an juga rentan dengan keguguran. Selain kesehatan sudah tidak seprima usia 20’an, rahim Anda pun sudah tidak begitu kondusif untuk dihuni. Kerja organ reproduksi Anda juga sudah kurang maksimal dibandingkan dengan masa-masa muda Anda.

Dari 5 poin di atas, tampak sekali bukan kalau kehamilan di usia 40’an sangat beresiko? Daripada usaha Anda tidak maksimal atau hanya berakhir sia-sia, alangkah baiknya kita upayakan rencana kehamilan di usia sesubur mungkin yaitu 20 tahunan. Mungkin mental dan finansial Anda memang belum matang. Tapi percayalah Anda tidak akan pernah merasa sia-sia mendapatkan momongan pada usia tersebut! Tetap semangat, ya!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «