5 Metode yang Bisa Mewujudkan Jenis Kelamin Bayi yang Diinginkan

5 Metode yang Bisa Mewujudkan Jenis Kelamin Bayi yang DiinginkanHalo, calon ibu! Bagaimana dengan perencanaan kehamilan kali ini? Sehat dan lancar-lancar saja, kan? Kalau ditanya soal jenis kelamin bayi yang diinginkan, Anda akan menjawab apa? Mau laki-laki atau perempuan?

Tidak usah galau lagi! Seiring kecanggihan teknologi, sekarang sudah ada lho beberapa metode untuk menyeleksi jenis kelamin bayi. Maksudnya, Anda tinggal memilih saja bayi apa yang Anda ingini dan jalankan metodenya. Lantas, 9 bulan kemudian hadirlah bayi dengan jenis kelamin idaman Anda dan suami.

Ya! Anda tidak bermimpi. Metode tersebut memang benar-benar ada. Jika Anda tak percaya, yuk kita simak kelima metode seleksi jenis kelamin bayi tersebut!

1. Pengujian Praimplantasi Genetik

Preimplantation generic testing atau pengujian praimplantasi genetik adalah prosedur seleksi jenis kelamin bayi yang dilakukan berbarengan dengan program bayi tabung (In Vitro Fertilisation). Metode yang cara kerjanya menghapus satu atau dua sel dari embrio ini mempunyai dua jenis. Mereka adalah preimplantation genetic diagnosis dan preimplantation genetic screening.

Selama siklus bayi tabung, sel telur wanita akan dibuahi oleh sperma dalam petri dish (cawan khusus dengan tutup transparan dan biasa digunakan di laboratorium). Kemudian, satu atau lebih sel dihapus dari embrio yang telah terbentuk. Lantas, dilakukanlah pengujian untuk gangguan genetik, kromosom normal, dan kromosom seks X dan Y. Ketiga pengujian tadi tidak hanya untuk menyeleksi jenis kelamin, melainkan juga untuk mempersiapkan bayi dengan kualitas terbaik secara ilmiah.

2. Metode Ericsson

Metode yang dipelopori oleh Ronald Ericsson ini beranggapan bahwa sperma yang berenang lebih cepat adalah sperma yang membawa jenis kelamin laki-laki. Sedangkan, sperma yang berenang lebih lambat adalah sperma berjenis kelamin perempuan. Oleh karena itu, sperma perempuan dan laki-laki harus dipisahkan jika Anda mengingini anak dengan jenis kelamin tertentu.

Cara kerjanya, sperma dituangkan pada cairan lengket dalam tabung reaksi. Tunggu sampai semua sperma berenang ke bagian dasar tabung. Maka, sperma yang paling dahulu menyentuh dasar adalah sperma laki-laki. Sperma inilah yang diambil jika Anda ingin bayi laki-laki. Sebaliknya, yang paling lambatlah yang akan diambil dan ditempatkan pada uterus lewat inseminasi buatan jika bayi perempuan adalah dambaan Anda.

3. Metode Shettles

Berbeda dengan kedua metode sebelumnya, metode ini bisa dilakukan dari rumah tanpa bantuan medis. Anda tinggal menyiapkan grafik suhu basal dan dan lendir serviks beserta alat prediksi ovulasi. Alat-alat ini akan Anda gunakan sebagai penunjuk waktu ovulasi dan menentukan waktu terbaik untuk berhubungan seksual.

Jika sudah, tentukan bayi berjenis kelamin apa yang diingini. Jika ingin laki-laki, berhubungan seksual mendekati waktu ovulasi adalah yang terbaik. Namun jika bayi perempuan yang diingini, berhubungan 2-4 hari sebelum ovulasi harus dijalani. Ini karena metode ini menjalankan prinsip di mana sperma yang membawa kromosom Y (laki-laki) akan bergerak lebih cepat, namun tidak akan bisa bertahan lama dalam tubuh wanita dibandingkan kromosom X (perempuan).

4. Metode Whelan

Metode seleksi jenis kelamin ini memiliki kemiripan dan perbedaan dengan metode Shettles. Miripnya adalah sama-sama bisa digunakan di rumah dan menggunakan alat yang sama. Perbedaannya adalah pada cara kerjanya. Perbedaan didasari oleh perubahan biokimia yang memungkinkan sperma laki-laki terjadi lebih awal.

Jika metode Shettles mengatakan bahwa harus berhubungan seksual mendekati ovulasi agar bayinya laki-laki, sebaliknyalah yang terjadi pada metode Whelan. Anda Anda harus melakukan hubungan seksual paling tidak 2-3 hari sebelum ovulasi agar dikarunia anak perempuan. Untuk bayi laki-laki, lakukan saja hubungan seksual 4-6 hari sebelum ovulasi.

5. Sex Selection Kits

Metode sex selection kit diilhami oleh metode Shettles. Ia juga bisa dilakukan dari rumah. Hanya saja, ada alat tambahan yang digunakan. Antara lain termometer suhu basal, alat prediksi ovulasi, vitamin, ekstrak herbal, dan douche (alat semprot dengan selang untuk membersihkan vagina).

Cara kerjanya, cukup lacak siklus Anda dengan termometer basal dan buang air kecil pada alat prediksi ovulasi. Lalu, ikuti metode Shettles terkait waktu berhubungan seksual. Jangan lupa untuk melihat petunjuk penggunaan sex selection kit pada kemasannya, terlebih untuk penggunaan douche.

Bagaimana, calon ibu? Apakah Anda tertarik mengaplikasikan metode tersebut? Silahkan saja! Namun baik untuk metode seleksi jenis kelamin yang medis dan non medis, alangkah amannya jika Anda konsultasikan hal tersebut dengan dokter. Anda pasti akan mendapatkan pengarahan-pengarahan yang dapat memuluskan jalan Anda menjemput bayi impian. Di samping itu, Anda juga merasa lebih nyaman dan aman karena jaminannya. Tetap semangat, ya!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «