5 Perasaan yang Harus Dibuang Jauh Saat Mengalami Masalah Infertilitas

5 Perasaan yang Harus Dibuang Jauh Saat Mengalami Masalah InfertilitasHalo, calon ibu! Infertilitas atau ketidaksuburan merupakan hal yang paling dihindari oleh pasangan suami istri. Masalah ini dapat membuat impian mereka untuk memiliki momongan terasa lebih sulit atau mustahil. Penyebab infertilitas ini sendiri bermacam-macam dan tidak semua bisa diketahui secara kasat mata.

Sayangnya, sejumlah pasangan di dunia ada yang kurang beruntung karena mengalami infertilitas. Beberapa usaha segera mereka upayakan agar kehamilan bayi dapat diwujudkan. Mulai dari cara yang alami, hingga dengan bantuan medis. Pengorbanan yang dilakukan pun tidak setengah-setengah karena melibatkan urusan finansial, emosi, hingga fisik.

Jika Anda merupakan salah satu pasangan infertil dan sedang berusaha mengupayakan kehamilan, ada baiknya Anda tetap bisa mengontrol perasaan demi kehamilan yang lebih cepat. Sebab, peluang kehamilan akan lebih besar jika Anda tetap berpikiran positif. Berikut ini adalah 5 perasaan yang harus dibuang jauh-jauh jika Anda dan pasangan mengalami kasus infertilitas.

1. Pertanyaan “Mengapa kami yang mengalaminya?”

Beberapa wanita mengalami masa-masa paling stres kalau memikirkan masalah kesuburannya. Rasa stres semakin bertambah mengingat usia yang masih terbilang muda dan kondisi tubuh yang sehat bugar. Mereka bahkan tidak merokok dan tidak biasa minum-minuman beralkohol. “Jika orang lain bisa hamil dalam keadaan yang sama, mengapa saya tidak?” begitu pikirnya.

Sebagian lagi ada yang menyesali keadaan, di mana dahulu mereka sengaja menunda kehamilan. Penundaan itu dikarenakan fokus mereka untuk mengejar karir dan menstabilkan keadaan ekonomi keluarga. Setelah ekonomi yang stabil diraih, berbagai tes kehamilan telah dicoba. Hasilnya, semua nihil. “Seandainya dulu saya tidak menunda-nunda kehamilan, mungkin saya sudah memiliki anak sekarang,” batinnya.

Ada juga pasangan yang sudah memiliki anak, namun sulit mendapatkan anak lagi serta keguguran. Bahkan, kehamilan yang sebelumnya tidak mengalami problem dan lancar-lancar saja sampai lahir. “Apakah ada yang salah selama melakukan hubungan seksual?”

2. Terlalu mengambil hati komentar sensitif

Ketika orang mendapat kabar tentang ketidaksuburan Anda, mereka datang menghampiri untuk memberikan semangat. Namun tanpa mereka sadari, kata-kata penyemangat dari mereka juga bisa begitu menusuk dan terasa sensitif bagi Anda. Misalnya ketika orang berkata, “Tidak apa-apa. Ini kan masih permulaan.” Padahal, mereka tidak tahu kalau ini bukanlah permulaan dan Anda sudah mencobanya sejak jauh-jauh waktu.

Lain orang, lain juga tanggapannya. Ada saja yang menasehati dengan cara yang tidak enak dan menggurui. “Kamu harus begini,” “Kamu gak boleh seperti itu. Yang paling bagus ya seperti ini. Jangan gitu!”. Mendapat motivasi dari kawan yang tidak pernah sedikit pun mengalami masalah kesuburan juga bisa terasa sensitif. Bagi Anda, mereka tidak tahu pasti apa dan bagaimana kondisi ketidasuburan yang dialami.

3. Bosan menunggu kehamilan

Kebanyakan pasangan yang tak kunjung memiliki anak, terlihat sangat bosan terus-terusan berusaha. Bagaimana tidak? Usaha terus mereka upayakan tanpa tahu pasti peluang positifnya. Maka, menunggu adalah hal yang kemungkinan harus dilakukan seumur hidup bagi pasangan infertil. Misalnya, pada pasangan yang mengalami sindrom ovarium polikistik.

Anda juga mengalami rasa heran karena suami Anda sudah sangat apik saat berhubungan seksual. Macam-macam variasi pun sudah ditambahkan. Misalnya mengganti tempat untuk berhubungan, memberikan sentuhan atau pijatan, dan memberikan pencahayaan yang dianggap romantis. Hasilnya, Anda tetap menunggu. Menstruasi pun tetap datang seperti siklus normalnya.

4. Lelah menghadapi proses perencanaan kehamilan

Bagi penderita infertilitas, perangkap terbesar untuk kehamilan adalah obsesi. Anda harus berpikir banyak tentang ini dan itu, harus melakukan banyak upaya, dan mencari tahu cara terbaik untuk bisa memiliki momongan. Mulai dari mempertimbangkan pembelian alat prediksi ovulasi dan mencatatnya dalam grafik, merayu suami agar mau berhubungan di saat yang tepat, menemukan dokter terbaik untuk berkonsultasi, membentuk tubuh agar lebih kuat untuk kehamilan, dan masih banyak lagi. Akibatnya, Anda sulit menyeimbangkan waktu dengan rutinitas lainnya dan merasa hampir gila.

Cobaan berbeda juga datang pada mereka yang tidak mengalami menstruasi atau memang punya masalah pada siklusnya. Sejumlah uang harus dirogoh dalam-dalam demi operasi, turut memeriksakan keadaan suami, memakai progesteron agar bisa mendapatkan menstruasi, konsumsi klomid untuk kesuburan, dan minum metformin untuk membantu ovulasi.

Barangkali, Anda dan suami sudah menjadwalkan waktu khusus untuk berhubungan. Awalnya, Anda sangat semangat melakukannya agar momongan segera datang. Lama kelamaan, tumbuhlah kejengahan untuk melakukannya secara rutin. Minat sudah hilang dan rasa lelah sudah terlalu sering menghampiri akibat coba-coba. Mengikuti macam-macam tips yang disarankan oleh media pun terasa percuma. Maka dari itu, ketidaksuburan adalah sebuah fakta yang harus diterima secara legawa.

Satu hal lagi yang perlu Anda ingat, sabar adalah kunci dalam menghadapi hasil yang tidak sesuai saat perencanaan kehamilan. Anda dapat mempertahankan dan meningkatkan kesabaran tersebut dengan membaca kutipan bijak tentang kesabaran. Jika belum memiliki kutipan seperti itu, silakan Anda lihat kumpulan kutipan bijak di TipsPengembanganDiri.com.

5. Merasa sendiri saat mengalami masalah kesuburan

Tidak dapat dipungkiri kalau mencari seseorang yang dapat diajak berbicara adalah problem bagi wanita (bahkan pasangan) dengan infertilitas. Ingin berbagi dengan teman terdekat pun, rasanya sulit karena mereka tidak mengalami problem yang sama. Mereka tidak tahu bagaimana detilnya keluhan Anda. Tak jarang, ada yang sampai merasa rendah diri di lingkungannya karena kawan-kawannya sudah mendapatkan kehamilan dan selalu antusias berbicara tentang bayi.

Beberapa wanita infertil ada juga yang enggan menyampaikan permasalahannya pada orang lain. Ketika yang lain dapat hamil dalam sekali coba atau secara tidak sengaja, Anda berpikir tidak baik untuk merusak suasana bahagia mereka.

Harus diakui, masalah kesuburan memang mampu membunuh kepercayaan diri di antara lingkungan-lingkungan yang banyak berharap (keluarga) dan orang-orang yang telah memiliki momongan (teman dan tetangga). Namun, biarkan emosi Anda rileks dan jauh dari stres. Bila perlu, ambillah liburan agar semangat merencanakan kehamilan berjalan lebih baik lagi.

Jangan ragu untuk sering-sering berkonsultasi pada dokter. Walaupun perlu waktu lama dan biaya yang tidak sedikit, bukankah hadirnya sang bayi nanti dapat menghapuskan segala beratnya pengorbanan Anda? Tetap semangat, ya!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «