6 Langkah Mudah Prediksi Ovulasi dengan Grafik Sederhana

6 Langkah Mudah Prediksi Ovulasi dengan Grafik SederhanaHalo, para calon ibu! Bagaimana dengan usaha Anda mendapatkan momongan? Lancar-lancar saja, bukan? Ketika merencanakan kehamilan, sudah lebih pedulikah Anda pada masa ovulasi? Masa ovulasi adalah waktu di mana sel telur dilepaskan dari folikel dan siap untuk dipertemukan dengan sperma. Masa inilah yang perlu Anda ingat agar bisa merencanakan kehamilan di waktu yang tepat.

Untuk mengetahui ovulasi dan tanggal berhubungan yang tepat, Anda perlu melakukan pencatatan grafik ovulasi. Pencatatan ini berdasarkan suhu basal dan bentuk lendir serviks Anda. Dengan membeli termometer basal saja, biasanya Anda akan mendapatkan grafik ini sepaket di dalam kemasannya. Jika tidak, silahkan unduh dari beberapa website yang menyediakannya secara gratis.

Langsung saja! Inilah cara mudah memprediksi ovulasi dengan pencatatan grafik ovulasi!

1. Mulai isi grafik dari hari menstruasi

Sebelum Anda mengisi grafik, pastikan Anda menggandakan/foto copy lebih dahulu lembar grafik yang masih kosong. Anda akan membutuhkannya untuk pencatatan beberapa bulan ke depan. Jika sudah menggandakannya, isilah hari dan tanggal Anda haid ke dalam grafik. Hari pertama Anda menstruasi adalah hari pertama siklus.

2. Setiap hari, cek suhu basal dengan termometer basal

Setiap Anda bangun tidur, ukurlah suhu basal yang diletakkan tidak jauh dari kepala. Ingat! Anda tidak boleh bangkit dari kasur dahulu sebelum mengukur suhu basal. Gunanya adalah agar pengukuran lebih akurat.

Pantau juga keadaan lendir serviks segera setelah bangun di kamar kecil. Baru kemudian, Anda bisa mengisi grafik. Berilah tanda dot atau titik pada grafik yang sesuai dengan angka di termometer basal. Catat juga seperti apa bentuk lendir serviks yang Anda lihat tadi.

Setelah melakukan pencatatan selama beberapa hari, Anda bisa menghubungkan titik-titik tersebut dengan garis. Dengan demikian, Anda bisa melihat fluktuasi suhu basal secara lebih jelas.

3. Menjelang akhir siklus, lihatlah grafik pada hari-hari sebelumnya

Lihatlah grafik terutama waktu grafik menunjukkan masa ovulasi. Masa ini akan ditunjukkan dengan adanya catatan lendir serviks yang seperti putih telur mentah berikut dengan masa sesudahnya. Ia juga akan diikuti dengan kenaikan suhu selama 2-3 hari. Ingatlah selalu bagian penting ini sebagai masa ovulasi Anda.

4. Pada siklus selanjutnya, isi grafik lagi dan lihat apakah ovulasi terjadi di waktu yang sama

Hitunglah jarak waktu ovulasi Anda dengan waktu menstruasi. Contohnya, Anda ovulasi 15 hari setelah menstruasi. Dengan melakukan pengamatan ini setiap bulan, Anda akan melihat pola untuk memprediksi kapan ovulasi di masa seterusnya.

5. Ketahui pola Anda

Jika Anda ovulasi pada hari yang sama (atau harinya saling berdekatan), Anda beruntung sekali! Ini artinya Anda sudah tahu pola siklusnya dan tahu kapan berovulasi lagi di periode selanjutnya. Tapi jika ovulasi Anda bervariasi, lihatlah grafik kembali dan temukan apakah ada pola lain yang muncul. Misalnya, ada lendir serviks seperti putih telur selama 2-3 hari. Kemudian, apakah suhu turun sebelum akhirnya naik. Jika lain waktu Anda menemukan fenomena seperti ini lagi, jangan ragukan kalau itu adalah pertanda ovulasi akan tiba.

6. Berhubungan seksual setiap hari selama periode subur supaya hamil

Setelah mengetahui pola siklus melalui grafik ovulasi, jangan tunda lagi keinginan memiliki momongan! Segerakanlah berhubungan seksual dengan suami. Masa paling subur untuk berhubungan adalah lima hari selama periode ovulasi. Lima hari ini meliputi tiga hari sebelum memasuki ovulasi hingga sehari setelah hari pertama ovulasi.

Meskipun begitu, Anda dan suami sah-sah saja melakukan hubungan seksual lebih awal. Ini karena sperma mampu bertahan dalam tubuh wanita selama tiga hari. Setelah tiga hari, sperma akan mati. Kalau Anda dan suami terus menggempur waktu, bukankah akan semakin banyak sperma yang hidup untuk membuahi sel telur di masa subur? Maka, tak usah heran bila banyak wanita yang hamil karena berhubungan seksual enam hari sebelum ovulasi.

Bagaimana, calon ibu? Mudah sekali bukan mengetahui waktu ovulasi dan merencanakan kehamilan yang tepat? Lalu, kapan Anda akan segera memulai pencatatan tersebut? Tetap semangat dan semoga sukses mendapatkan momongan, ya!

Sebelumnya saya sempat 2 kali keguguran. Namun kami tidak pernah putus asa dalam berikhtiar, karena kami yakin Allah SWT akan memberikan yg terbaik bagi kami. » BACA SELENGKAPNYA «