6 Pertanyaan Sebelum Melanjutkan Perawatan Kesuburan

6 Pertanyaan yang Harus Anda Jawab Sebelum Melanjutkan Perawatan Kesuburan

Mempertimbangkan untuk melanjutkan perawatan kesuburan - via zliving.com

Mempertimbangkan untuk melanjutkan perawatan kesuburan – via zliving.com

Demi mendapatkan kehamilan, sejumlah pasangan infertil berani melakukan apa saja agar segera mendapatkan keturunan. Mereka rela menghabiskan waktu bertahun-tahun dan menghabiskan biaya yang tidak sedikit untuk melanjutkan perawatan kesuburan. Sebagian lagi, ada yang mulai merasa gentar dan memilih mundur dari perawatan selanjutnya. Langkah mundur diambil untuk menghindari hal yang dianggapnya semakin ektrim.

Sesungguhnya, tidak ada yang dapat memberi tahu kapan Anda harus menghentikan perawatan kesuburan atau usaha kehamilan. Menghentikan perawatan kesuburan adalah murni keputusan Anda, suami, dan dokter. Namun, Anda dapat memegang kendali pilihan sedari awal dan berpikir sejauh apa bersedia mengusahakan kehamilan. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang bisa Anda dan suami pertimbangkan, sebelum melanjutkan perawatan kesuburan dari yang lebih sederhana ke perawatan yang kompleks:

1.Apakah ada kemungkinan hamil jika Anda melanjutkan perawatan kesuburan?

Pada beberapa hal, Anda harus mengevaluasi peluang kehamilan jika berniat melanjutkan perawatan kesuburan. Beberapa dokter dan klinik akan mengatakan perihal peluang ini selama Anda terus mencoba. Memang secara teoritis, Anda memiliki peluang. Namun secara statistik, peluang yang ada mungkin melenceng.

Sebagai contoh, sebut saja pasangan suami istri yang mempertimbangkan siklus keempat program bayi tabung. Perlu diingat bahwa kesempatan hamil dan memiliki momongan, umumnya menurun setelah siklus perawatan bayi tabung ketiga. Untuk membantu mempertimbangkan, Anda boleh berkonsultasi dengan pekerja sosial atau psikolog yang ahli dalam aspek medis dan emosi masalah kesuburan.

Menurut Lara Deveraux (pekerja sosial klinik di St. Louis, Missouri dan co-author buku “Infertility & Identity”), Anda harus menjadi konsumen yang cerdas dan teredukasi. Bisnis kesuburan adalah sebuah industri. Ada dokter yang benar-benar peduli pada problem Anda, tapi ada juga yang tidak mengutamakan kepentingan terbaik Anda.

2.Perawatan kesuburan manakah yang tidak akan Anda pilih?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda dan suami harus membekali diri dengan pengetahuan perawatan kesuburan dari sumber yang tepat. Lantas, Anda dan suami dapat memperbincangkan prosedur mana yang ingin dipilih. Dari situ, Anda bisa membuat perencanaan yang matang. Kemudian Anda dan suami setuju mencoba apapun demi mendapatkan momongan berdasarkan pilihan tersebut.

Anda dan suami juga bisa melewatkan prosedur-prosedur yang sifatnya invasif (melukai tubuh). Misalnya, operasi atau teknologi reproduksi bantuan (program bayi tabung dan sejenisnya). Jika memang semua pilihan menemui jalan buntu dan obat kesuburan tidak bekerja, adopsi anak bisa Anda coba. (Baca juga tentang obat kesuburan herbal, alamiah, aman, dan terbukti testimoninya di sini.)

3.Bagaimana kesehatan fisik dan emosi akan memegang kendali diri Anda, khususnya selama perawatan kesuburan dijalani?

Sekilas, Anda mungkin beranggapan kalau menghentikan perawatan kesuburan adalah menyerah. Tapi bagaimana Anda memegang kendali atas kesehatan mental dan fisik Anda, terutama selama perawatan kesuburan?

Sebagai bayangannya, apakah Anda merasakan kondisi seperti kelelahan dan depresi akibat perawatan kesuburan? Apakah Anda mengalami keguguran berulang? Dari sekian yang Anda rasakan, dapatkah Anda menangani kekecewaan yang berlebihan atas hasil perawatan?

Menurut Alice Domar (profesor kebidanan, ginekologi, dan biolologi reproduksi di Harvard Medical School), wanita dan pasangannya yang sadar jika mereka tidak bisa menjadi orang tua secara genetik, malah merasa lebih baik di kemudian hari. Awalnya mereka bersedih dan terpukul mendapati kemandulan. Namun mereka pasrah, segera bangkit, dan tidak menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan kekecewaan lainnya.

4.Bagaimana hubungan Anda dan pasangan? Akankah proses perawatan kesuburan memberi dampak pada hubungan tersebut?

Menjalani berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun dengan perawatan kesuburan, kadang mempengaruhi hubungan Anda dan suami. Sekuat apapun pasangan di awal perawatan kesuburannya, mungkin menyimpan benci, rasa bersalah, marah, kecewa, dan berujung sulitnya komunikasi satu sama lain.

Masih menurut Lara Deveraux, yang harus dijadikan perhatian adalah kecemasan seksual. Banyak pasangan yang gagal hamil, mulai mengartikan hubungan seksual sebagai harapan palsu (dari kehamilan) dan kekecewaan. Hubungan seksual bukan lagi aktivitas spontan yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan. Hal ini akan semakin buruk jika tidak adanya komunikasi yang baik satu sama lain.

Kecemasan seksual sebenarnya normal bila dikaitkan dengan masalah kesuburan. Tapi jika itu berakhir pada perasaaan saling terisolasi, Anda mungkin perlu beristirahat dahulu dari perawatan kesuburan.

5.Tujuan apakah yang dicapai dari perawatan kesuburan?

Banyak pasangan yang fokus mendapatkan kehamilan, menghabiskan tahun ke tahun dengan setiap pilihan perawatan kesuburan yang tersedia. Namun mereka lupa akan pertanyaan krusial: apakah Anda benar-benar ingin menjadi orang tua (tidak peduli itu anak genetis dari siapa) atau akankah Anda bahagia hanya jika memiliki anak biologis? Akankah melanjutkan perawatan kesuburan membawa Anda ke tahun-tahun pengasuhan yang berharga?

Faktanya, beberapa pasangan menyadari kalau mereka hanya ingin menjadi orang tua. Namun, mereka tidak yakin dengan adopsi. Alice Domar menyarankan Anda agar jangan memaksa diri. Jangan langsung membuat keputusan adopsi saat perawatan kesuburan tak bekerja. Alangkah baiknya memberikan waktu untuk berpikir mengenai adopsi.

Apapun yang terjadi dan apapun yang Anda pilih, pastikan Anda bahagia dengan pilihan yang diambil. Beberapa pasangan malah menemukan kedamaian tentang ide tak memiliki anak biologis sendiri. Di sisi lain, mereka menemukan alternatif lain untuk terlibat dalam kehidupan anak-anak.

6.Bagaimana biaya perawatan kesuburan yang akan Anda lanjutkan dan apakah biaya tersebut layak?

Tidak ada satu pun pasangan di dunia ini yang mau menaruh biaya pada anak yang mereka dambakan. Namun pada kenyataannya, Anda harus berbuat demikian. Coba bayangkan! Untuk menjalani prosedur teknologi reproduksi bantuan di Amerika Serikat saja, harus merogoh kocek setidaknya 12.400 dolar. Bahkan biaya ini bisa lebih jika siklus perawatan lebih dari sekali. (Data dikutip dari laman babycenter.com)

Menurut Alice Domar, ini kurang adil. Uang memang punya peran dalam memilih momongan. Prokreasi adalah hak asasi manusia. Tapi menghemat sumber daya untuk masa depan juga penting dilakukan pasangan. Bahkan jika Anda mau menggadaikan rumah dan menguras tabungan pensiun untuk punya anak, ini dianggap tidak praktis.

Jika ingin melanjutkan perawatan kesuburan (atau baru mau menjajalnya), lakukanlah perencanaan keuangan. Eksplorasi juga biaya adopsi dan alternatif lain untuk menjadi orang tua. Kemudian buat perbandingan biaya jika harus meneruskan perawatan kesuburan.

 

Nah, calon ibu. Jika perawatan kesuburan Anda sebelumnya gagal dan ingin mencoba perawatan yang setingkat lebih canggih atau kompleks, cobalah jawab keenam pertanyaan di atas terlebih dahulu. Yakinkan diri Anda jika melanjutkan perawatan kesuburan telah sesuai dengan rencana masa depan, kemampuan finansial, serta ketahanan mental dan fisik. Selamat mencoba!

Obat Kesuburan Fertilaid