6 Tes yang Akan Ditemui Jika Melakukan Pemeriksaan Organ Reproduksi

6 Tes yang Akan Ditemui Jika Melakukan Pemeriksaan Organ Reproduksi

Image credit : tinypic.com

Halo, calon ibu! Untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, Anda harus memastikan kalau sistem dan organ reproduksi Anda juga sehat. Mulai dari hormon, rahim, dinding rahim, ovarium, tuba falopi, dan juga serviks. Dengan adanya sistem dan organ reproduksi yang sehat, sel telur yang prima jadi jaminan. Kesuburan Anda pun selalu siaga diajak merencanakan kehamilan.

Oleh karenanya, tidak ada salahnya Anda mencoba memeriksakan kondisi organ reproduksi Anda sebelum merencanakan kehamilan. Tubuh yang sehat-sehat saja, kadang belum tentu menunjukkan kalau organ reproduksi Anda dalam kondisi normal lho! Beberapa gangguan kesuburan bahkan bisa datang tanpa pernah Anda sadari.

Sebelum terjadi, yuk melangkah ke klinik kesuburan. Beberapa pemeriksaan ini mungkin akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis gejala-gejala pada daerah rahim Anda dan sekitarnya.

1. Internal Exam

Pemeriksaan cek panggul (pelvic check up) lewat internal exam ini sangat penting bagi wanita, apalagi untuk Anda yang selalu aktif merencanakan kehamilan. Anda dianjurkan melakukan cek up ini secara rutin. Meski harus rutin, Anda tidak perlu merasa terbebani. Cek up sekali dalam setahun saja sudah cukup.

Dokter akan memasukkan speculum ke dalam vagina dan melihat keadaan dinding vagina dan leher rahim. Dokter juga akan menaruh dua jarinya ke dalam vagina Anda dan tangan yang lain di bagian perut untuk mengetahui berapa ukuran dan bagaimana kondisi ovarium, tuba falopi, dan rahim. Bila ditemukan benjolan, maka bisa mengarah pada jenis penyakit tertentu.

2. Pap Smear

Kalau pemeriksaan yang satu ini, pasti Anda sudah sangat familiar! Ya, Pap Smear belakangan begitu kondang seiring semakin besarnya kesadaran masyarakat terhadap kanker serviks.

Sama halnya dengan internal exam, dokter juga akan menaruh speculum ke dalam vagina. Bedanya, bentuk speculum yang digunakan lebih menyerupai sendok. Speculum jenis ini akan mengambil sel dalam leher rahim. Sel tersebut yang akan dibawa dan diperiksa di laboratorium untuk melihat kemungkinan adanya penyakit kanker.

3. Ultrasonik

Tes ultrasound, ultrasonik, atau USG pada dasarnya hampir sama dengan tes X-ray (rontgen). Dengan menggunakan gelombang suara, alat ini akan menghasilkan gambar organ dalam tubuh Anda. Salah satunya adalah gambar ovarium. Para wanita mungkin akan sangat familiar dengan pemeriksaan ini begitu mereka melakukan pemeriksaan atau cek up kehamilan.

4. Biopsi

Pada dasarnya, pemeriksaan biopsi menggunakan jarum khusus. Jarum ini menyerupai tang agar dapat mengambil sampel berupa sel dari rahim Anda. Sampel inilah yang akan melalui serangkaian uji coba di laboratorium untuk melihat peluang ketidaknormalan dari rahim.

5. Laparoskopi

Ada pula pemeriksaan bernama laparoskopi. Pemeriksaan ini dimulai dengan pembedahan pada bagian perut, tepatnya di dekat pusar. Pembedahan ini dilakukan agar stik atau selang panjang yang dilengkapi lensa dapat masuk ke dalamnya. Usai dibedah, dokter juga akan memasukan gas agar lensa tersebut bisa merekam setiap detil organ hingga ke panggul dengan jelas.

6. Kuret

Bagi sebagian orang, kuret mungkin dikenal sebagai proses atau cara untuk menggugurkan kandungan. Padahal, kuret tidak sejahat itu lho. Pada dasarnya, kuret merupakan suatu langkah untuk mengambil jaringan tertentu pada rahim. Termasuk pula pengambilan jaringan rahim untuk pemeriksaan sebelum merencanakan kehamilan.

Pemeriksaan kuret ini dilakukan di bawah pengaruh bius atau anestesi. Dengan menggunakan alat berbentuk sendok, jaringan dari rahim akan diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut pada laboratorium.

Ketika Anda memutuskan untuk memeriksakan keadaan rahim, tidak semua tes di atas serta merta dilakukan pada Anda. Biasanya, dokter akan memilih jenis tes yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Jadi, tak perlu merasa ngeri membayangkan diri Anda diperiksa oleh alat-alat tersebut.

Sekarang, tunggu apalagi? Paling tidak lakukanlah Pap Smear atau internal exam secara rutin. Cukup sekali dalam setahun saja, maka masalah-masalah kesuburan yang berpeluang terjadi bisa diantisipasi sedini mungkin. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Yuk, ke dokter kesuburan!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «