7 Faktor Pendukung Program Hamil Yang Sukses
≡ Menu
Home » Tips Cepat Hamil » 7 Faktor Pendukung Program Hamil Yang…

7 Faktor Pendukung Program Hamil Yang Sukses

Hamil: dari makanan hingga tanda kehamilan - via blogimg.jp

Hamil: dari makanan hingga tanda kehamilan – via blogimg.jp

Calon ibu, kehamilan bukanlah sekedar masalah berhubungan seksual. Tanpa mempertimbangkan faktor-faktor lainnya, kehamilan terasa lebih sulit untuk datang cepat. Selain melacak masa subur, makanan, berat badan, usia, dan hal lainnya juga mempengaruhi kesuburan. Yuk bantu diri Anda hamil dengan mengenali faktor-faktor tersebut!

1. Makanan yang membantu ovulasi

Ketika makan, pilihlah lemak tak jenuh tunggal. Kandungan ini bisa Anda dapatkan dari minyak zaitun, salah satunya. Sebaliknya, hindari lemak trans yang terdapat pada makanan cepat saji, kue, dan kue kering. Lengkapi juga dengan protein nabati dari kacang-kacangan, daripada protein hewani yang berasal dari daging merah.

Makanan berserat tinggi dan makanan rendah glikemik, seperti biji-bijian; sayur mayur; dan buah-buahan, juga dipandang penting. Dibandingkan karbohidrat olahan gula, keduanya bermanfaat dan lebih menyokong kesuburan.

Di sisi lain, ini adalah waktu yang tepat untuk memilih suplemen prenatal. Asam folat adalah suplemen yang paling direkomendasikan. Keberadaannya semasa program hamil, dapat mencegah cacat tabung syaraf pada bayi. Jumlah yang disarankan adalah 400 mikrogram per hari, dimulai dari program hamil hingga kehamilan usia dua minggu.

2. Berat badan pengaruhi kesuburan

Studi pada wanita menemukan, indeks massa tubuh di atas normal beresiko dua kali lipat lebih lama mencapai kehamilan. Berbeda dengan wanita yang indeks massa tubuhnya normal, yang sanggup hamil lebih cepat.

Hal ini juga berlaku untuk pihak pria atau suami. Pada pria yang obesitas, kadar testosteronnya cenderung rendah. Penelitian menemukan, kenaikan berat badan sebesar 9 kg saja dapat menambah resiko infertilitas sebanyak 10%.

3. Usia mempengaruhi peluang pembuahan

Penurunan kesuburan pada wanita dimulai pada usia tiga puluhan. Wanita yang usianya di bawah 35 tahun, telah mencoba hamil lebih dari setahun, tanpa kondom, dan belum membuahkan hasil, wajib menanyakannya pada dokter. Ini juga berlaku bagi mereka yang usianya di atas 35 tahun, telah mencoba kehamilan lebih dari 6 bulan, dan tidak menggunakan kondom.

Jika Anda mengalami kondisi di atas, lalu memiliki riwayat sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau endometriosis, maka berkonsultasi pada dokter tidak mungkin ditunda-tunda lagi. Tes progesteron dalam darah bisa membantu Anda untuk menentukan apakah ovulasi berjalan dengan baik.

4. Bagaimana pria dapat meningkatkan kesuburan

Tidak hanya wanita, pria juga wajib meningkatkan kesuburannya. Langkah yang bisa diambil agar sperma tidak kalah suburnya dengan sel telur wanita adalah mengubah gaya hidup. Mulailah dengan menangani stres, mengurangi alkohol dan tembakau, atasi berat badan, dan konsumsi diet tinggi zat seng (zinc). Seng bisa didapatkan lewat daging, biji-bijian, seafood, dan telur.

Selain seng, diet Anda juga harus mengandung selenium dan vitamin E. Selenium dapat Anda peroleh secara alami lewat daging, seafood, jamur, sereal, dan kacang brazil. Vitamin E sendiri membantu untuk peningkatan kesuburan pria.

Di luar itu, jaga testis Anda tetap aman. Biarkan suhu testis tetap dingin, kira-kira dua derajat lebih rendah daripada suhu tubuh. Hindari mandi atau berendam air panas dan menikmati sauna. Dengan begitu, jumlah sperma tidak akan berkurang karena mati oleh suhu panas.

5. Perawatan untuk ketidaksuburan

Tanpa pernah disadari, sejumlah faktor dapat menyebabkan infertilitas. Karena itu, langkah terbaik untuk mengevaluasi kesuburan Anda dan pasangan adalah menemui dokter dan berkonsultasi. Jika memang infertilitas menimpa Anda atau suami (atau bahkan keduanya), ada beragam perawatan infertilitas yang direkomendasikan sesuai kasus.

Perawatan infertilitas yang paling sederhana adalah obat kesuburan. Obat ini bersifat menstimulasi ovulasi. Sedangkan perawatan infertilitas yang paling berteknologi tinggi adalah program bayi tabung (In Vitro Fertilisation atau IVF). Prosedur program ini akan melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium, pembuahan di laboratorium, dan kemudian implantasi embrio di uterus wanita.

6. Bagaimana tes kehamilan rumahan bekerja

Anda kenal testpack kehamilan? Inilah yang kami maksud sebagai tes kehamilan rumahan. Alat tes ini bekerja untuk menguji hormon kehamilan pada urin Anda. Hormon inilah yang disebut hCG. Hormon ini akan langsung diproduksi tubuh begitu sel telur yang dibuahi, melakukan implantasi di rahim.

Umumnya, testpack bisa menyatakan positif hamil paling cepat enam hari sebelum menstruasi Anda terlambat. Jika Anda menggunakan testpack terlalu cepat, hasil yang Anda dapat berkemungkinan “false negatif”. Sebaiknya, ulangi lagi tesnya beberapa hari lagi atau seminggu kemudian.

7. Lima tanda kehamilan yang paling populer

Setidaknya, ada lima tanda kehamilan yang paling sering dialami banyak wanita. Tanda kehamilan itu adalah terlambat menstruasi, sering buang air kecil, cepat lelah, dan mual di pagi atau sepanjang hari, dan payudara terasa lebih lembut dan besar. Jika kelimanya terjadi, ambil testpack atau segera kunjungi dokter Anda!

Calon ibu, mulai sekarang gerakkan diri Anda untuk mengubah komposisi makanan Anda. Atur berat badan Anda. Pertimbangkan pula usia Anda ketika merencanakan kehamilan. Terakhir, ajak suami untuk tingkatkan kesuburannya. Jika semuanya Anda lakukan kompak bersama suami, kehamilan yang dinanti bukanlah mimpi lagi!