9 Pilihan Perawatan Kesuburan Bagi Pasangan Infertil

Hamil berkat perawatan kesuburan - via hgcdn.net

Hamil berkat perawatan kesuburan – via hgcdn.net

Bagi pasangan infertil, berusaha memiliki momongan barangkali sangat menguras emosi dan fisik. Tak hanya itu, waktu pun banyak terbuang sia-sia. Ini karena momongan yang diharapkan tidak kunjung datang. Gara-gara ini juga, hubungan antara suami dan istri bisa merenggang.

Namun seiring kecanggihan teknologi, Anda dan suami tak perlu khawatir lagi. Dunia medis dapat memfasilitasi keluhan Anda dengan beragam pilihan prosedur perawatan kesuburan. Hingga kini, setidaknya terhitung sembilan cara untuk mewujudkan impian memiliki momongan. Apa saja itu?

1. Obat Kesuburan

Dalam sejarah perawatan kesuburan, clomiphene dan gonadotropin dikenal sebagai obat kesuburan yang paling sering dipakai. Ia bekerja mengatur hormon reproduksi dan memacu pelepasan sel telur. Jika normalnya hanya ada satu sel telur yang dilepaskan, obat kesuburan dapat membantu pelepasan beberapa sel telur sekaligus per ovulasi.

Kebanyakan wanita menggunakannya selama tiga sampai enam bulan, sebelum mencoba kehamilan atau menjalani perawatan kesuburan selain dengan obat.

2. Pembedahan

Operasi yang biasa digunakan untuk perawatan kesuburan adalah operasi yang membantu memperbaiki cacat genetik, membuka sumbatan tuba falopi, menghilangkan fibroid, membuang jaringan endometrium, dan mengatasi sindrom ovarium polikistik.

Ada dua prosedur pembedahan yang kerap digunakan untuk mengatasi masalah ginekologi. Mereka adalah laparoskopi dan laparotomi. Laparoskopi adalah prosedur yang menggunakan selang tipis dan sebuah kamera dengan cahaya. Kemudian, alat tersebut dimasukkan melalui beberapa sayatan kecil pada perut. Sedangkan laparotomi mirip dengan laparoskopi. Bedanya, ia menggunakan sayatan yang lebih besar.

3. Inseminasi Intrauterin

Inseminasi intrauterin adalah perawatan kesuburan yang melibatkan penyetoran sejumlah sperma yang terpilih berdasarkan kualitasnya. Sperma milik suami akan disalurkan dengan kateter melalui leher rahim Anda.

4. Bayi Tabung (In Vitro Fertilisation)

Dalam program bayi tabung, sel telur akan diambil dan dipindahkan dari ovarium. Setelah itu, ia disatukan dengan sperma di laboratorium untuk proses pembuahan. Jika pembuahan berjalan sukses, akan ada satu atau lebih embrio yang ditransfer ke uterus.

5. Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI)

Intracytoplasmic Sperm Injection atau biasa disebut ICSI, seringkali menjadi prosedur tambahan dalam program bayi tabung. Ia digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan laki-laki, atau untuk membantu proses pembuahan ketika dibutuhkan.

Selama ICSI, satu sperma akan diinjeksikan kepada satu sel telur. Setelah injeksi selesai, keduanya akan dibiarkan untuk proses pembuahan. Begitu pembuahan berhasil, embrio yang tercipta ditransfer ke uterus.

6. Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT)

Selama proses GIFT berjalan, sel telur Anda akan disatukan dengan sperma suami di laboratorium. Kemudian, pembedahan laparoskopis digunakan untuk menginjeksikan campuran keduanya ke tuba falopi. Inilah yang membedakannya dengan program bayi tabung. Sebab sebelum embrio terjadi, campuran antara sel telur dan sperma telah lebih dahulu ditanamkan dalam tuba falopi.

Dengan demikian, pembuahan terjadi secara alami di dalam tubuh. Embrio yang terbentuk pun langsung dapat hidup dan berkembang pada rahim.

7. Zygote Intrafallopian Transfer (ZIFT)

Tak jauh berbeda dengan prosedur GIFT, ZIFT melibatkan sel telur dan sperma yang disatukan di laboratorium. Bedanya, pada ZIFT dokter akan memastikan kalau sel telur dibuahi. Sel telur benar-benar dipastikan agar menjadi satu embrio bersel yang disebut zigot. Dengan menggunakan pembedahan laparoskopi, zigot ditempatkan di tuba falopi.

Prosedur ZIFT belakangan ini sudah jarang digunakan. Terlebih semenjak adanya program bayi tabung dan ICSI. Selain prosedurnya lebih mudah, tingkat kesuksesan bayi tabung yang ditunjang ICSI juga lebih tinggi.

8. Donor Sel Telur atau Embrio

Prosedur donor telur masih cukup kontroversial dilakukan. Ini karena sel telur tidak diambil dari sel telur Anda sendiri. Dengan bantuan program bayi tabung, sel telur didonasikan oleh wanita lain. Baru kemudian disatukan dengan sperma pasangan Anda. Setelah membentuk embrio, barulah ditanamkan pada uterus.

Jika Anda menggunakan donor embrio, Anda membutuhkan obat khusus untuk mempersiapkan lapisan rahim dari kehamilan. Konsumsi obat ini dilakukan sebelum satu atau lebih embrio ditanamkan ke rahim. Dengan demikian, rahim Anda pun lebih siap untuk dihuni bayi kelak.

9. Surogasi Kehamilan

Sama dengan donor telur dan donor embrio, surogasi kehamilan juga kontroversial. Ini karena pembawa kehamilan (pihak yang mengandung selama sembilan bulan) bukanlah Anda sendiri. Pembawa kehamilan adalah wanita lain yang membawa embrio Anda dan suami. Karenanya, bukti legal semacam tanda tangan hak asuh sangat diperlukan sebelum prosedur dilakukan.

Ternyata, tak ada alasan bersedih untuk pasangan infertil bukan? Beragam perawatan kesuburan di atas bisa Anda coba untuk menghadirkan momongan dalam keluarga. Pastikan memilih perawatan kesuburan yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Baik dari segi finansial, efeknya pada kesehatan, emosi, tenaga, waktu, hingga aspek legalnya. Selamat merencanakan kehamilan dan tetap semangat, ya!

Obat Kesuburan Fertilaid