Agar Hubungan dengan Suami Tetap Awet Selama Bayi Tabung

Agar Hubungan dengan Suami Tetap Awet Selama Bayi TabungHai, calon ayah dan ibu! Beberapa waktu yang lalu, akuinginhamil.com telah membahas tentang program bayi tabung atau In Vitro Fertilisation. Program ini menjadi salah satu opsi akhir ketika Anda dan suami tidak mungkin lagi mendapatkan kehamilan secara alami. Lewat bantuan medis, sel sperma dan sel telur dicampur melalui proses pembuahan di laboratorium. Baru kemudian sel telur yang dibuahi akan ditanamkan pada rahim.

Meskipun bisa menjadi harapan bagi pasangan yang memiliki ketidaksuburan yang tak dapat diketahui penyebabnya, program bayi tabung bisa cukup terasa menyiksa bagi pasangan yang mengikutinya. Ketika beberapa pasangan nampak meningkat kualitasnya, beberapa yang lainnya lagi malah terkuras emosinya akibat penggunaan obat-obatan kesuburan, bolak-balik harus menemui dokter, hingga terkurasnya finansial.

Sebenarnya, ada cara-cara sederhana yang bisa dilakukan agar hubungan Anda dan suami selama menjalankan program bayi tabung tidaklah surut. Jika enam hal di bawah ini Anda lakukan, percayalah hubungan Anda dan suami akan berubah semakin positif seperti pasangan program bayi tabung yang kompak dan mengalami peningkatan kualitas hubungan.

1. Untuk Anda yang belum telanjur menjalani program bayi tabung, membuat kesepakatan bersama adalah kegiatan yang perlu didukung.

Jika Anda dan suami belum telanjur melakukan program bayi tabung, ada baiknya mengambil waktu sejenak dan duduk bersama. Berbicaralah dari hati ke hati tentang keputusan mengikuti bayi tabung.

Pertanyaan seperti “apakah ini adalah keputusan yang benar-benar mau diambil berdua dengan hati dan logika?” Apakah Anda dan suami siap finansial karena biaya program bayi tabung tidaklah sedikit? Apakah usia Anda dan suami masih memungkinkan untuk menerima perlakuan alat-alat medis seperti pada masa muda? Bagaimana jika nantinya telah mencoba dan tetap gagal?

Nampaknya pertanyaan itu sangat sulit untuk dijawab. Ditambah lagi, Anda dan suami sangat mungkin menemukan pertanyaan-pertanyaan turunan setelah mengetahui seluk beluk program bayi tabung lebih banyak lagi. Banyak pasangan yang bahagia pun menjadi lebih rapuh karena kurangnya komunikasi seputar pertanyaan-pertanyaan ini.

Maka dari itu, komunikasi yang baik dengan suami sangat kami anjurkan. Setelah memahami tentang program bayi tabung beserta plus minusnya, ada baiknya mengambil kesepakatan bersama. Jangan mengambil kesepakatan sepihak karena pada prosesnya nanti, Anda dan suami akan bekerja sama. Pastikan kesepakatan ini benar-benar diamini dan dijalani dengan sepenuh hati, apapun yang terjadi di tengah jalan nanti.

2. Jangan saling menyalahkan karena perkara ketidaksuburan. Daripada hubungan malah rapuh, jalani dengan riang dan bukan sebagai beban.

Program bayi tabung terkadang memerlukan waktu tunggu yang cukup melelahkan. Selama penantian itu, tentunya suami dan istri dihinggapi perasaan harap-harap cemas. Berharap agar segera mendapatkan kehamilan. Cemas karena terlalu lama menunggu dan ternyata program bayi tabung tidak memberikan hasil yang diimpikan.

Kadang, diam-diam sang istri bisa saja mengutuki diri dan merasa bahwa dirinyalah penyebab dari semua kegagalan ini. Tumbuhlah rasa penyesalan karena organ reproduksi si istri tak berfungsi baik atau karena sel telur tidak subur. Jika penyesalan diam-diam ini terus terjadi, tentunya akan menjadi tekanan lebih jauh dan menyebabkan si istri stres. Padahal, stres dilarang keras untuk mereka yang merencanakan kehamilan.

Untuk para istri, mulai dari sekarang hentikanlah kebiasaan seperti ini! Ceritakan saja segala kegundahan Anda pada suami. Lebih baik Anda terbuka daripada diam-diam menyimpan beban. Dengan terbuka, suami akan memberikan semangat agar Anda tidak lekas berputus asa.

3. Keseimbangan emosi dan fisik adalah kunci mendapat kehamilan. Begitu pula dengan Anda yang menjadikan program bayi tabung sebagai pilihan.

Kesabaran memanglah kunci utama ketika sedang menjalani program bayi tabung. Pemberian obat kesuburan terkadang mampu membuat Anda merasa sangat payah sebagai wanita. Anda merasa tidak mampu bekerja seperti wanita pada normalnya. Wajar jika Anda akan sangat sensitif dan marah jika hal seperti itu yang terlintas dalam benak. Belum lagi, ekstraksi telur semasa program bayi tabung yang terasa menyakitkan.

Tenanglah, para istri. Merasa sakit karena efek obat boleh saja. Tapi, janganlah berlebihan. Sebaliknya, Anda harus tetap bersabar dan fokus pada program. Andai saja Anda bisa hamil secara normal, belum tentu Anda tidak mengalami pergolakan emosi semacam ini bukan? Bersabar adalah kuncinya!

4. Segera semangati suami Anda! Jika bukan Anda, lantas siapa?

Tidak selamanya kasus ketidaksuburan pada bayi tabung berasal dari pihak wanita atau istri. Suami pun bisa menjadi asal muasal Anda tidak segera mendapatkan kehamilan. Sama seperti wanita, pria pun bisa mengalami rasa penyesalan dan menganggap dirinya tidak berguna.

Maka sebaliknya, Andalah sebagai istri yang seharusnya menyemangati suami Anda. Pastikan suami Anda selalu berkomunikasi dengan Anda dan jangan biarkan dia merasa terbebani.

5. Kepada si suami, ceritakan perasaan Anda. Omongan di belakang jangan dibiarkan sampai ada.

Setelah bersabar, terbuka juga menjadi kunci utama agar hubungan Anda dan suami tetap kuat selama program bayi tabung. Ibaratkanlah saja Anda dan suami adalah sepasang kekasih yang baru saja menjalin kasih atau jadian. Apapun akan Anda bagi bersamanya, tak terkecuali apa yang Anda rasakan selama masa kehamilan.

Dengan cara seperti ini, komunikasi akan terus menerus terjadi. Akibatnya, tidak akan ada omongan di belakang yang cuma dipendam di hati dan akan membuat hubungan keluarga Anda semakin rapuh. Ingat! Anda dan suami akan menjalankannya bersama-sama dengan. Bukan hanya dia sendiri atau bahkan suami Anda sendirian!

6. Ambillah waktu rehat berdua saja. Romantisme dengan suami adalah perasaan yang harus senantiasa dipelihara.

Ambillah waktu rehat dari segala macam rutinitas Anda. Bila perlu, ambil saja cuti agak panjang. Rencanakanlah waktu liburan di tempat yang agak jauh. Misalnya, pergi berlibur di vila pegunungan atau ke pantai. Pemandangan alam dan udara sejuk akan membuat Anda dan suami rileks, serta membangkitkan semangat kembali.

Momen-momen inilah yang seharusnya menjadi pengingat masa pacaran dan bulan madu. Romantisme pun akan kembali. Semangat mendapatkan momongan tak akan hilang lagi!

Jika diamati, bukankah cara tadi cukup sederhana untuk dilakoni? Kesabaran, komunikasi, terbuka, dan romantisme mungkin bisa dijadikan empat kunci untuk menyederhanakan keenam poin tersebut. Percayalah! Bila semua ini terjadi, hidup Anda dan suami nanti akan tetap berarti meski perlu menunggu waktu lama demi si bayi!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «