Atasi Endometriosis: Perawatan Hormon Sampai Operasi

Atasi Endometriosis: dari Perawatan Hormon Sampai Operasi

Atasi endometriosis dengan tablet hormon - via 3a2ilati.com

Atasi endometriosis dengan tablet hormon – via 3a2ilati.com

Calon ibu, kemarin kita sudah memahami kalau penyakit endometriosis tidak selalu berbahaya dan merugikan kesuburan. Karena itu, mengatasi endometriosis juga tak perlu penanganan medis yang serius. Selama endometriosis tidak menyebabkan rasa sakit yang berlebihan dan membuat sulit hamil, infertilitas tidak akan terjadi. Anda pun bisa beraktivitas seperti biasanya.

Tapi bagaimana jika ada efek sakit gara-gara endometriosis, yang juga berujung pada sulitnya mendapatkan momongan? Segeralah memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika kesulitan hamil sudah terjadi selama enam bulan (untuk wanita di atas 35 tahun) hingga satu tahun (untuk wanita di bawah 35 tahun). Deteksi dan perawatan untuk atasi endometriosis sedini mungkin akan menghindarkan Anda dari gejala yang lebih parah.

Bagaimana merawat dan atasi endometriosis?

Seperti yang disinggung di awal, endometriosis tanpa gejala atau dengan gejala ringan tidak memerlukan perawatan medis. Dokter mungkin hanya sebatas memonitor gejala secara sederhana.

Jika kasus endometriosis Anda memang dipandang perlu penanganan, perawatan Anda mungkin berbeda dengan pengidap endometriosis lainnya. Perawatan endometriosis tergantung dari tujuan perawatannya. Apakah Anda dirawat untuk rasa sakitnya saja atau karena infertilitas yang sebabkan sulit memiliki momongan.

Perawatan medis

Untuk kasus endometriosis yang ringan, dokter mungkin akan merekomendasikan sebuah tablet hormon. Tablet ini harus diambil setiap hari agar bisa mengurangi ukuran atau perkembangan jaringan endometrium. Begitu perawatan hormon dihentikan, pertumbuhan jaringan biasanya akan terhenti ke ukuran awal.

Lagi program hamil? Download ebook cara menghitung masa subur ini untuk perhitungan masa subur yang lebih akurat dan positif hamil lebih cepat.

Tablet hormon juga mengurangi jumlah darah yang diproduksi selama menstruasi. Karenanya, jaringan endometrium punya waktu untuk disembuhkan dan mengurangi potensi jaringan parut. Biasanya perawatan atau tablet hormon yang diresepkan meliputi:

1. Pil kontrasepsi oral yang dikombinasikan.
2. Progestogen (seperti norethisterone) yang dapat mengecilkan jaringan endometrium.
3. Antiprogestogen (seperti danazol) yaitu hormon yang menyebabkan menopause buatan dengan mengurangi produksi estrogen dan progesteron.
4. Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) analog, hormon yang menyebabkan menopause buatan dengan mengurangi produksi hormon estrogen.
5. Obat yang digunakan untuk mereduksi rasa sakit akibat keram, termasuk obat anti peradangan seperti ibuprofen.

Obat-obatan di atas hanya untuk merawat endometriosis dan gejalanya. Obat tersebut tidak bisa digunakan untuk merawat infertilitas yang disebabkan oleh endometriosis. Berkonsultasilah lebih lanjut untuk kasus infertilitas pada dokter yang ahli dan terpercaya jika Anda mengalaminya.

Operasi

Untuk sejumlah kasus yang lebih parah, jaringan parut akibat endometriosis bisa dihilangkan selama laparoskopi. Laparoskopi sendiri adalah operasi kecil dengan melibatkan sayatan kecil pada perut. Operasi ini kelihatannya akan menimbulkan rasa nyeri. Namun, peluang kehamilan akan meningkat setelah jaringan yang ditengarai mengganggu organ reproduksi diangkat.

Ada alternatif lain untuk mengatasi endometriosis, yaitu operasi histerektomi atau operasi pengangkatan ovarium atau rahim. Akan tetapi, operasi ini tidak direkomendasikan bagi Anda yang masih ingin memiliki momongan. Sebab, Anda akan kehilangan organ dan fungsi reproduksi Anda.

Bisakah saya mengandung atau memiliki momongan jika mengidap endometriosis?

Pada beberapa kasus, kesempatan hamil pengidap endometriosis tergantung pada seberapa parah kondisinya dan sebaik apa tubuhnya merespon perawatan endometrium. Namun tidak perlu khawatir karena kebanyakan wanita dengan endometriosis bisa memiliki momongan. Perawatan yang baik dan tepat untuk endometriosis yang parah, berpeluang mengembalikan kesuburan Anda supaya tetap optimal.

Calon ibu, tak perlu khawatir dan panik ya kalau mengidap endometriosis. Pengidap penyakit ini tetap bisa hamil dan memiliki momongan. Selama didampingi anjuran dokter, kasus endometriosis yang parah sekalipun pasti bisa disiasati.

Jika perlu, konsumsi juga suplemen kesuburan untuk atasi infertilitas. Misalnya, FertilAid. Suplemen ini tersedia untuk pria dan wanita. Dibuat dengan komposisi herbal, penuh vitamin dan mineral, aman, halal, dan diracik oleh ahli ginekologi terkemuka di Amerika Serikat. Penasaran? Ingin tahu testimoninya? Klik di sini. Selamat merencanakan kehamilan dan semoga sukses, ya!