Bagaimana Bisphenol A Menyebabkan Infertilitas?

Bagaimana Bisphenol A Menyebabkan Infertilitas?

Bagaimana Bisphenol A Menyebabkan Infertilitas?Apakah anda pernah mendengar istilah Bisphenol A?  Mengapa kita membahas Bisphenol A ini?

Ternyata tanpa kita sadari, Bisphenol A yang terdapat di sekitar kita dapat menjadi salah satu penyebab kemandulan.

 Bisphenol A atau biasa dikenal dengan singkatan BPA merupakan suatu senyawa kimia yang ditemukan pada baku pembuatan plastik keras kemasan makanan dan minuman. Bisphenol A ini dapat bertindak seperti estrogen dan hormon lainnya dalam tubuh.

BPA ini digunakan dalam berbagai produk, termasuk botol minuman, botol bayi, tambal dan behel gigi, peralatan gigi, lensa kaca mata, DVD dan VD, barang-barang elektronik dan peralatan olahraga.  BPA dapat juga ditemukan pada resin sintetis yaitu resin epoksi yang digunakan sebagai pelapis bagian dalam kaleng makanan dan minuman.

Bisphenol A merupakan  senyawa penganggu estrogen yang menganggu produksi, sekresi, transpor, kerja, fungsi dan eliminasi hormon. BPA ini dapat bekerja menyerupai hormon tubuh kita dengan merusak sistem kesehatan tubuh kita.  Bayi dan anak kecil oleh para ahli dikatakan sangat sensitif dengan efek samping BPA.

Lagi program hamil? Download ebook cara menghitung masa subur ini untuk perhitungan masa subur yang lebih akurat dan positif hamil lebih cepat.

Walaupun otoritas publik telah menetapkan batas BPA yang aman bagi tubuh, akan tetapi para ahli mengatakan bahwa kadar ini harus ditinjau kembali setelah sejumlah studi yang telah  diterbitkan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh CDC (Centre for Disease Control and Prevention) menemukan bahwa sekitar 95 % sampel urin dewasa dan 93 % urin anak mengandung BPA.

Dilakukan pula studi prospektif pada 105 pasangan yang sedang menjalani program In Vitro Fertilization (IVF) atau program bayi tabung.  Dalam studi tersebut didapatkan bahwa angka kehamilan rendah pada pasangan yang diketahui terpapar dengan BPA kadar tinggi.  BPA di atas 3 ng/mL dikatakan sebagai kadar yang tinggi.  Sementara kadar BPA di bawah 3 ng/mL dikategorikan rendah.  Pada penelitian tersebut didapatkan, derajat implantasi lebih tinggi pada pria yang terpapar BPA kadar rendah dibandingkan yang sering terpapar BPA kadar tinggi.  Pada wanita, tidak didapatkan adanya perbedaan parameter, termasuk jumlah oosit, derajat fertilisasi dan implantasi pada kedua kelompok.  Hanya saja kadar puncak estradiol lebih tinggi pada kelompok yang terpapar BPA kadar rendah.

Bagaimana mencegah paparan Bisphenol A ?

Hindarilah mengkonsumsi makanan atau minuman kaleng kecuali terdapat label “BPA Free”.  Anda juga tidak disarankan memanaskan makanan dalam kemasan plastik.  Kemasan plastik tidak boleh di cuci dalam mesin pencuci piring. Hindari pula membersihkan kemasan plastik dengan deterjen yang keras.

Bagaimana solusinya?

Pilihlah kemasan dengan label BPA Free. Anda juga dapat melihat beberapa kode kemasan plastik yang diketahui BPA Free, seperti Polipropilen (PP)  kode resin 5, poliamida (PA), polietersulfon (PES), bambu, gelas, atau stainless steel.  Hindarilah kemasan dengan angka tulisan PC atau Polycarbonate (angka resin 7).  Semoga bermanfaat 🙂