Bagaimana Prolaktin Tinggi Mempengaruhi Ovulasi?

Bagaimana Prolaktin Tinggi Mempengaruhi Ovulasi?

Bagaimana Prolaktin Tinggi Mempengaruhi Ovulasi?Setiap siklus wanita setiap bulan, secara normalnya akan mengalami ovulasi. Jika sel telur dibuahi oleh sel sperma pada masa ovulasi tersebut maka akan terjadi kehamilan. Sebaliknya, jika tidak terjadi pembuahan maka akan terjadi menstruasi.

Masa ovulasi sangat dipengaruhi oleh hormon progesteron dan juga esterogen yang dikeluarkan oleh hipothalamus di otak dan kelenjar hipofisis.

“Bisa dibilang hipothalamus, kelenjar hipofisis, dan indung telur adalah sebuah poros yang saling berhubungan. GnRH kemudian merangsang kelenjar hipofisis untuk memproduksi hormon FSH-LH, setelah itu FSH maupun LH memberi rangsangan pada ovurium untuk memproduksi hormon progesteron dan esterogen. Jika poros ini bekerja dengan baik  maka akan terjadi ovulasi, di mana sel telur siap untuk dibuahi.

Lalu apa hubungan prolaktin dengan proses terjadinya ovulasi? Hormon prolaktin memiliki kaitan dengan proses ovulasi secara tidak langsung.

Hormon prolaktin adalah hormon yang diproduksi oleh sel-sel kelenjar hipofisis pada otak. Apabila kadar prolaktin terlalu tinggi maka bisa menyebabkan reaksi negatif, sehingga akan membatasi produksi hormon GnRH dan FSH di mana kedua hormon ini memiliki peran penting bagi proses ovulasi. Hormon GnRH dan FSH bertanggung jawab bagi pertumbuhan ovum (sel telur) di dalam ovarium. Jika kadar prolaktin di dalam tubuh tinggi, maka ovulasi tidak terjadi sehingga untuk hamil.

Lagi program hamil? Download ebook cara menghitung masa subur ini untuk perhitungan masa subur yang lebih akurat dan positif hamil lebih cepat.

Kenapa begitu?

Prolaktin akan memberikan umpan balik yang negatif  kepada otak untuk merangsang proses ovulasi. Dengan kata lain, ia memberikan sinyal negatif menuju kelenjar hipothalamus di otak sehingga proses ovulasi menjadi sulit terjadi. Inilah yang menyebabkan wanita menjadi susah hamil.

Prolaktin tinggi juga dapat menyebabkan terganggunya siklus menstruasi. Jika anda mengalami masalah susah hamil di saat yang bersamaan masalah siklus haid yang juga tidak teratur, kemungkinan anda memiliki kadar prolaktin yang terlalu tinggi di dalam darah atau istilah medisnya hyperprolactinaemia.

Gejala Prolaktin Tinggi  (hyperprolactinaemia)

Untuk mengetahui ciri-ciri prolaktin yang tinggi biasanya akan muncul gejala-gejala berikut ini:

  • Gangguan penglihatan.
  • Sakit kepala yang amat sangat
  • Keluarnya air susu dari payudara (galaktore)
  • Siklus haid yang tidak teratur dalam kurun waktu lebih dari 3 bulan
  • Susah hamil.

Prolatin tinggi bisa disebabkan oleh banyak faktor, bisa karena tidak mengalami menstruasi sejak usia reproduksi sampai sekarang (amenorrhea primer).  Ataupun pernah mengalami menstruasi yang kemudian terhenti dalam waktu yang lama (amenorrhea sekunder).

Ternyata 20% prolaktin tinggi ini disebabkan oleh amenorrhea sekunder. Faktor lainnya bisa karena stres yang berlebih atau faktor psikis,  wanita yang mengalami anoreksi atau gangguan makan dan bullimia. Serta pengaruh obat-obatan fenotiazin yang sering dikonsumsi oleh orang yang ingin mengatasi stres yang mereka alami.

Wanita yang memiliki kadar prolaktin tinggi ternyata sangat rentan terkena stres. Selain itu, prolaktin tinggi juga bisa mengakibatkan osteoporosis ketika kadar hormon progesteron dan esterogen menjadi rendah maka mengakibatkan pengeroposan pada tulang.

Normalnya, kadar prolaktin adalah 5-25 nanogram/ml. Jika kadar prolaktin lebih dari 50 nanogram, maka harus diwaspadai. Kemungkinan anda mengalami prolaktin yang berlebih disebabkan oleh tumor   hopofisis (prolaktinoma).

Mendiagnosa Prolaktin Tinggi

Mengetahui apakah anda mengalami prolaktin tinggi selain gejala-gejal di atas, bisa dilakukan tes darah. Kemungkinan dokter juga akan menyarankan beberapa tes lain seperti:

Uji penglihatan, ini untuk memastikan apakah anda menglami komplikasi penglihatan.
CT / MRI otak, pemeriksaan apakah terdapat tumor di kelenjar hipofisis. Bila terjadi pembesaran pada tumor tersebut, akan menyebabkan saraf tertekan shingga mengakibatkan pusing, sampai gangguan penglihatan. Atau sering disertai dengan tidak terjadinya menstruasi (amenorrhea).