Bantu Diri Anda Hamil: Dari 1 Siklus ke Siklus Selanjutnya

Grafik satu siklus Anda - via medicalnewstoday.com

Grafik satu siklus Anda – via medicalnewstoday.com

Halo, calon ibu! Satu siklus atau periode wanita adalah pertanda penting untuk kesuburan Anda. Dengan adanya siklus tersebut, Anda dapat memperkirakan kapan ovulasi tiba. Anda juga dapat merancang kapan hendak berhubungan seksual dengan suami. Dengan demikian, hari paling potensial untuk kehamilan, ada dalam genggaman Anda. Untuk itu, mari kita pahami siklus wanita lewat ketujuh poin berikut!

1. Pahami siklus bulanan Anda

Fase pertama siklus Anda dimulai dari hari pertama menstruasi. Tubuh Anda akan melepaskan hormon yang merangsang sel telur. Kelak, sel telur ini akan tumbuh dan berkembang di dalam folikel, pada ovarium. Antara hari kesembilan dan sebelas, hormon tersebut membantu menebalkan lapisan rahim. Dengan begitu, rahim setingkat lebih siap untuk implantasi sel telur yang telah dibuahi.

2. Apa yang terjadi selama ovulasi

Kebanyakan wanita punya satu siklus antara 24-35 hari lamanya. Rata-rata wanita mengalami ovulasi antara 10-16 hari sebelum periode selanjutnya. Meskipun begitu, tiap wanita ada yang memiliki kemungkinan berbeda.

Peningkatan estrogen menyebabkan hormon otak yang disebut luteinising hormone (LH) melonjak. Ia memicu pelepasan sel telur yang paling matang. Pada saat yang sama, lendir serviks menjadi licin. Warna dan teksturnya mirip putih telur mentah. Perubahan inilah yang membantu sperma berjalan menemui sel telur.

3. Waktu yang menentukan: ovulasi!

Wanita lahir dengan satu juta sel telur untuk sepanjang hidup. Namun hanya 300-400 sel telur yang dilepas lewat ovulasi. Sedangkan, hanya ada satu sel telur yang dilepaskan per bulan. Setelah dilepas, sel telur berjalan menuruni tuba falopi. Ia siap dibuahi dan menuju rahim. Sel telur inilah, yang sanggup hidup hanya dalam 12-24 jam. Sebaliknya, sperma hanya sanggup bertahan 7 hari.

Karena alasan tersebut, mengetahui kapan Anda ovulasi sangat membantu. Khususnya dalam menentukan kapan Anda dan pasangan merencanakan hubungan seksual. Jika waktunya sangat bersesuaian dengan masa ovulasi, hubungan Anda sangat potensial untuk meraih kehamilan.

4. Lacak hari paling subur Anda

Umumnya, wanita paling subur pada hari-hari tepat sebelum ovulasi dan selama ovulasi. Jika Anda punya siklus rutin setiap 28 hari, hitunglah mundur 14 hari dari tanggal menstruasi selanjutnya. Kemudian rencanakan hubungan seksual setiap hari, di sekitar hari itu. Misalnya, hari ke 12, 14, dan 16.

Jika siklus Anda lebih panjang atau lebih pendek, gunakanlah kalkulator ovulasi online. Kalkulator ovulasi ini sangat berguna agar identifikasi kemungkinan hari subur, terasa lebih mudah.

5. Lacak ovulasi dengan temperatur

Setelah sel telur dilepaskan dari folikel, corpus luteum (materi yang tersisa di folikel pasca ovulasi) melepaskan hormon progesteron. Hormon ini akan membantu menebalkan lapisan rahim dan menjaga kehamilan kelak. Efek dari munculnya progesteron adalah kenaikan suhu basal Anda.

Ukurlah suhu Anda setiap pagi dengan termometer basal digital. Lakukan segera setelah bangun dan sebelum bangkit dari posisi baring. Alat ini tidak mahal. Namun, beberapa orang melakukan metode ini berbarengan dengan metode lainnya karena tidak seakurat metode lain. Anda harus memetakan suhu selama beberapa bulan untuk memprediksi kapan Anda masuk masa subur.

6. Lacak masa ovulasi dengan hormon

Meningkatnya estrogen yang menyebabkan lonjakan LH adalah pemicu sel telur terlepas dari ovarium. Menggunakan alat prediksi ovulasi untuk memeriksa kadar hormon dalam urin, akan membantu Anda dalam menentukan hari ovulasi.

Beberapa alat prediksi ovulasi memungkinkan Anda untuk melakukan pengujian setiap hari. Dengan demikian, menentukan kapan ovulasi tiba akan lebih intens. Di pasaran, alat ini tergolong mahal dibandingkan termometer basal. Tapi penggunaannya akan membuat Anda jauh lebih nyaman dan akurat.

7. Fase akhir dari satu siklus bulanan Anda: menstruasi atau kehamilan?

Lapisan uterus Anda akan menebal untuk mempersiapkan implantasi sel telur. Jika sel telur tidak dibuahi, ia akan hancur. 12-16 hari kemudian, sel telur yang hancur, bersama dengan darah dan jaringan lapisan rahim, akan dikeluarkan. Inilah periode menstruasi, yang notebene memakan waktu 3-7 hari. Setelah itu, siklus Anda pun dimulai lagi dari awal.

Calon ibu, itulah yang terjadi ketika satu siklus Anda berjalan dan terus berputar. Mulai sekarang, lakukanlah pelacakan terhadap masa subur lewat cara-cara yang telah disampaikan di atas! Dengan menyelaraskan rencana kehamilan berbarengan dengan siklus Anda, memiliki momongan adalah jaminan suksesnya!

Obat Kesuburan Fertilaid