Cara Kerja Gonadotropin dan Efek Sampingnya

Cara Kerja Gonadotropin dan Efek Sampingnya

Cara kerja gonadotropin tak sekedar menyuntikkan obat saja - via xn--42cf5b6boa8g6i6a.com

Cara kerja gonadotropin tak sekedar menyuntikkan obat saja – via xn--42cf5b6boa8g6i6a.com

Halo, calon ibu! Seperti janji tim Aku Ingin Hamil kemarin, kami kembali lagi melengkapi wawasan Anda tentang gonadotropin. Kemarin Anda memahami merek, peruntukannya, lama perawatan, tingkat kesuksesan, hingga biayanya. Kini, waktunya mempelajari cara kerja gonadotropin dan efek samping obat injeksi ini. Penasaran? Yuk, simak penjelasan berikut!

Bagaimana Cara Kerja Gonadotropin?

Perawatan kesuburan dengan gonadotropin bisa sangat menguras emosi. Beberapa wanita biasanya mengkhawatirkan reaksi tubuh atau efek samping terhadap obat kesuburan ini. Mereka juga terlibat perasaan harap-harap cemas saat menunggu datangnya kehamilan. Di samping itu, wanita infertil harus sering-sering berkunjung ke dokter untuk melakukan monitoring.

Berikut ini adalah detil-detil perawatan dan cara kerja gonadotropin yang perlu Anda pahami sebelum memutuskan menjalankan prosedurnya:

1. Produksi Sel Telur

Pada dasarnya, obat kesuburan yang mengandung hMG (baik itu urofollitropin atau rekombinan FSH) mendorong ovarium memproduksi beberapa sel telur sekaligus. Tanpa adanya obat kesuburan tersebut, sel telur yang mungkin dihasilkan oleh ovarium sama seperti kondisi normal, yaitu hanya berjumlah satu saja.

Salah satu obat kesuburan tadi akan disuntikkan ke dalam otot atau di bawah kulit. Sebelumnya, dokter atau perawat menginformasikan tentang tipe injeksi yang digunakan, bagaimana meminimalisir efek samping gonadotropin, dan apakah Anda atau suami yang akan diinjeksi.

Injeksi gonadotropin akan diberikan setiap hari. Kemungkinan, suntikan pertama dimulai pada hari kedua atau ketiga periode Anda. Mayoritas wanita pengguna obat ini mengambil injeksi selama tujuh hingga dua belas hari. Jika ovarium lambat dalam merespon obat ini, dokter akan menambah dosis obat atau injeksi yang lebih lama.

2. Monitoring Folikel

Dalam ovarium, terdapat kantung berisi cairan di mana sel telur matang. Kantung ini disebut dengan folikel ovarium. Dalam prosedur perawatan gonadotropin, folikel ini akan selalu dipantau. Caranya dengan menggunakan tes darah dan USG yang rutin. Untuk monitoring, setidaknya memerlukan tiga hingga empat kali kunjungan ke dokter.

3. Pelepasan Sel Telur

Ketika menjalani proses monitoring dan dokter melihat folikel berukuran besar, injeksi hMG akan langsung dihentikan. Injeksi tersebut akan digantikan dengan injeksi hCG, dimana akan menginstruksikan folikel supaya melepaskan sel telur yang matang. Setelah dilepaskan, 36 jam kemudian sel telur akan menuju tuba falopi.

4. Waktunya Konsepsi

Agar kehamilan tercapai, harus ada konsepsi. Jika menggunakan hubungan seksual yang alamiah, setidaknya konsepsi dilakukan 12-36 jam setelah injeksi hCG. Tapi jika Anda dan suami juga mengikuti prosedur inseminasi intrauterin, konsepsi dilakukan kurang lebih 24-36 jam setelah tuba falopi diinjeksi. Setelahnya, jika sel telur bertemu dengan sperma sehat dalam perjalanannya ke uterus, kesempatan hamil akan terbuka lebar bagi Anda.

Dampak Gonadotropin

1. Kehamilan ganda adalah komplikasi umum dari perawatan gonadotropin. Bahkan hal ini bisa terjadi ketika Anda rutin dimonitor. Singkatnya, peluang memiliki bayi kembar lebih besar dibandingkan tanpa gonadotropin. Tidak tanggung-tanggung, peluang hamil kembar mencapai 30%. Dari kehamilan tersebut, dua per tiga kasus adalah kehamilan kembar dua. Sedangkan sepertiganya adalah kehamilan kembar tiga atau triplet. Bagi banyak pasangan, peluang bayi kembar ini tentu saja menyenangkan. Tapi, pasangan suami istri tidak boleh alpa menjaga kesehatan ibu dan bayi. Ini karena kehamilan kembar juga memiliki resiko. Misalnya, keguguran dan komplikasi lainnya. Jika memasangkan timed intercourse (hubungan seksual yang dijadwalkan) dengan gonadotropin, Anda akan diminta menghentikan injeksi jika ditemui kasus tertentu. Misalnya, adanya tiga folikel atau lebih yang berkembang menuju kematangan atau jika estrogen dalam darah melebih titik tertentu.

2. Wanita yang mengambil gonadotropin hanya kadang-kadang saja, dapat mengembangkan ovariun hyperstimulation syndrome (OHSS). OHSS terjadi ketika wanita memproduksi terlalu banyak sel telur setelah obat kesuburan diambil. Lantas, ovarium akan cepat membengkak dan cairan menumpuk di area perut, sekitar jantung, atau paru-paru.

Sekitar 10-20% siklus gonadotropin menghasilkan bentuk ringan dari OHSS. Bentuk ringan itu antara lain kenaikan berat badan secara tiba-tiba, mual, muntah, atau diare. Tapi, tenang saja! Biasanya, gejala tadi akan bertahan sebentar dan hilang dengan sendirinya.

Dari 1-2% siklus gonadotropin, ada potensi OHSS yang cukup parah. Bahkan perlu rawat inap. Potensi ini dapat menyebabkan pembekuan darah, gangguan ginjal, atau kematian. Tapi, jangan khawatir karena persentase potensi OHSS sangat rendah. Ia pun sangat jarang ditemui pada masyarakat kita.

3. Anda mungkin merasakan nyeri pada payudara. Selain itu, bagian tubuh yang menjadi lokasi suntikan bisa membengkak atau ruam. Perut kembung dan mood swings (perubahan perasaan yang berlangsung cepat) adalah dampak lainnya. Tapi, ini wajar dan akan segera pulih.

4. Anda tidak perlu ragu lagi merawat kasus infertilitas dengan gonadotropin. Toh, studi terkini telah mematahkan anggapan jika perawatan kesuburan semacam gonadotropin menyebabkan kanker. Faktanya, tidak ada hubungan sama sekali antara perawatan kesuburan gonadotropin dengan resiko kanker ovarium.

Bagaimana, calon ibu? Tertarik mengatasi infertilitas setelah memahami cara kerja gonadotropin? Segera temui dokter Anda dan konsultasikan kondisi Anda. Bagi Anda yang masih ragu, tidak ada salahnya mencoba obat kesuburan FertilAid. Komposisinya herbal dan aman untuk tubuh. Akhir kata, tetap semangat dan selamat merencanakan kehamilan!

Obat Kesuburan Fertilaid