Clomiphene, Obat Kesuburan Medis Untuk Ovulasi

Clomiphene, Obat Kesuburan Medis Untuk Ovulasi

Clomiphene, Obat Kesuburan Medis Untuk Ovulasi

Image credit : www.ledisia.com

Clomiphene merupakan salah satu obat kesuburan yang telah lama diandalkan dalam dunia medis. Pada masyarakat umum, obat ini dikenal dengan merek Clomid dan Serophene. Penggunaannya konon efektif mewujudkan impian Anda memiliki momongan. Namun, apa dan bagaimanakah sesungguhnya clomiphene itu? Yuk, kita simak penjabarannya berikut!

Untuk Siapakah Clomiphene?

Obat kesuburan ini akan membantu kehamilan jika Anda memiliki siklus ovulasi yang tak teratur. Bahkan, wanita yang tidak mengalami ovulasi sama sekali pun bisa dibantu dengan Clomid atau Serophene tadi. Anda yang punya masalah kesuburan tapi tidak bisa dijelaskan atau ditemui penyebabnya dalam dunia medis pun boleh mengambil obat ini.

Selain untuk wanita yang bermasalah pada ovulasi dan memiliki ketidaksuburan tadi, clomiphene juga bisa dipakai sebelum prosedur inseminasi buatan. Sebut saja inseminasi intrauterin (intra uterin insemination) dan bayi tabung (In Vitro Fertilisation). Penggunaan ini ditujukan untuk merangsang produksi sel telur.

Penggunaan clomiphene ini akan disesuaikan dengan masalah kesuburan Anda, di samping turut memperhatikan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Dokter bisa jadi memberikan resep obat lain jika ada kondisi tertentu yang dijadikannya atensi.

Selain untuk wanita, clomiphene juga diperbolehkan dikonsumsi oleh pria. Adapun pria yang dibolehkan tentu saja adalah mereka yang punya ketidkaseimbangan hormon. Seperti jumlah sperma yang sedikit, motilitas yang rendah, dan kualitas sperma yang miskin.

Lagi program hamil? Download ebook cara menghitung masa subur ini untuk perhitungan masa subur yang lebih akurat dan positif hamil lebih cepat.

Seperti Apa Perawatan Kesuburan dengan Clomiphene?

Perawatan dengan clomiphene bisa sangat menguras emosi dan tenaga. Kadang, muncul rasa cemas tentang respon tubuh terhadap obat. Selain itu, perawatan ini mewajikan wanita untuk sering-sering kontrol atau monitoring ke dokter. Manajemen stres yang baik akan menghindarkan Anda dari perasaan-perasaan tadi dan melancarkan proses perawatan dengan alur berikut:

1. Pengambilan Obat

Biasanya, dokter akan memberikan clomiphene untuk diminum selama lima hari. Dengan dosis ini, tubuh akan terbantu untuk memproduksi lebih banyak hormon perangsang folikel (kantung berisi sel telur matang pada bagian rahim). Folikel pun berkembang dan bersiap untuk pelepasan sel telur matang.

2. Otak Merangsang Hormon Luteinizing

Setelah lima hari dikonsumsi, otak akan merangsang hormon luteinizing. Tujuannya agar ovarium melepaskan satu atau lebih sel telur matang dari folikel saat ovulasi sedang berlangsung. Adapun lonjakan hormon luteinizing akan terjadi sejak lima hingga dua belas hari setelah konsumsi terakhir.

3. Pelepasan Sel Telur

Dokter akan memonitor Anda dan melihat kondisi ovarium. Apakah ia sudah siap untuk melepaskan sel telur atau belum. Caranya adalah dengan tes darah atau penggunaan alat USG. Dari situlah, folikel akan dipantau perkembangannya. Pada saat ini, Anda mungkin akan diminta menggunakan alat prediksi ovulasi atau grafik suhu basal tubuh agar tahu kapan waktunya ovulasi.

4. Waktunya Konsepsi

Monitoring yang dilakukan dokter saat sel telur dilepaskan tadi akan membantu dokter menentukan waktu ideal Anda dan suami berhubungan seksual. Bagi Anda yang hendak melakukan inseminasi intra uterin atau program bayi tabung, monitoring berfungsi untuk menjadwalkan prosedurnya. Maka ketika sel telur bertemu sperma yang sehat dalam tuba falopi, itulah kesempatan Anda hamil.

Berapa Lama Perawatan dengan Clomiphene Akan Berjalan?

Lamanya perawatan clomiphene ini tergantung pada siklus menstruasi Anda (seberapa regulerkah siklus berjalan) dan seberapa sering wanita itu telah mencoba hamil sebelumnya. Rata-rata wanita melakukan 1-2 bulan terapi obat dengan dosis yang ditambah (jika perlu dan dilakukan sebelum ovulasi dimulai). Setelah ovulasi terjadi, perawatan bisa memakan waktu 3-6 siklus. Selanjutnya, dokter tidak akan menyarankan konsumsi clomiphene melebihi enam siklus pengobatan.

Untuk wanita yang punya periode menstruasi teratur, clomiphene digunakan selama lima hari. Waktunya adalah dua sampai lima hari sebelum periode menstruasi datang. Untuk membantu mengetahui kapan periode selanjutnya datang, Anda bisa menggunakan kalkulator ovulasi.

Sedangkan Anda yang periodenya tidak rutin atau tidak ada, jangan berkecil hati. Ada obat yang disebut medroxyprogesterone acetate. Ia bisa diambil selama sepuluh hari agar periode dimulai. Setelah periode mulai, barulah clomiphene bisa Anda konsumsi. Jika Anda belum juga sukses ovulasi setelah tiga kali siklus, dokter akan memberi solusi. Misalnya penambahan obat lain atau menyarankan perawatan kesuburan yang berbeda jenisnya.

Para calon ibu, itulah perawatan kesuburan dengan clomiphene. Ingat, ya! Jangan coba-coba membeli clomiphene secara sendirian dari apotek. Konsumsi obat ini harus menggunakan resep dokter agar dosisnya tepat dan tidak menimbulkan efek samping. Dengan begitu, kesehatan Anda tetap terjaga dan kesuburan pun tidak akan terganggu. Tetap semangat merencanakan kehamilan, ya!