Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA

Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVAKanker serviks merupakan jenis kanker yang paling ditakuti oleh wanita. Sekitar sepertiga dari penderita kanker yang ada di Indonesia, menderita kanker serviks. WHO ( Badan Kesehatan Dunia) menyatakan bahwa saat ini kanker serviks menempati tingkat pertama dari semua jenis kanker.  Dan Indonesia sendiri merupakan negara dengan angka penderita kanker serviks tertinggi di dunia. Itulah mengapa, deteksi dini kanker serviks sangat digalakkan.

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV).  Kanker ini berawal dari leher rahim, kemudian seiring dengan berjalannya waktu, kanker dapat menyebar luar hingga seluruh tubuh. Stadium awal kanker serviks ini seringkali tidak menunjukkan gejala yang khas hingga akhirnya mencapai stadium akhir.

Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan IVA. Menurut laporan hasil konsultasi dengan WHO, disebutkan bahwa IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dapat mendeteksi lesi tingkat pra kanker (High Grade Precancerous Lesions), dengan tingkat sensitivitas mencapai 66-96%.

Apa itu IVA?

IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat merupakan salah satu metode  sederhana yang dilakukan dengan pemeriksaan secara langsung (mata telanjang) terhadap leher rahim dengan cara memulas asam asetat, kemudian akan tampak perubahan warna yang menunjukkan hasil normal atau tidak normal.  Tes ini adalah skreening awal yang mudah dan murah untuk mendeteksi sejak awal adanya kemungkinan kanker leher rahim di kemudian hari.  Selain IVA, deteksi dini dapat juga dilakukan dengan Pap’s Smear, namun biayanya jauh lebih mahal.

Pemeriksaan IVA bertujuan untuk mencegah angka kematian dan kecacatan akibat kanker serviks.  Pengobatan dan tindakan lanjut dapat dilakukan apabila ditemukan adanya kelainan pada leher rahim.

Lalu kapan pemeriksaan IVA dilakukan? Menurut WHO skreening dapat dilakukan :

  • 1 x pada usia 35-40 tahun
  • Jika fasilitas memungkinkan, dapat dilakukan setiap 10 tahun antara usia 35-55 tahun
  • Setiap 5 tahun, jika fasilitas pemeriksaan penyedia pelayanan lebih lengkap lagi
  • Idealnya dilakukan setiap 3 tahun pada wanita usia 35-60 tahun
  • Jika pada pemeriksaan didapatkan hasil IVA (+) positif, maka dianjurkan untuk melakukan tes setiap tahun

Bagaimana syarat pemeriksaan IVA ini ?

IVA dilakukan pada wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, tidak sedang datang bulan/haid, tidak sedang hamil dan 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual dan dilakukan atas sepengetahuan suami.

Jika anda wanita usia subur yang aktif seksual,  anda dianjurkan memeriksakan diri anda ke sarana kesehatan terdekat seperti puskesmas, atau klinik pratama. Tes skreening dengan IVA dapat anda lakukan untuk mengetahui ada tidaknya kemungkinan gejala awal terkena kanker serviks.  Semoga Bermanfaat 🙂

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «