Endometriosis: Tidak Selamanya Berbahaya dan Mengganggu Kesuburan

End via stylecraze.com

Endometriosis via stylecraze.com

Calon ibu, endometriosis adalah penyakit yang dapat berujung pada infertilitas wanita. Dilansir dari situs webmd.boots.com, endometriosis adalah kondisi jangka panjang yang mempengaruhi sekitar dua juta wanita di Inggris. Ia akan membuat sejumlah jaringan di luar rahim, bertingkah laku seperti jaringan rahim di lapisan endometrium.

Namun, bentuk endometriosis yang ringan tidaklah berbahaya. Hal ini cukup wajar dan tidak memerlukan perawatan medis yang serius. Kecuali, Anda merasakan gejala-gejala yang menyakitkan dan berujung pada sulitnya mendapat kehamilan. Ingin tahu info selengkapnya?

Bagaimana endometriosis terjadi?

Di akhir setiap siklus menstruasi, hormon merangsang rahim melepaskan jaringan endometrium. Di antara sekian banyak, ada jaringan endometrium yang tumbuh di luar janin. Kemudian, ia pecah dan berdarah. Sayangnya, jaringan tersebut tidak menemukan jalan keluar. Padahal lazimnya cairan menstruasi dari rahim, dibuang dari tubuh selama menstruasi.

Kemudian, jaringan yang ada di sekitar daerah endometrium tadi meradang atau bengkak. Jika dibiarkan, radang atau bengkak ini sanggup menimbulkan jaringan parut di sekitar area tersebut. Bahkan lokasi tempat jaringan endometrium berada, dapat berkembang menjadi lesi (jaringan yang cidera), implan (tertanam dan menyatu di bagian tertentu), nodul (benjolan), atau pertumbuhan.

Apa penyebabnya?

Sampai saat ini, penyebab endometriosis masih belum diketahui. Namun para ahli percaya bahwa potongan jaringan endometrium tadi, akan berjalan kembali ke tuba falopi. Dalam perjalanannya, ia melewati rongga panggul (ruang di dalam panggul yang menahan organ reproduksi). Lantas, potongan ini tersangkut pada permukaan organ reproduksi.

Selama menstruasi, potongan jaringan akan berdarah seperti jaringan endometrium dalam rahim. Perdarahan tersebut dapat menyebabkan iritasi pada jaringan di sekitarnya. Bahkan jaringan yang masih steril pun mungkin ikut menjadi radang dan bengkak. Seiring waktu, jaringan perut dan kista berpotensi terbentuk.

Apa saja gejala-gejalanya?

Mayoritas penderita endometriosis tidak merasakan gejala apa-apa. Sedangkan bagi mereka yang merasakan gejalanya, biasanya inilah yang terjadi:

1. Keram pada perut, khususnya perut bagian bawah
2. Sakit punggung selama menstruasi
3. Keram menstruasi yang sakitnya menyiksa
4. Nyeri saat buang air besar
5. Nyeri saat buang air kecil, apalagi ketika menstruasi datang
6. Perdarahan yang berat atau abnormal selama menstruasi
7. Hubungan seksual terasa sakit
8. Sulit hamil

Siapa saja yang bisa mengalaminya?

Wanita manapun yang mengalami menstruasi, bisa mengalami endometriosis. Biasanya, ia terjadi pada usia 25-40 tahun. Namun, wanita yang berusia di bawah itu juga mungkin terkena. Kondisi seperti ini paling sering terjadi lagi pada wanita yang belum dikaruniai anak.

Apakah endometriosis merupakan kanker?

Endometriosis tidak sama dengan kanker. Ia juga tidak meningkatkan resiko kanker rahim dan jenis-jenis kanker lainnya.

Bagaimana saya tahu kalau saya mengidapnya?

Jika mengalami gejala endometriosis atau mengalami kesulitan hamil, segera cari anjuran medis. Jika diduga mengidap, kemungkinan Anda akan menjalani prosedur laparoskopi. Dalam prosedur ini, dokter memasukkan perangkat berkamera kecil melalui sayatan kecil pada perut. Lewat perangkat tadi, dokter bisa melihat organ reproduksi dan rongga panggul.

Kemudian, sampel jaringan endometrium akan diambil dan dikumpulkan dari prosedur laparoskopi. Dokter akan menguji jaringan lewat prosedur biopsi (pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi penyakit tertentu).

Bisakah penyakit ini disembuhkan?

Hingga saat ini, tidak ada penyembuhan untuk endometriosis. Biasanya, kalau manajemen medis untuk atasi gejalanya berjalan baik, perawatan akan terus dilanjutkan sampai menopause tiba. Kecuali, wanita tersebut sedang mencoba hamil. Namun seiring perkembangan ilmu medis, ada perawatan yang sangat efektif untuk mengurangi ukuran endometriosis, sekaligus mengurangi gejalanya yang menyakitkan.

Calon ibu, semoga gejala-gejala endometriosis di atas tidak menimpa Anda, ya! Namun jika ada keram pada perut, sakit punggung, nyeri saat buang air, perdarahan, dan segenap gejala endometriosis yang menyiksa, jangan tunggu waktu lagi. Segera periksakan diri Anda ke dokter agar terhindar dari gejala yang lebih serius.

Selamat merencanakan kehamilan dan tetap semangat, ya calon ibu!

Obat Kesuburan Fertilaid