Inilah Kista Organ Reproduksi Wanita yang Bisa Mengganggu Rencana Kehamilan Anda!

Kista organ reproduksi wanita - via heraldm.com

Kista organ reproduksi wanita – via heraldm.com

Hai, Calon Ibu! Kista adalah benjolan yang tumbuh di bagian tubuh tertentu. Pada umumnya kista, benjolan tersebut terisi oleh cairan tertentu. Sebagian kista memang tidak berbahaya, selama pertumbuhannya masih bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan gejala yang menyakitkan. Namun, ada juga beberapa kista organ reproduksi yang bisa mengganggu rencana kehamilan kapan saja.

Berikut ini, tim Aku Ingin Hamil berhasil menghimpun beberapa kista organ reproduksi wanita yang perlu Anda perhatikan dan waspadai keberadaannya. Dengan memahaminya sejak dini, diharapkan Anda bisa mengantisipasi sebelum masalah infertilitas menghampiri.

Kista serosum

Kista serosum merupakan kista dengan cairan yang menyerupai air perasan kunyit. Terjadinya kista ini dipengaruhi oleh siklus haid dan hormon estrogen. Ketika haid Anda tiba, ada penambahan jumlah cairan pada ovarium. Pendeteksian gejala kista ini juga harus akurat karena bentuknya mirip dengan sisa sarang telur (korpus luteum) yang muncul di saat hamil.

Kista ini bisa menimpa ibu yang sedang hamil. Ketika hamil, kista serosum akan semakin terdesak pertumbuhannya karena janin pun sama-sama tumbuh. Hal ini akan menyebabkan tangkai kista terpelintir dan membuat wanita tersebut merasa sakit. Yang paling parahnya, kista ini dapat memicu penyakit kanker

Kista dermoid

Berbeda dengan kista lainnya yang tumbuh tiba-tiba, kista dermoid merupakan merupakan bawaan sejak lahir. Ia bisa dialami oleh wanita, bahkan juga pria. Bentuk cairan kistanya menyerupai mentega. Ia timbul dari sisa-sisa sel embrio yang terpental ke organ genital, saat janin masih ada di dalam kandungan. Kalau cairan dari kista ini pecah, rasa sakit yang ditimbulkannya luar biasa.

Pada kasus dermoid ovarium, kista dapat tumbuh pada salah satu atau dua ovarium sekaligus. Ukurannya bervariasi, mulai dari 1 inchi bahkan lebih besar lagi. Jika terlalu besar, kista harus diangkat karena akan menghambat kerja ovarium. Di samping itu, dermoid ovarium juga menyebabkan nyeri perut, sulit buang air besar, pendarahan berlebih saat haid, dan punggung yang nyeri.

Kista endometriosis

Lazimnya kasus endometriosis, penyakit ini dapat mempengaruhi kesuburan wanita. Lapisan endometrium yang menempel dan tumbuh sembarangan di luar rongga rahim (misalnya pada tuba falopi), menimbulkan reaksi kekebalan. Padahal, lapisan endometrium ini sudah seharusnya keluar bersama dengan darah haid.

Reaksi kekebalan ini amat mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami. Tidak mengherankan apabila penderitanya merasakan pembengkakan di indung telur. Akhirnya, penderita juga mengalami nyeri yang hebat ketika menstruasi datang.

Jika kista endometriosis terjadi dengan gejala nyeri hebat dan tak tertahankan, sudah sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan meninjau kondisi rahim dan bila perlu, Anda akan dirawat dengan laparoskopi.

Itulah tiga kista organ reproduksi wanita yang perlu Anda waspadai dalam rencana kehamilan. Bila Anda menemui gejala-gejala tidak wajar dan menyakitkan, segera hubungi dokter dan dapatkan perawatan yang sesuai.

Agar terhindar dari masalah-masalah infertilitas lainnya, cobalah juga FertilAid. FertilAid adalah suplemen kesuburan untuk pria (FertilAid for Men) dan wanita (FertilAid for Women). Suplemen ini dibuat dari herbal alami, aman, terbukti manjur, dan halal! Jika Anda masih ragu tentang khasiatnya, klik di sini untuk melihat testimoni pasangan suami istri dari seluruh dunia.

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «