Inseminasi Intrauterin untuk Kehamilan dan Tahapnya

Inseminasi Intrauterin untuk Kehamilan dan Tahapnya

Kehamilan berkat inseminasi intrauterin - via nanopress.it

Kehamilan berkat inseminasi intrauterin – via nanopress.it

Halo, calon ibu! Apakah Anda memiliki masalah kesuburan dan ingin segera memiliki momongan? Kalau jawabannya iya, sudah coba teknologi inseminasi buatan bernama inseminasi intrauterin?

Inseminasi intrauterin adalah salah satu teknologi inseminasi buatan yang melibatkan pencucian sperma. Maksudnya agar sperma sehatlah yang  terpilih untuk menjalani pembuahan sel telur. Setelah sperma dicuci, lantas dengan hati-hati ia ditanam pada rahim si istri.

Untuk Masalah Kesuburan Seperti Apakah Inseminasi Intrauterin?

Inseminasi intrauterin diperuntukkan bagi pasangan yang mana si suami memiliki jumlah sperma rendah atau motilitasnya minim (sperma perlu waktu yang lama dan susah mencapai sel telur). Di samping itu, inseminasi ini juga akan sangat membantu jika Anda mengambil obat kesuburan untuk ovulasi atau memproduksi ekstra telur demi peluang kehamilan yang besar.

Tak sebatas itu, inseminasi intrauterin juga cocok jika diperuntukkan bagi orang yang memiliki masalah kesuburan tertentu. Mereka adalah pasangan dengan masalah kesuburan berupa:

  • Masalah kesuburan yang tidak bisa dijelaskan
  • Jaringan parut pada serviks atau abnormalitas pada lendir serviks
  • Mengalami nyeri berat saat berhubungan seksual
  • Suami bermasalah dalam ejakulasi atau dalam mengembangkan ereksi
  • Anda atau pasangan memiliki riwayat penyakit seksual, seperti HIV atau hepatitis
  • Alergi pada semen (air mani)

Selain keenam poin di atas, inseminasi intrauterin membantu wanita yang menggunakan sperma donor atau bisa juga digunakan ketika pria telah membekukan spermanya sebelum menjalani perawatan kanker, yang notabene berpotensi merusak kesuburan sperma.

Bagaimana Tahap-Tahap Inseminasi Intrauterin?

Sebelum menjalani inseminasi artifisial ini, Anda harus memastikan ovulasi. Sebab ia sangat membutuhkan ovulasi, paling tidak dari satu tuba falopi yang terbuka. Di samping itu, sampel air mani yang sehat juga penting keberadaannya.

Ketika menjalani perawatan inseminasi intrauterin, Anda akan mengenal istilah siklus. Istilah ini merujuk pada waktu dari hari pertama periode, inseminasi, dan kemudian tes kehamilan dua minggu setelah inseminasi dilakukan. Ketika Anda masuk pada periode selanjutnya dan siap dimonitori untuk inseminasi lagi, maka itulah siklus kedua Anda.

Tahap-tahap perawatan inseminasi intrauterin ini meliputi lima fase yaitu sebagai berikut:

1. Produksi Telur

Pada tahap awal ini, ovarium memproduksi sel telur untuk pembuahan dalam dua cara. Pertama, dokter akan merekomendasikan cara natural (tanpa melalui rangsangan dari obat kesuburan). Kedua, dokter memberikan obat kesuburan di awal periode. Gunanya untuk merangsang ovarium agar mampu memproduksi beberapa sel telur matang sekaligus. Karena pada normalnya, wanita hanya memproduksi satu sel telur matang per bulannya. (Kenali juga obat kesuburan herbal alami yang aman di sini.)

2. Pelacakan Telur

Setelah tahap tadi, dokter mungkin menyarankan Anda membekali diri dengan alat deteksi ovulasi. Alat ini berfungsi untuk menandai atau melacak ovulasi. Ketika Anda sudah bisa melacak kapan datangnya ovulasi, maka lebih mudah bagi dokter menentukan waktu inseminasi.

Ketika sel telur yang matang keluar dari folikel, alat ini menunjukkan lonjakan hormon luteinizing. Biasanya inseminasi dilakukan pada hari berikutnya setelah lonjakan ini ditemukan. Namun jika Anda kurang menyenangi alat ini, dokter Anda dapat mengetahui kapan ovulasi tiba dengan USG.

3. Mencuci Sperma

Begitu Anda ovulasi, inilah waktu yang tepat untuk suami memproduksi sampel sperma. Sampel sperma ini kemudian akan dicuci. Proses pencuciannya sendiri akan berkonsentrasi atau fokus pada sperma yang terkuat. Lalu, sperma ini akan dijadikan sejumlah kecil cairan yang kelak diinseminasikan.

4. Inseminasi

Setelah melalui tiga tahap sebelumnya, saatnya Anda menjalani proses inseminasi buatan. Dokter menggunakan selang tipis nan panjang (kateter) untuk memulainya. Penggunaan kateter ini untuk menempatkan sperma langsung pada uterus melalui serviks. Anda tidak perlu khawatir atau takut. Kebanyakan wanita tidak merasakan sakit atau sekedar keram ringan pada proses ini.

5. Menguji Kehamilan

Setelah inseminasi dilakukan, Anda akan diberi waktu sebelum menguji kehamilan. Biasanya, waktunya selama dua minggu. Sembari itu, biarkan sperma yang ditanamkan pada rahim menemui sel telur untuk pembuahan.

Nah, calon ibu! Bagaimana? Apakah Anda tertarik mengikuti perawatan inseminasi intrauterin ini? Jika iya, pastikan Anda dan suami telah memperhitungkannya dengan matang. Sebab selain biaya, anda juga harus mempersiapkan tenaga, waktu, dan emosi yang bisa diperhitungkan bersama. Atau cobalah dulu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai masalah kesuburan Anda dan pilihan untuk mengambil inseminasi ini.

Tetap semangat dan selamat merencanakan kehamilan, ya!

Obat Kesuburan Fertilaid