Intracytoplasmic Sperm Injection: Solusi Pria Tanpa Sperma

Intracytoplasmic Sperm Injection: Solusi Miliki Momongan Untuk Pria Tanpa Sperma

Proses Intracytoplasmic Sperm Injection - via rackcdn.com

Proses Intracytoplasmic Sperm Injection – via rackcdn.com

Calon ayah dan ibu, sudah kenalkah Anda dengan metode ICSI? ICSI merupakan kepanjangan dari Intracytoplasmic Sperm Injection. Metode ini biasa digunakan bersama program bayi tabung (In Vitro Fertilisation). Metode ini dipandang lebih canggih dibandingkan bayi tabung biasa. Ini karena sperma langsung disuntikkan ke sel telur.

Tentu saja kehadiran Intracytoplasmic Sperm Injection adalah kabar gembira untuk pria infertil. Terlebih buat mereka yang jumlah spermanya sedikit, bahkan tidak ada dan tidak bisa ejakulasi. Anda adalah pria yang tertarik mencobanya? Atau Anda adalah wanita yang ingin merekomendasikan perawatan ini pada suami? Jika jawabannya iya, yuk kita simak tahap-tahap perawatan ICSI berikut ini!

1. Pengumpulan Sperma

Pertama-tama, suami harus menyediakan sampel sperma. Pengambilan sperma ini berbarengan dengan pengambilan sel telur istri. Namun, bisa juga sperma diambil lebih dahulu dan dibekukan. Pencairan sperma baru dilakukan ketika sel telur istri siap dibuahi. Setelah sampel sperma terkumpul, seorang embriologis akan dilibatkan. Ia adalah ilmuwan yang ahli di bidang sperma, sel telur, dan embrio. Ia pula yang akan mencari sampel sperma dalam semen (air mani) suami.

2. Microsurgery (Jika Diperlukan)

Ketika sampel semen menunjukkan sedikit sperma, tidak ada sperma, atau bahkan pria tak sanggup ejakulasi, dokter akan melakukan microsurgery (pembedahan kecil). Pembedahan dilakukan agar sperma bisa diambil dari testis atau saluran lain yang membawanya. Prosedur ini dilakukan di bawah anestesi lokal dan penyembuhannya tidak menyakitkan. Suami hanya harus mengurangi aktivitas berat selama 5-10 hari. Tapi dalam satu sampai dua hari saja, suami sudah boleh bekerja.

3. Pengambilan Sampel Jaringan (Jika Dibutuhkan)

Jika microsurgery tidak bekerja, dokter akan mengambil sampel jaringan di dalam testis. Jaringan yang diambil adalah jaringan yang mengandung sperma. Jika tidak ada sperma yang ditemukan, kadang dokter akan menyarankan sperma donor agar bisa memiliki momongan. Biasanya, saran seperti ini akan dipertimbangkan dengan peraturan di masing-masing negara.

Lagi program hamil? Download ebook cara menghitung masa subur ini untuk perhitungan masa subur yang lebih akurat dan positif hamil lebih cepat.

4. Pengumpulan Sel Telur

Ketika perawatan bayi tabung dimulai, istri akan menerima suntikan gonadotropin (obat kesuburan untuk merangsang ovarium agar mengembangkan sejumlah sel telur matang untuk pembuahan). Dokter juga akan memberi istri anestesi dan memasukkan selang ultrasonik lewat vagina. Dengan begitu, ovarium bisa dilihat dan kondisi folikel bisa diidentifikasi.

Setelah folikel dipastikan berisi sel telur matang, sebuah jarum tipis dimasukkan lewat dinding vagina. Kemudian sel telur diambil dari folikel. Sekali proses pengambilan, biasanya ada 8 sampai 15 sel telur yang berhasil diambil.

5. Pembuahan Sel Telur

Pada tahap inilah, embriologis dilibatkan lagi. Embriologis akan menginjeksikan satu sperma pada satu sel telur. Hal ini sangat berbeda dengan bayi tabung yang menyatukan sperma dan sel telur dan dibiarkan hingga terjadi konsepsi. Konsepsi baru dianggap sukses saat sperma berhasil menembus sel telur. Tiga hari setelah konsepsi berhasil, setiap sel telur yang sukses dibuahi menjadi bola sel. Ialah yang disebut embrio.

6. Transfer Embrio

Merunut pada usia istri dan faktor-faktor lainnya, dokter akan menempatkan satu hingga lima embrio di uterus. Caranya adalah dengan memasukkan kateter tipis lewat serviks.

7. Bayi Berkembang

Jika perawatan bekerja, sebuah embrio tertanam di dinding rahim istri. Embrio itu akan tumbuh menjadi bayi. Jika ada kelebihan embrio, ia bisa dibekukan dan digunakan untuk siklus bayi tabung di masa mendatang. Namun jika lebih dari satu embrio ditanamkan, peluang kehamilan semakin besar. Begitu pula dengan peluang kehamilan ganda. Sekitar 20% bayi yang lahir lewat bayi tabung adalah kembar dua, tiga, bahkan lebih.

8. Tes Kehamilan

Ini adalah tahap terakhir dari prosedur bayi tabung dengan ICSI. Pasangan suami istri mengunjungi dokter untuk melakukan tes kehamilan. Tes ini akan dijadwalkan setelah embrio ditempatkan di uterus.

Demikianlah tahap-tahap perawatan Intracytoplasmic Sperm Injection yang lazim dilakukan di dunia. Jika Anda ingin menjalankan prosedur ini, pastikan temui dokter kesuburan terlebih dahulu. Prioritaskan perawatan kesuburan yang non invasif atau seminim mungkin invasifnya. Bukan tidak mungkin kalau perawatan kesuburan yang sesuai kasus Anda, justru malah perawatan yang sederhana (misalnya obat kesuburan), minim pembedahan, dan biayanya tidak terlalu tinggi.