Janin Tidak Berkembang, Kenali Penyebabnya!

Janin Tidak Berkembang, Kenali Penyebabnya!

Janin tidak berkembang? - via fimela.com

Janin tidak berkembang? – via fimela.com

Janin tidak berkembang adalah kondisi di mana janin dalam rahim wanita tidak berkembang sesuai dengan usia kandungannya. Misalnya, Anda sudah hamil 10 minggu. Namun, perkembangan janinnya masih seperti usia di bawah 10 minggu. Pada beberapa kejadian, kondisi ini bisa disertai dengan berhentinya denyut jantung.

Pada umumnya, janin yang tidak berkembang bisa dideteksi pada usia satu hingga tiga bulan. Jika ini dibiarkan saja hingga lebih dari tiga bulan, tentunya kondisi janin yang tidak berkembang sangat merugikan. Sebab, kondisi ini dapat memicu keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan.

Penyebab Janin Tidak Berkembang

Ada banyak faktor penyebab janin tidak berkembang. Ada yang dipengaruhi oleh faktor genetika, pembuluh darah, infeksi virus atau mikroorganisme, hingga gaya hidup yang buruk. Dengan mengetahui penyebab-penyebab ini, Anda bisa melakukan langkah preventif sebelum kasus ini terjadi dan lebih waspada untuk memperkecil peluang resikonya.

1. Faktor genetik

Faktor genetik adalah penyebab utama janin tidak berkembang. Faktor genetik yang dimaksud bukanlah faktor genetik yang diturunkan oleh riwayat keluarga sebelumnya. Ia adalah faktor sperma atau sel telur yang kurang baik kondisinya pada masa pembuahan. Akibatnya, perkembangan janin pun tidak maksimal.

Janin yang tidak berkembang karena faktor genetik ini dapat menjurus pada kehamilan kosong. Kehamilan kosong yang juga biasa disebut blighted ovum ini dapat terjadi berulang-ulang. Maka dari itu, sejak awal merencanakan kehamilan, amatlah penting untuk mengupayakan agar kuantitas, kualitas sel telur dan sperma yang terbaik.

Lagi program hamil? Download ebook cara menghitung masa subur ini untuk perhitungan masa subur yang lebih akurat dan positif hamil lebih cepat.

2. Infeksi TORCH

Infeksi TORCH merupakan kepanjangan dari toksoplasma, rubela, cytomegalovirus, dan herpes simpleks. Keempat infeksi tersebut bisa ditularkan dari ibu hamil ke bayi yang sedang dikandung. Ibu dengan infeksi TORCH ini punya peluang tinggi dalam penyebab cacat bawaan.

Untuk kasus janin yang tidak berkembang, infeksi cytomegalovirus, rubela, toksoplasma, atau herpes simpleks I dan II menyerang imunitas tubuh si ibu. Apabila infeksi ini terdeteksi selama ibu itu masih hamil, perawatan yang memungkinkan adalah terapi dan konsumsi obat dengan resep dokter. Jika Anda belum telanjur hamil, pemeriksaan akan infeksi ini penting untuk pencegahan janin yang tak berkembang.

3. ACA (Anti Cardiolipin)

Anti cardiolipin adalah pembekuan atau penyumbatan pembuluh darah. Hal ini akan membuat aliran darah tidak lancar, pertumbuhan janin berhenti, dan berujung pada tidak berkembangnya janin. Anti caridolipin ini sangat tergantung pada sistem imunitas di dalam tubuh si ibu.

Pada kasus ini, daerah-daerah yang terarah pada janin tersumbat atau membeku pembuluh darahnya. Dampaknya, janin tidak mendapat suplai makanan, oksigen, serta nutrisi-nutrisi yang diperlukan. Karena itu, kasus ACA ini dapat disembuhkan dengan terapi atau obat yang sifatnya anti pembekuan darah. Ketika aliran atau pembuluh darah normal lagi, dokter akan melakukan pengawasan ketat dan juga terapi sampai waktu persalinan tiba.

4. Kurang Asupan Asam Folat

Mulai saat ini, jangan remehkan pentingnya asam folat untuk kehamilan Anda. Ketika dokter memberikan resep asam folat, itu karena manfaatnya untuk perkembangan janin. Asam folat akan sangat mendukung perkembangan janin beserta organ-organ penting. Jika asam folat kurang, bukan tidak mungkin kelak janin tidak berkembang.

5. Usia Ibu yang Sangat Muda

Wanita dengan usia yang amat muda untuk mengandung, kemungkinan kondisi rahimnya belum benar-benar matang dan siap dihuni bayi. Misalnya, wanita yang usianya di bawah 20 tahun. Mulai dari gangguan kehamilan, gangguan kesehatan, hingga resiko kanker serviks mungkin terjadi pada wanita itu.

6. Merokok

Ibu hamil yang merokok (baik aktif maupun pasif), dapat membahayakan janin yang dikandungnya sendiri. Asap rokok dan kandungan nikotin yang terserap dalam tubuh, dapat ikut diserap oleh janin. Ujungnya, potensi janin tidak berkembang mengintai Anda. Maka, sepakatlah untuk menjauhi rokok selama rencana kehamilan dan saat mengandung!

7. Berat Badan Kurang Sehat

Memiliki berat badan yang ideal sekaligus sehat sebelum hamil adalah hal yang sangat berharga. Tak cuma tampil menarik dan cantik, kesuburan Anda juga lebih tinggi dibandingkan mereka yang obesitas dan yang terlalu kurus. Berat badan yang tidak sehat cenderung rentan gangguan kehamilan, yang salah satunya adalah janin tidak berkembang.

8. Mencandu Narkoba

Narkoba, kokain, ganja, dan obat terlarang lainnya adalah obat yang diharamkan untuk ibu hamil. Baik pada saat baru merencanakan kehamilan, hamil sembilan bulan, dan menyusui. Pada waktu hamil sendiri, wanita dilarang mengkonsumsi obat tanpa resep dokter. Ini karena ditakutkan ada efek kimia yang mengganggu kehamilan, seperti janin yang tak berkembang.

9. Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa berpengaruh negatif pada ibu hamil dan janinnya. Misalnya, komplikasi pre eklamsia (gangguan kehamilan dengan gejala tekanan darah yang tinggi serta kandungan protein dalam urin yang tidak normal), serangan jantung, dan juga janin yang tidak berkembang. Keberadaan hipertensi juga lebih rentan membuat Anda mudah stres.

10. Diabetes

Diabetes melitus pada ibu hamil rentan memberi dampak komplikasi pada kehamilan. Berdasarkan catatan sejumlah kasus, komplikasi yang dimaksud antara lain bayi berukuran besar atau janin yang terlalu kecil. Tentu saja ukuran bayi atau janin tersebut jadi tak sesuai dengan usia perkembangannya. Jika sedari awal janin sudah kecil, bukan tak mungkin janin tersebut akan tak berkembang kelak.

11. Anemia

Anemia adalah kurangnya jumlah sel darah merah pada tubuh. Akibat kekurangan ini, sel darah yang diperlukan untuk memasok darah ke janin semakin sedikit. Asupan makanan, nutrisi, dan oksigen pun menjadi tak maksimal. Bila terjadi terus-menerus, janin akan berhenti tumbuh dan tidak berkembang.

12. Lupus

Lupus pada ibu hamil dapat menyebabkan janin tak berkembang. Ini dikarenakan pengidap lupus memiliki anomali pada imunitasnya. Sistem imun yang normalnya melindungi tubuh, malah bekerja sebaliknya dengan merusak daya tahan tubuh. Organ tubuh mana saja akan rentan terserang dan melemah. Tak terkecuali janin.

13. Kelainan Plasenta

Selain pada trimester kedua dan ketiga, kelainan plasenta juga dapat terjadi pada trimester pertama. Jika pada trimester awal sudah terjadi kelainan, wanita tersebut lebih mudah mengalami ketidakberkembangnya janin. Hal ini dikarenakan plasenta tak berfungsi maksimal. Padahal, plasenta merupakan penghubung suplai makanan, nutrisi, dan oksigen dari ibu ke janinnya.

14. Kromosom Tak Normal

Pada kehamilan yang normal, janin berkembang berkat adanya kromosom. Namun jika sperma mengalami kekosongan kromosom, bisa terjadi kehamilan kosong. Kasus lainnya lagi, jika sperma berisi kromosom yang tak normal, kehamilan dengan janin yang tak berkembang bukan mustahil terjadi.

15. Kehamilan Kembar

Kehamilan kembar memang hal yang menyenangkan. Namun di balik itu, kehamilan kembar juga rentan akan berbagai resiko. Mulai dari janin tak berkembang, keguguran, janin meninggal dalam rahim, kelahiran prematur, dan lainnya. Resiko itu bisa terjadi pada salah satu bayi, bahkan keduanya sekaligus.

Tak ada salahnya melakukan pemeriksaan dini atau sekedar berkonsultasi pada dokter kandungan. Toh, penyebab janin tidak berkembang juga begitu kompleks. Dengan memperbanyak komunikasi dengan dokter, toh memperluas wawasan Anda dan menghindarkan diri dari potensi-potensi yang membahayakan kehamilan. Tetap semangat, ya!