Jika Hasrat Seksual Pria Turun Saat Program Hamil, Coba Periksa Testosteron Anda!

Hasrat seksual turun saat program hamil? - via viralka.pl

Hasrat seksual turun saat program hamil? – via viralka.pl

Dear calon Ayah, pernahkah Anda mengalami masa-masa di mana hasrat seksual turun saat program hamil? Biasanya, ini terjadi karena stres. Bisa juga karena mulai jenuh dengan seringnya frekuensi berhubungan tanpa ada hasil. Namun tak selamanya gairah berhubungan turun karena masalah pada otak/pikiran, lho!

Hasrat seksual turun karena kadar testosteron

Testosteron adalah hormon pria. Pada pria, testosteron menjadi satu-satunya hormon seks yang dapat mempengaruhi pusat gairah seksual di otak. Sampai di sini, cukup jelas bukan jika testosteron punya kontribusi besar dalam gairah berhubungan seksual untuk kehamilan? Karena itu, Anda harus waspada karena kekuatan hormon dapat berkurang seiring usia. Hilangnya gairah untuk berhubungan dapat jadi pertanda kalau kadar testosteron mulai berkuarang.

Menurut Daniel Stein, M.D. (direktur medis Foundation for Intimacy di Tampa), testosteron adalah hormon gairah. Penurunan jumlah hormon tersebut akan terjadi seiring usia. Dampak yang timbul adalah hilangnya hasrat berhubungan dan kemampuan seksual. Jika Anda mengalami kebosanan atau kehilangan gairah untuk berhubungan, masalahnya belum tentu pada otak Anda. Bisa jadi ini karena hormon testosteronnya.

Ketahui penyebab hasrat seksual turun dengan mengukur kadar testosteron

Untuk mengetahui penyebab pria kehilangan gairah berhubungan, Anda bisa mengukur kadar testosteron. Ada beberapa cara untuk mengukurnya. Namun yang sejauh ini diketahui paling akurat adalah pengukuran dengan tes darah. Lewat tes darah, dokter mengambil sampel darah pria. Kemudian sampel akan dibawa ke laboratorium untuk diuji kadar testosteron bebas dan terikatnya (free and bound testosterone).

Ditambahkan Stein, alangkah baiknya setiap pria yang usianya sudah di atas 35 tahun melakukan pemeriksaan testosteron dengan tes darah. Langkah ini akan sangat berpengaruh pada kehidupan seksual di masa mendatang.

Tingkat testosteron yang normal sendiri ada di antara angka 800-1.200. Namun jika seorang pria memiliki tingkat testosteron di bawah 500, Stein menyarankan agar ada tindakan cepat untuk langkah selanjutnya. Misalnya terapi sulih hormon melalui injeksi atau alternatif-alternatif lainnya.

Terapi sulih hormon testosteron

Berdasarkan survey nasional di Amerika, 4-5 juta pria punya kadar testosteron di bawah normal. 5% di antaranya merawat masalahnya dengan terapi sulih hormon. Tipe terapi ini memang bermanfaat, namun tetap memiliki resiko kesehatan. Misalnya, resiko kanker prostat. Tapi jika Anda melakukan terapi ini hanya pada dokter yang ahli, berpengalaman, dan terpercaya, terapi sulih ini tidak akan berbahaya.

Untuk menjaga testosteron Anda tetap berkondisi baik, para ahli menyarankan Anda untuk mengambil suplemen tumbuh-tumbuhan. Dan yang terpenting, jangan terlalu berharap pada obat viagra. Menurut Stein, viagra tidak berpengaruh pada gairah seksual. Sayangnya, tidak banyak pria yang menyadari hal ini.

Suplemen kesuburan FertilAid for Men

Bingung memilih suplemen untuk masalah kesuburan Anda? Tak ada salahnya mencoba FertilAid for Men! Suplemen ini kaya dengan nutrisi baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sperma. Kandungan zinc, vitamin, dan mineral lainnya juga mendukung kinerja organ reproduksi pria. Tak terkecuali mendukung produksi hormon testosteron.

Masih ragu? FertilAid for Men ini aman, halal, dan terbuat dari herbal alami kok! Bahkan kandungannya pun diracik oleh ahli ginekologis ternama di Amerika Serikat, Dr. Amos Grunebaum, MD. Banyak testimoni dari jutaan pasangan suami dan istri di dunia, telah membuktikannya sebagai suplemen yang manjur. Ingin lihat testimoni dan produknya? Klik saja di sini!

Sebelumnya saya sempat 2 kali keguguran. Namun kami tidak pernah putus asa dalam berikhtiar, karena kami yakin Allah SWT akan memberikan yg terbaik bagi kami. » BACA SELENGKAPNYA «