Jika Saya Infertil, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Segera temui dokter jika mengalami infertilitas - via tqn.com

Segera temui dokter jika mengalami infertilitas – via tqn.com

Infertilitas adalah hal yang tidak pernah diharapkan setiap pasangan suami  istri. Bagaimana tidak? Mengalami infertilitas sama saja sulit atau bahkan tidak bisa memiliki keturunan. Namun, apa jadinya kalau Anda dan suami mengalami infertilitas? Apa yang harus dilakukan? Berikut ini, tim Aku Ingin Hamil berhasil menghimpun sejumlah data untuk menjawabnya!

Apa yang harus dilakukan jika tak kunjung hamil dan mengalami infertilitas?

Jika tidak ada pembuahan setelah satu berhubungan seksual tanpa kondom, Anda dan suami bisa menemui dokter. Pasangan dengan faktor resiko infertilitas (seperti wanita yang berusia di atas 35 tahun) harus cepat-cepat mendapatkan penanganan atau nasehat. Sebab wanita di atas 35 tahun, kesuburannya akan semakin jauh merosot.

Nasihat yang didapat akan meliputi perubahan gaya hidup (anjuran agar mendapatkan berat badan yang ideal dan menghentikan kebiasaan merokok) serta masalah teknik (membuat grafik kesuburan agar tahu kapan masa subur datang, dll.).

Tes infertilitas wanita

Jika Anda tertarik menjajal tes infertilitas, ada serangkaian tahap yang dilalui. Pertama, tes progesteron dalam darah untuk mengecek evaluasi. Tes ini dilakukan tujuh hari sebelum periode dimulai. Kedua, tes hormon dalam darah untuk periode yang tidak rutin. Tes yang ini dilakukan untuk mengevaluasi level FSH (follicle stimulating hormone atau hormon stimulasi folikel) dan hormon luteinizing.

Ketiga, tes klamidia. Hasil tes ini akan menjadi parameter apakah Anda mengidap infeksi menular seksual. Keempat, tes fungsi tiroid. Beberapa wanita infertil punya abnormalitas tiroid, yang gejalanya kekurangan atau kelebihan berat badan.

Keempat, hysterosalpingogram X-ray. Tes ini menggunakan pewarna khusus untuk melihat rahim dan tuba falopi, jika ada penyumbatan. Kelima, hysterosalpingo-contrast ultrasonography scan. Tes ini diambil setelah cairan khusus diinjeksikan ke dalam rahim. Kemudian, dokter akan memeriksa apakah cairan tadi mengalir melalui tuba falopi.

Keenam, laparoskopi. Laparoskopi merupakan salah satu prosedur pembedahan mikro. Ia menggunakan kamera khusus yang dimasukkan lewat sayatan kecil di perut. Selanjutnya, dokter dapat melihat lebih dekat ke ovarium, rahim, dan tuba falopi.

Tes infertilitas pria

Berbeda dengan wanita, tes infertilitas pria cenderung sederhana. Setidaknya, ada tiga tahap yaitu pemeriksaan fisik, analisis air mani, dan tes klamidia. Pemeriksaan fisik berguna untuk mengecek testis dan penis. Keduanya akan diteliti dari setiap benjolannya, masalah struktural, atau deformitasnya.

Untuk analisis air mani, pria akan dihitung jumlah spermanya, ditinjau mobilitas spermanya, serta kelainan lainnya yang mungkin terjadi pada sperma. Terakhir, tes klamidia. Sama seperti pada tes infertilitas wanita, tes ini digunakan untuk mengetahui potensi infeksi menular seksual pada suami Anda.

Apa saja perawatan untuk infertilitas?

Perawatan infertilitas yang dikenai pada seseorang, dapat berbeda-beda. Perawatan itu sendiri tergantung pada hasil tes infertilitas dan riwayat medisnya. Sejauh ini, dikenal tiga jenis perawatan kesuburan. Mereka adalah obat kesuburan, operasi, dan prosedur pembuahan (misalnya program bayi tabung atau In Vitro Fertilisation). (Lihat juga tentang obat kesuburan alami yang diracik oleh ahli ginekologis kenamaan Amerika di sini)

Obat kesuburan biasanya lebih banyak digunakan oleh wanita daripada laki-laki. Misalnya, obat kesuburan yang sifatnya untuk perawatan ovulasi. Nama-nama yang lazim untuk perawatan semacam ini adalah klomifen, tamoxifen, gonadotropin (obat kesuburan ini diinjeksikan dan bisa juga untuk pria), hormon pelepas gonadotropin, dan dopamin agonis. Di samping yang sifatnya merawat ovulasi, ada pula obat kesuburan yang digunakan untuk merawat sindrom ovarium polikistik (polycystic ovarium syndrome atau PCOS). Namanya adalah metformin.

Sedangkan jenis perawatan kesuburan yang melibatkan operasi dan pembedahan untuk wanita, ada dua macamnya. Pertama, operasi tuba falopi. Ini gunanya untuk memperbaiki penyumbatan atau jaringan parut di tuba falopi. Kedua, laparoskopi. Dengan laparoskopi, kista atau fibroid bisa diatasi. Untuk prosedur operasi dan pembedahan untuk pria, biasanya digunakan untuk mengatasi penyumbatan epididimal dan ektraksi bedah sperma untuk konsepsi.

Terakhir, perawatan infertilitas dengan teknik konsepsi (pembuahan) bantuan. Pertama, inseminasi intrauterin (IUI) yang menempatkan sperma pada rahim lewat tabung spesial. Kedua, program bayi tabung. Dengan bayi tabung, pembuahan terjadi di laboratorium. Setelah pembuahan berhasil, embrio ditanamkan di rahim istri. Terakhir, ada donasi sel telur dan donasi sperma dari donor. Cara terakhir ini adalah cara final di mana sel telur atau sperma sudah benar-benar tidak dapat digunakan untuk pembuahan.

 

Calon ayah dan ibu, itulah hal yang harus Anda lakukan begitu menyadari adanya infertilitas. Anda dan suami tak perlu takut, apalagi resah usai membaca artikel ini. Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi bukankah lebih baik kita membekali diri terlebih dahulu untuk mengatasi segala macam kemungkinan di masa depan?

Sebelumnya saya sempat 2 kali keguguran. Namun kami tidak pernah putus asa dalam berikhtiar, karena kami yakin Allah SWT akan memberikan yg terbaik bagi kami. » BACA SELENGKAPNYA «