Jurus Agar Tetap Bahagia Selama Perawatan Secondary Infertility
≡ Menu
Home » Tips Kesuburan » Jurus Agar Tetap Bahagia Selama…

Jurus Agar Tetap Bahagia Selama Perawatan Secondary Infertility

Jurus Agar Tetap Bahagia Selama Perawatan Secondary Infertility

Image credit : www.liputan6.com

Hai, calon ibu! Apakah Anda kini sedang merencanakan kehamilan yang kedua namun tak kunjung mendapatkan hasilnya? Waspadalah! Barangkali Anda mengalami secondary infertility (ketidaksuburan sekunder), yaitu kondisi di mana wanita mengalami ketidaksuburan justru setelah ia pernah mengandung dan melahirkan anak.

Kelihatannya gejala ini aneh sekali, ya? Bagaimana mungkin orang yang sebelum sudah memiliki anak dan dapat dikatakan subur, mendadak tidak subur? Tapi percayalah, ini juga bisa terjadi pada Anda. Apalagi kondisi sistem reproduksi dan gaya hidup anda kurang sehat, yang juga dapat menyebabkan ketidaksuburan pada kehamilan pertama.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, penyebab dan perawatan kasus secondary infertility sebenarnya sama dengan primary infertility (ketidaksuburan primer yang terjadi pada rencana kehamilan anak pertama). Oleh karena itu, kemungkinan untuk bisa subur kembali masih terbuka lebar selama usia Anda pun masih subur. Di samping itu, Anda tidak boleh lupa kalau kesuburan Anda maksimal jika menjauhi rasa stres dan tetap bahagia.

Jangan Malu untuk Berbagi dengan Orang Lain

Anda tidak perlu malu mengakui kalau kasus ketidaksuburan tengah menimpa Anda. Menyangkalnya justru akan membuat Anda merasa terbebani, iri, dan malas memeriksakan diri pada dokter kesuburan. Bukankah ini lebih parah? Maka, mulailah berbagi dengan keluarga dan teman terdekat.

Namun jika mereka tidak cukup memahami permasalahan Anda, tak perlu takut! Toh, dewasa ini berkembang begitu banyak lembaga nasional dan swasta yang turut peduli pada masalah kesuburan. Misalnya, lembaga yang fokus pada gerakan kesehatan ibu dan anak. Anda juga bisa mengaikuti gerakan-gerakan CSR perusahaan yang terkait dengan kesehatan kesuburan.

Pilihan lainnya, bergabunglah pada komunitas dan forum online yang kerapkali membicarakan permasalahan kesuburan dan cara mendapatkan momongan. Toh, kini sudah banyak forum-forum atau diskusi yang tak berbayar. Pastikan komunitas dan forum online yang Anda masuki bukanlah grup yang anggotanya bermasalah pada kesuburan primer. Sebagai wanita yang sudah lebih berpengalaman punya anak, Anda akan menghabiskan waktu untuk berempati pada mereka daripada mencari solusi untuk masalah kesuburan yang dialami.

Hindari Rasa Cemas dan Frustasi, Apalagi Hingga Berbuah Kemarahan

Cemas dan frustasi saat menjalani perawatan kesuburan itu sah-sah saja. Yang tidak boleh adalah ketika Anda melanjutkannya dengan emosi dan marah besar. Pertama, ini akan sangat mengganggu hubungan Anda dengan pasangan. Kedua, emosi ini akan menumbuhkan trauma pada anak pertama jika dilihat. Ketiga, emosi tidak akan menyelesaikan permasalahan Anda sampai kapan pun.

Sesibuk apapun melakukan perawatan untuk kesuburan, pastikan Anda meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan anak pertama. Karena Anda sangat ingin memberikan adik padanya, jangan lantas Anda lupa untuk memperhatikan si sulung dan membuatnya dalam kondisi terabaikan.

Carilah Kegiatan yang Menyenangkan untuk Dilakukan Bersama

Mulailah pertimbangkan konseling untuk membantu Anda dan suami menangani perasaan lelah dan frustasi akibat secondary infertility. Belajar teknik menghilangkan stres dengan yoga juga sangat disarankan. Di akhir pekan, Anda dan keluarga bisa mencari aktivitas yang menyenangkan. Entah berlibur, berbelanja, makan bersama di luar, dan lain sebagainya.

Jangan Lupa Beristirahat

Mengurus anak pertama Anda saja kadang sudah sangat melelahkan. Apalagi jika harus bekerja selama 8 jam sehari dan melakukan pekerjaan rumah seusainya. Tentu saja Anda perlu mengambil sedikit waktu untuk beristirahat. Pertanyaannya sekarang, beranikah Anda beristirahat tanpa gangguan dari anak Anda?

Ya! Anda harus berani. Toh, Anda hanya meninggalkan anak Anda sebentar saja. Coba jangkau keluarga atau teman ketika Anda perlu istirahat. Jika Anda mau, menyewa jasa pengasuh atau babysitter terpercaya pun baik dilakukan. Maka usai dari waktu rehat tersebut, hubungan Anda dengan anak dan pasangan akan lebih sehat dan harmonis. Penat, jenuh, dan amarah pun pergi jauh-jauh.

Bagaimana, calon ibu? Semoga jurus bahagia tadi tetap bermanfaat untuk Anda, ya! Ingat, kehamilan yang sukses bisa didapat kalau Anda turut menghindari stres. Maka dari itu jauhi semua sumber stres dan jangan terlalu mengambil hati omongan-omongan negatif dari orang di sekitar. Tetap semangat, ya!