Kenali Pengobatan Hiperprolaktinemia Untuk Kembalikan Kesuburan Anda!

Kenali Pengobatan Hiperprolaktinemia Untuk Kembalikan Kesuburan Anda!

Image credit : www.ledisia.com

Halo, calon ibu! Apakah di antara Anda, ada yang pernah mengalami kesulitan hamil namun dapat memproduksi ASI? Jika gejala yang ganjil ini Anda iyakan, kemungkinan anda sedang mengidap penyakit hiperprolaktinemia. Apalagi kalau disertai menstruasi yang tidak rutin dan vagina mengering.

Hiperprolatinemia adalah sebuah kondisi di mana aliran darah Anda dipenuhi prolaktin dalam kadar yang tinggi. Prolaktin sendiri adalah hormon yang dihasilkan oleh salah satu kelenjar di otak bernama kelenjar pituitari. Jika hiperprolaktinemia ini sudah terjadi, prolaktin tadi akan mengurangi kadar estrogen dan menghambat ovulasi Anda. Kalau ini menimpa anda, peluang hamil otomatis menjadi lebih sedikit bukan?

Jika gejala di awal tadi terjadi, pastikan Anda segera mengunjungi dokter spesialis kesuburan. Bila memang Anda positif hiperprolaktinemia, jangan ragu menjalankan pengobatan demi kembalinya kesuburan Anda.

Pengobatan hiperprolaktin ditujukan untuk mengecilkan tumor pituitari

Pada umumnya, hiperprolaktinemia disebabkan oleh tumor dalam kelenjar pituitari. Karena itu, pengobatannya juga diarahkan untuk mengecilkan tumor tersebut. Wanita yang diameter tumornya lebih dari 10 milimeter dan ingin hamil, biasanya disarankan mengambil obat yang bersifat agonis dopamin (dopamine agonist). Obat itu adalah bromocriptine dan cabergoline. Dengan dua obat tadi, tumor akan dikecilkan sebelum mendapati kehamilan.

Jika setelah sekian lama pengobatan berlangsung dan tumor pituitari belum cukup mengecil, lalu diikuti masalah penglihatan, dokter akan menyarankan Anda untuk operasi pengangkatan tumor segera sebelum Anda hamil. Dengan operasi ini, diharapkan kadar prolaktin Anda dapat bekerja normal dan tidak mengganggu kehamilan.

Lama pengobatan ini berlangsung sesuai kasus Anda

Pertama-tama, dokter akan memulai pengobatan hiperprolaktinemia dengan dosis rendah dahulu. Kemudian, secara bertahap dosis obat akan ditingkatkan sesuai kebutuhan dan kasus Anda. Biasanya, kadar prolaktin akan turun dalam 2-3 minggu setelah pengobatan dimulai.

Ada dua pilihan obat untuk hiperprolaktinemia, yaitu bromocriptine dan cabergoline. Dengan bromocriptine, Anda bisa menggunakan pengobatan secara oral (pil yang diminum) atau vaginal. Dosisnya kira-kira 1-2 kali per hari sampai Anda hamil. Sedangkan cabergoline hanya menyediakan pengobatan secara oral (juga dalam bentuk pil). Pada umumnya, Anda akan dikenakan dosis 1-2 kali per minggu sampai kehamilan tiba.

Anda bisa menggunakan obat tersebut selama beberapa tahun karena keduanya dikenal sangat aman dan tidak menimbulkan cacat lahir pada bayi.

Untuk hindari efek samping, gunakan obat hiperprolaktinemia sebelum tidur

Efek samping pengobatan hiperprolaktinemia bisa dibilang beragam. Mulai dari tekanan darah rendah, sakit kepala, pusing, mual, hidung tersumbat, kelelahan, sembelit, hingga mental menurun dan depresi. Saking rendahnya tekanan darah dan sakitnya kepala, bahkan pemakainya pun bisa dibuat pingsan.

Untuk menghindari efek samping yang tidak mengenakkan, cukup konsumsi obat hiperprolaktinemia menjelang tidur. Ini untuk menghindari resiko pingsan karena tekanan darah Anda yang mendadak rendah. Lakukan ini setiap kali dosis dimulai atau ditingkatkan karena tubuh Anda harus mulai beradaptasi dengan dosis yang diterima.

Solusi lain untuk menghindari efek samping adalah Anda bisa mengkonsumsi obat oral dengan makanan supaya tidak terlalu lemas. Bisa juga menggunakan bromocriptine secara vaginal karena pengobatan ini memiliki efek samping yang tidak sebanyak bromocriptine oral. Mencoba cabergoline pun sah-sah saja karena efek yang ditimbulkan cenderung lebih sedikit.

Setelah pengobatan, ovulasi akan normal dan kehamilan bisa didapati

Dikutip dari laman babycenter.com, kadar prolaktin bisa kembali normal pada sekitar 90% wanita yang mengambil bromocriptine atau cabergoline. 85% wanita yang mengambil pengobatan bahkan mengalami ovulasi lagi, dan 70-80% di antaranya hamil. Tapi harus diingat, persentase ini tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor yang pada umumnya mempengaruhi kehamilan. Misalnya umur hingga kualitas sperma.

Jika Anda tetap tidak ovulasi meskipun kadar prolaktin sudah normal, obat kesuburan seperti klomid (clomiphene citrate) atau gonadotropin bisa ditambahkan pada pengobatan Anda. Namun jangan asal membelinya. Tetap berkonsultasilah pada dokter untuk mendapatkan dosis dan bimbingan yang sesuai.

Nah, calon ibu! Kalau Anda menemui gejala sulit hamil, menstruasi tidak teratur, vagina mengering, dan lebih parahnya lagi memiliki ASI saat tak hamil, segera periksakan diri Anda. Perlu Anda ketahui,  mungkin tumor pituitari yang menyebabkan hiperprolaktinemia ini non kanker dan tidak ganas. Tapi, bukan tidak mungkin ia berubah menjadi kanker meskipun kasusnya jarang.

Dan yang paling penting, Anda tidak mau kehilang kesuburan dan gagal mendapatkan keturunan bukan? Yuk, segera periksakan diri Anda ke dokter kesuburan!

Herbal kesuburan ini layak anda coba, membantu meningkatkan kesuburan hingga berkali-kali lipat sehingga anda bisa hamil lebih mudah. » KLIK DISINI! «