Kenali Versi Lain dari Program Bayi Tabung Bernama ICSI

Kenali Versi Lain dari Program Bayi Tabung Bernama ICSIHai, para calon ibu! Setelah kemarin kita mengenal tentang inseminasi intrauterin dan program bayi tabung (In Vitro Fertilisation), sekarang saatnya kita mengenal metode inseminasi lainnya bernama ICSI. ICSI juga merupakan salah satu teknologi kedokteran yang mampu mengatasi masalah kesuburan dan membantu agar Anda dan suami segera memiliki momongan.

ICSI merupakan kepanjangan dari Intra-Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI). ICSI banyak dikatakan mirip seperti program bayi tabung IVF dan punya potensi besar untuk kehamilan. Namun, ternyata ada juga yang membedakannya. Seperti apa sih bedanya? Lalu siapa saja yang bisa mendapatkan perawatan seperti ini? Untuk mengetahuinya, artikel akuinginhamil.com ini akan menjelaskannya lebih lanjut.

Untuk siapakah ICSI ditujukan?

Teknik inseminasi ini sangat membantu pasangan suami istri, yang mana suami mempunyai kualitas sperma yang sangat buruk atau bahkan tidak mengejakulasikan sperma sama sekali. Lewat bantuan ICSI, sel telur dapat dibuahi walaupun semen atau air mani jumlahnya sangatlah sedikit. Biasanya, dokter akan merekomendasikan ICSI ketika mereka berpikir bahwa sel telur tidak akan mungkin dibuahi dengan metode In Vitro Fertilisation (IVF) atau program bayi tabung yang konvensional.

Konsep penggunaan ICSI adalah sperma tidak perlu menerobos lapisan luar telur atau bahkan mengalami perjalanan menuju sel telur. Sebab, sel sperma akan disuntikkan langsung pada sel telur. Jika pasangan Anda memiliki sel sperma dalam jumlah yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali, tentunya metode ICSI sangat membantu. Di samping itu, mereka yang memiliki sperma abnormal dalam jumlah tinggi serta memiliki motilitas rendah juga bisa menggunakan metode ini.

Bagaimana cara kerja ICSI?

Dengan ICSI, si istri akan diberikan obat kesuburan untuk menstimulasi ovarium agar bisa memproduksi sel telur matang untuk pembuahan. Kemudian si suami diambil spermanya, bisa melalui ejakulasi atau pun pengambilan sperma dengan anestesi lokal oleh dokter.

Setelah sperma terambil, sebuah sperma saja bisa langsung disuntikkan ke dalam sel telur untuk proses pembuahan. Telur yang sudah dibuahi (embrio) kemudian muncul ke dalam rahim Anda beberapa hari kemudian.

ICSI ini seperti bayi tabung (IVF), namun bedanya adalah…

Sekilas, ICSI menggunakan proses yang sama seperti program bayi tabung (IVF). Akan tetapi, cara sel telur dan sel sperma disatukan itu berbeda. Dengan IVF, sperma akan berenang menuju telur dan mencoba untuk membuahinya. Sedangkan ICSI, hanya membutuhkan sebuah sperma saja dan dokter akan menginjeksikannya secara langsung pada sel telur.

Artinya, tidak ada perbedaan antara ICSI dan IVF dalam konteks perawatan yang dijalani. Satu-satunya perbedaan adalah cara telur dibuahi di laboratorium.

Bagaimana tingkat kesuksesan ICSI?

Pembuahan rata-rata per telur yang disuntikkan adalah sekitar 60-70 %, dan lebih dari 90 % pasien memiliki setidaknya satu telur yang dibuahi. Anda cukup menunggu dan melihat apakah telur yang telah dibuahi atau embrio tadi, tetap bertahan dan menghasilkan kehamilan setelah ditanamkan dalam rahim.

Jika Anda berusia di bawah 35 tahun, persentase keberhasilan ICSI membuat Anda hamil bisa mencapai 35%. Persentase ini bisa turun hingga 29% pada wanita berusia 35-37 tahun dan 21% pada usia 38-39 tahun. Bagi yang berusia 40 hingga 42 tahun, cuma ada kemungkinan hamil sebesar 14%. Persentase akan turun jauh hingga 6-5% jika Anda berusia 43-44 tahun.

Apakah ada efek samping dari ICSI?

Sampai sekarang, para ahli belum menemukan efek samping khusus dari penggunaan ICSI. Pada tumbuh kembang anak yang akan dilahirkan pun, ICSI tidak memberikan dampak fisik maupun mental apapun. Hanya saja, Anda harus menyiapkan kocek ekstra karena biaya menjalani ICSI lebih mahal dibanding bayi tabung IVF.

Nah, kini semakin jelas bukan apa yang membedakan antara bayi tabung IVF dan ICSI? Untuk Anda para pria yang sama sekali tidak menghasilkan sperma saat berhubungan seksual, tentunya ini adalah angin segar. Tak ada salahnya mencoba metode kedokteran terkini ini. Tapi jangan asal memilih. Tentunya konsultasikan dahulu pada dokter ahli dan dapatkan hasil tes yang akurat, mengapa ketidaksuburan bisa terjadi pada Anda.

Selamat mencoba dan jangan lelah berusaha mendapatkan anak, ya!

Obat Kesuburan Fertilaid