Keputihan dan Gejala Kanker Rahim, Apakah Berhubungan?
≡ Menu
Home » Isu Penyakit » Keputihan dan Gejala Kanker Rahim,…

Keputihan dan Gejala Kanker Rahim, Apakah Berhubungan?

Keputihan dan kanker rahim? - via h-cdn.co

Keputihan dan kanker rahim? – via h-cdn.co

Saya selalu mengalami keputihan. Kadang, warnanya bening dan tak berbau. Kadang, ia juga pekat, kekuningan, dan sedikit berbau. Karenanya, saya sering memakai pantyliner. Apakah ini gejala kanker rahim? Apakah produk-produk pembersih kewanitaan berguna untuk mengatasi masalah ini?

Keputihan adalah hal yang wajar dialami wanita sepanjang siklusnya. Ia sebenarnya memiliki sejumlah manfaat. Selain melindungi vagina dari kekeringan, keputihan juga berfungsi untuk membersihkan vagina. Pada masa subur, cairan yang dihasilkan malah menjadi indikasi waktu yang tepat untuk berhubungan dan merencanakan kehamilan.

Perubahan cairan vagina

Menjelang dan setelah haid, umumnya cairan vagina agak kekuningan. Ini masih normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Begitu pula pada pertengahan siklus haid. Saat lendir yang keluar lebih banyak, bening, elastis, dan menyerupai putih telur mentah, artinya Anda ovulasi. Jadikanlah ini patokan Anda untuk program hamil.

Di luar masa-masa tersebut, jika keputihan berwarna kuning dan bau, Anda harus melakukan evaluasi ke dokter. Kemungkinan gejala tersebut adalah infeksi, bukan kanker rahim. Nantinya, cairan tersebut akan dokter periksa di laboratorium untuk analisis kuman.

Produk untuk keputihan

Hindari juga penggunaan pantyliner terlalu sering. Ini akan menghambat sirkulasi udara. Selain itu, penggunaan pantyliner dengan pewangi dapat merusak pH alami vagina. Bila situasi memang mengharuskan pemakaian pantyliner, gantilah setiap kali terasa basah dan lembab. Dengan ini, vagina Anda juga akan bebas jamur.

Produk pembersih kewanitaan boleh digunakan selama pemakaiannya wajar. Namun produk ini tidak akan menyembuhkan infeksi. Jangan juga melakukan douche vagina (pembersihan vagina dengan cairan tertentu ke dalam rongga vagina lewat saluran selang penyemprot), kecuali telah mengantongi ijin dan anjuran dokter terpercaya.

Jalani pemeriksaan pap smear untuk deteksi potensi kanker rahim

Setiap wanita yang telah melakukan hubungan seksual, sangat dianjurkan menjalani pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini harus rutin yaitu cukup dilakukan satu kali dalam setahun saja. Dengan begitu, potensi kanker mulut rahim bisa dideteksi lebih dini. Apalagi jika mengingat rata-rata penyakit kanker bisa terjadi kapan saja dan tanpa gejala yang spesifik.

Calon ibu, sesungguhnya keputihan adalah sahabat baik wanita. Khususnya untuk keputihan fisiologis. Ia tidak menyebabkan atau menunjukkan gejala kanker rahim. Namun jika sudah mengarah ke keputihan patologis, di mana warna cairan keputihan tidak wajar, baunya tak sedap, dan menyebabkan gatal, Anda harus waspada. Bisa jadi itu pertanda adanya infeksi atau gejala lain yang dapat menunda rencana berhubungan dan kehamilan Anda. Segera bawa diri ke dokter terpercaya dan dapatkan perawatan yang terbaik!

Tetap semangat dan selamat merencanakan kehamilan, ya!