Keputihan Patologis dan Langkah untuk Menghindarinya

Atasi keputihan patologis - via sevellia.com

Atasi keputihan patologis – via sevellia.com

Calon ibu, sebagai wanita pasti Anda pernah mengalami keputihan bukan? Tentu saja! Sepanjang hidupnya, wanita yang masih aktif siklusnya akan membutuhkan keputihan. Bahkan keputihan atau lendir serviks yang menyerupai putih telur mentah, sangat subur untuk menghantarkan sperma ke pembuahan sel telur.

Dalam dunia medis, keputihan memiliki bahasa ilmiah yang disebut dengan Flour Albus atau Leukore. Masyarakat kita menyebutnya sebagai keputihan karena cairan yang keluar dari vagina berwarna putih kekuningan. Namun dalam keadaan tertentu, cairan ini juga bisa berubah warna. Misalnya, menjadi putih kehijauan. Perubahan warna seperti ini bisa disebabkan oleh kuman yang menyebabkan infeksi.

Penyebab keputihan

Keputihan bisa terjadi karena beberapa sebab. Para ahli membaginya dalam dua golongan. Mereka adalah keputihan non infeksi (keputihan fisiologis) dan keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur atau kuman (patologis).

Keputihan fisiologis

Keputihan fisiologis atau non infeksi disebabkan oleh perubahan keseimbangan hormon wanita. Keputihan jenis ini memiliki karakteristik tidak berbau busuk, tidak terlalu lengket dan pekat, dan tidak diikuti rasa gatal. Keputihan ini biasanya berkaitan dengan daur siklus wanita, aktivitas fisik, dan beban psikis yang dialami. Keputihan jenis ini masih dikatakan normal.

Keputihan patologis

Sedangkan keputihan patologis disebabkan oleh infeksi jamur atau kuman. Keputihan patologis yang banyak terjadi, biasanya disebabkan oleh infeksi candida albicans atau disebut juga kandidiasis vulvovaginitis. Timbulnya infeksi ini akan ditandai dengan munculnya cairan putih seperti susu, kadang juga berwarna hijau kekuningan.

Gatal-gatal juga terjadi di area bibir kemaluan. Rasa gatal ini akan menimbulkan warna kemerahan dibandingkan daerah di sekitarnya. Pada tingkat yang lebih parah, malah diikuti dengan rasa sakit saat buang air kecil dan berhubungan seksual.

Kuman penyebab keputihan patologis lainnya

Sejumlah kuman lainnya seperti Neiseria Gonorrhea, Gardnerella, Treponema Palidum, dan Clamydia juga bisa menjadi penyebab infeksi pada vagina. Pada akhirnya, mereka juga menimbulkan keputihan. Pun tak terkecuali dengan kuman-kuman yang berasal dari saluran pencernaan atau anus. Itulah mengapa kita harus membilas ke arah belakang atau anus setelah buang air besar.

Bagaimana caranya agar terhindar dari keputihan patologis?

Keputihan patologis memang bisa disebabkan oleh hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan. Karenanya, penting agar setia pada satu pasangan saja. Namun, penting untuk digarisbawahi kalau tidak semua keputihan patologis ditularkan melalui hubungan seksual.

Amat penting untuk menjaga vagina tetap bersih dan tidak lembab. Membersihkan vagina juga cukup dengan air yang bersih. Membersihkan dengan cairan antiseptik tanpa indikasi jelas, justru berdampak pada ketidakseimbangan flora normal. Jika menggunakan antibiotika, pastikan telah berkonsultasi dengan dokter agar mendapat resep yang tepat.

Di samping beberapa hal tersebut, pilihlah pakaian dalam yang bahannya menyerap keringat. Hindari penggunaan celana ketat karena sirkulasi udaranya sangat minim. Sewaktu menstruasi, seringlah mengganti pembalut untuk menghindari kelembaban serta menghindari perkembangbiakan kuman. Usai buang air besar, basuh dari arah depan ke belakang agar kuman dari anus tidak menuju vagina.

Jika Anda merasakan tanda dan gejala keputihan, segera temui dokter dan berkonsultasilah. Jika diperlukan pemeriksaan, dokter akan mencari penyebab keputihan dan memberi pengobatan yang tepat. Pengobatan tersebut tidak sebatas menghilangkan gejala yang mengganggu, melainkan juga untuk penyebaran infeksi hingga ke dalam organ reproduksi. Sebab jika penyebaran terjadi, permasalahan yang lebih kompleks akan mengganggu kesuburan dan kerja reproduksi lainnya.

Obat Kesuburan Fertilaid