Ketahui 5 Fakta tentang pH Vagina Agar Cepat Hamil

Ketahui 5 Fakta tentang pH Vagina Agar Cepat Hamil

pH vagina - via banglanewsexpress24.com

pH vagina – via banglanewsexpress24.com

Vagina, meskipun bukanlah tempat terjadinya pembuahan sel telur, tetap memiliki peranan penting. Setidaknya, vagina menjadi jalan awal sebelum penetrasi dilakukan. Oleh karena itu, menjaga pH vagina tetap normal, wajib dilakukan demi rencana kehamilan yang lancar.

Jika pH normal vagina terganggu, sejumlah ketidaknyamanan bisa dialami selama berhubungan. Mulai dari rasa gatal, vagina kering, dan lainnya. Berikut ini adalah 5 fakta tentang merawat pH vagina agar Anda cepat hamil:

1. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi ketidakseimbangan pH vagina

Masa siklus menstruasi, penggunaan antibiotik, alat kontrasepsi, peralihan masa pubertas, dan menopause dapat mempengaruhi ketidakseimbangan pH vagina.

2. Bakteri baik diperlukan untuk menjaga pH vagina

Dalam eksosistem vagina, terdapat flora normal yang disebut Laktobasilus (bakteri baik). Flora ini diperlukan untuk mempertahankan keasaman vagina melalui asam laktat yang diproduksinya. Jika keasaman vagina baik, bakteri jahat akan menyingkir dengan sendirinya dari vagina.

3. Jauhi air yang terlalu panas untuk vagina

Air panas membuat pembuat pembuluh darah di daerah vagina lebih rileks. Jika saat berhubungan seksual, Anda memanfaatkannya, pembuluh darah di daerah sensitif akan melebar dan mudah menikmati rangsangan.

Yang paling penting adalah hindari air yang terlalu panas. Pakai air yang hangat atau suam-suam kuku saja. Jangan berendam terlalu lama juga. Jika airnya terlalu panas dan Anda berendam terlalu lama, daerah mukosa (pelindung kulit) vagina menjadi kering. Akibatnya, terjadi perubahan pH daerah kewanitaan. Infeksi pun lebih mudah menyerang.

4. Penggunaan pantyliner berpewangi merusak pH vagina

Hindari juga penggunaan pantyliner terlalu sering. Ini akan menghambat sirkulasi udara dan merusak pH alami vagina. Bila situasi memang mengharuskan pemakaian pantyliner, gantilah setiap kali terasa basah dan lembab.

5. Vagina kering bisa disebabkan oleh pH yang tidak seimbang

Vagina kering merupakan gejala ketidakseimbangan kimiawi dan biologis pada vagina. Kondisi kimia alamiah vagina yang normal ditentukan oleh pH atau kadar keasaman. pH yang normal untuk vagina adalah sedikit asam, dengan angka pH di antara 3,8-5,0.

Jika pH vagina kurang atau lebih dari patokan tersebut, jumlah flora dan bakteri baik pada vagina akan tidak seimbang. Efeknya, vagina mudah terkena infeksi atau vaginistis. Jadi, baik vagina yang terlalu basah dan terlalu kering pun bisa menyebabkan infeksi.

Bila infeksi terjadi, warna pada daerah vagina bisa berubah lebih merah. Kadang, muncul abu tak sedap dan rasa gatal. Konsultasikan masalah ini segera pada dokter kulit dan kelamin atau dokter kandungan. Terlebih jika Anda banyak merasakan kecurigaan pada daerah sekitar vagina.

Ada banyak faktor yang dapat mengganggu keseimbangan kimia alami dan menimbulkan masalah vagina. Yang paling sering menjadi keluhan adalah karena terlalu sering mencuci atau mengeringkan bagian dalam vagina. Penggunaan cairan atau semprotan pembersih daerah kewanitaan juga bukannya membantu, melainkan memperparah keadaan jika digunakan terlalu sering.

Calon ibu, itu dia lima fakta tentang pH vagina. Untuk merawat vagina, pastikan tidak terlalu banyak bahan kimia dan pewangi yang digunakan, ya! Jika pH vagina terjaga, masalah pada vagina pun menjauh. Rencana kehamilan dapat terwujud dengan cepat. Selamat berjuang, ya!

Obat Kesuburan Fertilaid