Kutu Kelamin: Penyakit Menular yang Dapat Membuyarkan Hasrat Seksual

Kutu kelamin atau pubic lice - via wikimedia.org

Kutu kelamin atau pubic lice – via wikimedia.org

Calon Ibu, sudah pernah dengar tentang kutu kelamin? Dari namanya, kok seram sekali ya? Memang benar ia cukup seram. Penyakit menular seksual ini tidak berpengaruh apa-apa pada kesuburan. Namun, ia dapat membuyarkan hasrat seksual Anda dan suami secara mendadak lho! Mau tahu kenapa?

Apakah itu kutu kelamin?

Kutu kelamin memiliki nama sebutan lain yaitu Pthirus, Phthirus pubis, Pubic lice, atau kutu pubis. Ia adalah penyakit yang sering tumbuh pada area lembab dan berambut. Salah satu area yang ditumbuhi kutu kelamin tentu saja vagina Anda. Tepatnya, di daerah pubis yang ditumbuhi bulu atau rambut tipis. Efek yang diakibatkannya adalah gatal-gatal.

Jika gatal-gatal ini terjadi pada suami dan istri, bukan mustahil kalau hasrat untuk berhubungan seksual musnah begitu saja. Ujungnya, rencana kehamilan Anda juga tertunda-tunda.

Bagaimana ia ditularkan?

Jika dilihat lewat mikroskop, penampakan kutu penyakit ini mirip sekali dengan bentuk kepiting. Oleh karenanya, ia juga disebut dengan istilah “crabs”. Penyakit ini bisa menular melalui aktivitas seksual. Ketika penetrasi dilakukan, kutu yang bersemayam di area pubis akan berpindah ke area sekitar penis suami. Maka, suami akan merasakan gatal juga.

Selain itu, kutu kelamin bisa juga ditularkan lewat handuk, pakaian, dan tempat tidur. Seandainya saja Anda menggunakan handuk, pakaian, dan kasur yang sama dengan anak, suami, atau anggota keluarga yang lain, kutu kelamin sangat bisa menular lewat sarana ini. Jadi, sangat penting untuk selalu menjaga kebersihan dan memiliki handuk, pakaian, serta tempat tidur pribadi.

Bagaimana ia menjangkiti korbannya?

Kutu kelamin bekerja dengan cara menyedot darah dan menyebabkan gatal yang berlebih. Ia juga akan menimbulkan bercak-bercak berwarna kebiruan pada kulit. Umumnya, penyakit ini memang sering sekali menjadikan vagina wanita sebagai sasarannya. Apalagi vagina jika vagina lembab dan berambut.

Parahnya, setelah menyerang area vagina, ia juga bisa menyebar ke daerah-daerah lain yang juga ditumbuhi rambut atau bulu. Sebut saja ketiak, kaki, tangan, alis, dan bulu mata.

Bagaimana caranya agar terhindar dari penyakit ini?

Agar terhindar dari penyakit ini, utamakanlah kebersihan, terutama kebersihan vagina Anda. Jika sudah telanjur terkena, gunakan shampo (untuk rambut) atau krem dengan kandungan permethrin dan pyrethrins. Hindari celana dalam yang ketat dan utamakanlah celana berbahan katun. Ini agar vagina tidak lembab.

Jika kutu kelamin telah menyebar ke seluruh keluarga Anda dan tidak kunjung pulih juga, alangkah baiknya menemui dokter. Dapatkan dan ikuti saran serta pengobatan terbaik darinya. Niscaya, kutu kelamin akan hilang. Rencana Anda dan suami berhubungan seksual untuk kehamilan pun, tidak akan ditunda-tunda.

Obat Kesuburan Fertilaid