Mengenal Clomid, Pembantu Kesuburan di Masa Bayi Tabung

Mengenal Clomid, Pembantu Kesuburan di Masa Bayi TabungHalo, para calon ibu dan calon ayah! Masih tetap semangat mendapatkan momongan bukan? Kemarin kita sudah sempat membahas tentang macam-macam inseminasi buatan seperti inseminasi intrauterin, bayi tabung IVF (In Vitro Fertilisation), dan juga ICSI (Intra-Cytoplasmic Sperm Injection). Dalam bahasan tersebut pula, Anda dan suami yang membacanya juga mengerti kalau ovulasi yang sulit dapat dibantu dengan obat kesuburan yang disarankan oleh dokter.

Penasarankah Anda, obat apa yang digunakan dokter saat menjalani inseminasi buatan tersebut? Lalu, bagaimana cara kerjanya sehingga ovulasi dan kehamilan bisa dibantu dengan obat kesuburan tersebut?

Obat itu bernama clomid. Clomid atau clomifene citrate adalah obat yang sering kali dipakai dan disarankan dokter untuk mengatasi masalah kesuburan. Obat ini akan mendorong kerja ovarium supaya dapat melepaskan sel telur. Obat ini juga yang dipakai ketika Anda dan suami berniat menjalankan program bayi tabung dan inseminasi intauterin.

Obat ini dikenal bekerja dengan baik dan ideal untuk wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur. Bahkan, yang memiliki sindrom ovarium polikistik pun kadang turut disarankan untuk meminum clomid.

Bagaimana cara kerja clomid?

Cara kerja clomid adalah menghambat efek hormon estrogen di dalam tubuh. Penghambatan ini akan membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon yang bermanfaat untuk ovulasi. Hormon itu adalah hormon perangsang folikel dan hormon luteinising.

Hormon perangsang folikel akan membuat sel telur pada ovarium menjadi matang dan siap untuk dilepaskan. Sedangkan, hormon luteinising bekerja agar sel telur terpicu untuk segera melepaskan diri dari folikel ovarium dalam jumlah yang memadai.

Akankah sukses mendapatkan kehamilan dengan clomid?

Pada wanita yang telah mencoba clomid, tujuh puluh persen berhasil berovulasi dan mendapatkan masa subur. Sedangkan empat puluh persennya berhasil mendapatkan kehamilan.

Bagaimana cara pakai atau dosis obat ini?

Dokter akan memberikan dosis kecil terlebih dahulu sebelum Anda mengkonsumsi pil clomid ini. Kebanyakan wanita memulai minum clomid (50mg) selama lima hari di awal siklus menstruasi. Konsumsi clomid seperti ini akan dilakukan hingga enam bulan. Namun, dosis atau cara pakai semacam ini juga bisa berbeda-beda pada setiap orang dan tergantung kasusnya. Oleh karena itu, ikuti saja apa yang disarankan oleh dokter.

Jika dengan dosis dan intensitas tersebut Anda tidak segera ovulasi atau belum mendapatkan kehamilan juga, dokter akan menambahkan dosis untuk melihat apakah akan ada efek positif setelahnya. Jika masih saja belum menemukan pertanda baik, makan dokter terpaksa akan merekomendasikan obat lainnya.

Apakah menggunakan clomid berbahaya? Apa efek sampingnya?

Penggunaan clomid bisa memberikan beberapa efek samping. Beberapa wanita mengalami perdarahan di antara periode menstruasi. Padahal, belum seharusnya mereka mengalami menstruasi pada saat itu. Dada atau payudara juga kadang terasa sakit selama penggunaan clomid. Kembung, sakit perut, masalah penglihatan, sakit kepala, masa menstruasi yang berat dan sangat sakit, mual, nyeri pada panggul, hingga muntah-muntah adalah efek samping lain dari clomid.

Ketika Anda memutuskan mengambil dan meminum clomid, Anda diwajibkan teliti dan berhati-hati. Sebab clomid tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil. Pastikan betul-betul bahwa Anda sedang tidak mengandung saat memulai penggunaan clomid. Apalagi beberapa tanda awal kehamilan sering tidak dapat dilihat dan disadari. Mencermati pertandanya mungkin akan membantu Anda sebelum benar-benar mulai minum clomid secara teratur.

Mungkin, ada catatan lain yang perlu diketahui dari clomid?

Beberapa obat yang merangsang ovulasi semacam clomid ini terkadang bisa membuat ovarium melepas lebih dari satu sel telur. Olah karenanya, ada kemungkinan Anda mendapatkan kehamilan berganda atau mendapatkan bayi kembar. Sepertinya, menarik bukan?

Kini, Anda dan suami sudah lebih tahu tentang clomid yang mana sering digunakan dokter dalam metode inseminasi buatan. Anda pun paham bahwa dimungkinkan memiliki bayi kembar jika menggunakan obat ini. Tapi, jangan sembarangan membeli clomid sendiri di apotek. Anda perlu berkonsultasi dahulu pada dokter. Seperti yang sudah dikatakan di atas, penggunaan clomid memerlukan dosis dan cara pakai tersendiri. Setiap orang mungkin menerima dosis yang berbeda. Pemakaian dosis yang salah bisa jadi memberikan resiko dan merugikan diri sendiri.

Jika Anda belum terpaksa menggunakan clomid, toh untuk apa mencoba obat ini? Mungkin saja Anda belum mendapat kehamilan karena gaya hidup Anda yang belum berubah menjadi lebih positif dan sehat. Karenanya, biasakan berkonsultasi tentang rencana kehamilan Anda pada dokter ya! Tetap semangat!

Obat Kesuburan Fertilaid