Mengenal Efek Samping Perawatan Kesuburan

Efek samping perawatan kesuburan tidak merugikan selama didampingi dokter terpercaya - via les-foto.r

Efek samping perawatan kesuburan tidak merugikan selama didampingi dokter terpercaya – via les-foto.r

Halo, calon ibu! Kemarin tim akuinginhamil.com sudah membahas tentang 9 alternatif perawatan kesuburan untuk pasangan infertil. Kali ini, tim kami kembali dengan pembahasan lebih dalam tentang efek samping perawatan kesuburan tersebut.

Bahwasanya, setiap perawatan medis pasti memiliki efek sampingnya masing-masing. Tak terkecuali dengan perawatan kesuburan. Selama melakukan perawatan kesuburan dengan benar serta didampingi dokter spesialis yang terpercaya, Anda tak perlu takut. Efek samping perawatan kesuburan berikut hanya sementara dan tidak merugikan. Ia akan jadi pertanda bahwa perawatan sedang bekerja.

1. Obat Kesuburan

Jika Anda adalah pembaca setia akuinginhamil.com, pasti sudah tak heran lagi kalau obat kesuburan mampu memberikan peluang bayi kembar. Itulah efek samping perawatan kesuburan dengan obat yang pertama. Efek samping obat kesuburan yang lainnya, tergantung pada jenis obat yang dipakai. Umumnya, clomiphene dan gonadotropinlah yang lazim dipakai.

Clomiphene bisa menyebabkan hot flashes (rasa panas pada tubuh seperti menjelang masa menopause), mood swings (perubahan suasana hati yang bisa terjadi secara mendadak), nyeri panggul, nyeri payudara, kista ovarium, mual, sakit kepala, depresi ringan, dan gejala visual (misalnya penglihatan kabur).

Sedangkan gonadotropin menimbulkan ruam atau pembengkakan di tempat suntikan (karena penggunaan gonadotropin yang disuntikkan), mood swings, nyeri payudara, perut kembung, hingga sakit kepala. Bahkan, kurang lebih 20% wanita yang mengambil gonadotropin mengembangkan bentuk ringan dari OHSS (ovarium hyperstimulation syndrome) yang menyebabkan terbangunnya cairan dalam perut.

2. Pembedahan

Karena melibatkan proses yang terbilang invasif, Anda mungkin kurang nyaman pada punggung atau bahu setelah laparoskopi. Ini karena adanya gas karbon dioksida yang digunakan selama pembedahan. Penggunaan gas tersebut akan mengembangkan perut. Organ di dalam perut pun lebih mudah terlihat selama prosedur laparoskopi dilaksanakan.

Jika pembedahan menggunakan anestesi umum, tabung pernapasan yang digunakan selama operasi bisa menimbulkan sakit tenggorokan selama beberapa hari. Anda juga akan mengantuk selama beberapa jam. Di samping itu, perut pun akan terasa mual. Sayatan akibat pembedahan di perut pun akan sakit selama beberapa hari.

3. Inseminasi Intrauterin

Inseminasi intrauterin memiliki efek samping pra dan pasca prosedur dilakukan. Setelah sperma ditanamkan pada tubuh wanita, rasa keram akan muncul setelah satu sampai dua hari. Inilah efek samping pasca prosedur.

Untuk efek samping pra prosedur, banyak wanita yang sel telurnya harus dirangsang sebelum inseminasi dilakukan. Obat perangsang ovulasinya sendiri, dapat meningkatkan peluang kehamilan bayi kembar. Di samping itu, resiko terkena OHSS meningkat, terjadi nyeri payudara, dan mood swings.

4. Program Bayi Tabung (In Vitro Fertilisation)

Program bayi tabung adalah prosedur yang tidak dapat melupakan peran obat kesuburan. Tak mengherankan jika potensi bayi kembar juga mungkin terjadi. Jika lebih dari satu embrio ditransfer ke rahim wanita, ada peluang memiliki bayi kembar sekitar 20%.

Kebanyakan wanita mengambil obat kesuburan dengan jenis gonadotropin. Gonadotropin sendiri memiliki efek samping berupa ruam atau bengkak di tempat suntikan. Di luar itu, sakit dada, mood swings, sakit kepala, dan kembung bisa dirasakan. Gonadotropin juga memiliki efek samping meningkatkan resiko OHSS.

Setelah sel telur diambil dari tubuh wanita dan embrio ditransfer ke uterus, keram dan bercak darah mungkin terjadi. Namun, kebanyakan wanita merasa lebih baik setelah satu hingga dua hari. Lantas, mereka dapat beraktivitas lagi seperti biasa.

5. Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI)

Melalui ICSI, sperma suami diinjeksikan ke satu sel telur. Karenanya, ada kemungkinan pengambilan sperma pasangan dari testis. Caranya dengan menggunakan jarum mikroskopis atau biopsi bedah. Biasanya, pengambilan testis ini melibatkan anestesi lokal. Ketika prosedur ini dilakukan, rasa sakit akan terasa. Efek samping lainnya adalah suami perlu menghindari aktivitas yang berat selama lima sampai sepuluh hari pasca prosedur dilakukan.

6. Gamete Intrafallopian Transfer (GIFT)

Prosedur yang satu ini juga memungkinkan Anda memiliki bayi kembar. Ini karena ada lebih dari satu telur yang ditempatkan di tuba falopi. Jika dilihat dari waktu pemulihannya, efek samping yang terjadi adalah penyembuhan pasca laparoskopi lebih lama dibandingkan penyembuhan program bayi tabung tanpa prosedur GIFT. Sakit di sekitar sayatan laparoskopis tentu saja ikut terasa.

Banyak wanita disarankan mengambil gonadotropin sebelum prosedur GIFT dimulai. Gonadotropin ini memungkinkan adanya ruam atau bengkak di tempat suntikan. Di luar itu, sakit dada, mood swings, sakit kepala, dan kembung bisa dirasakan. Gonadotropin juga memiliki efek samping meningkatkan resiko OHSS.

7. Zygote Intrafallopian Transfer (ZIFT)

Sekali lagi, prosedur ini memungkinkan Anda memiliki bayi kembar. Maklum, obat kesuburan gonadotropin juga masih digunakan dalam rangkaian prosedurnya. Apalagi bisa lebih dari satu zigot ditempatkan pada tuba falopi. Karena gonadotropin dilibatkan, efek samping seperti bengkak di bekas suntikan, sakit dada, mood swings, sakit kepala, kembung, hingga OHSS bisa dialami pasien ZIFT.

Efek samping lainnya adalah waktu penyembuhan pasca pembedahan laparoskopi yang lama. Bahkan, lebih lama dibandingkan penyembuhan perawatan program bayi tabung saja.

8. Donor Telur atau Embrio

Efek samping donor telur atau donor embrio tentunya lebih berpengaruh pada psikis. Ini karena sel telur atau embrio dalam kehamilan, bukanlah dari Anda melainkan dari orang lain. Anda akan merasakan bahwa itu bukan anak Anda secara genetik.

Memilih telur atau embrio donor juga bisa menjadi masalah karena prosesnya yang cukup berlarut-larut. Namun, peluang mempunyai bayi kembar juga akan tinggi jika melibatkan penanaman banyak embrio.

9. Surogasi Kehamilan

Prosedur ini begitu kompleks hukumnya. Prosedur yang dilakukan pun sangat menguras emosi dan memerlukan banyak biaya dan waktu. Anda juga harus sering-sering bersabar agar kehamilan yang dialami pembawa kehamilan berjalan sukses. Anda tidak punya kontrol terhadap kehamilan. Karena itu, pilihlah pembawa kehamilan secara hati-hati agar bisa berkomunikasi dengan baik.

Jika Anda dan suami adalah pasangan infertil, lalu berniat menjadikan kesembilan perawatan kesuburan di atas sebagai alternatif, tidak ada salahnya. Sebelum mencoba, pastikan efek samping perawatan kesuburan di atas sudah dipahami sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di suatu hari. Ingat! Selama Anda menggunakan prosedur yang benar dan ditangani oleh pihak yang terpercaya, tidak akan ada efek samping perawatan kesuburan yang akan merugikan Anda. Tetap semangat, ya!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «