Mengenal Faktor Umur dan Infertilitas Pada Pria

Mengenal Faktor Umur dan Infertilitas Pada PriaSelama ini, kebanyakan masalah ketidaksuburan banyak terjadi pada wanita. Bila pasangan suami istri tak kunjung mendapatkan kehamilan, kecurigaan pertama kali akan ditujukan pada pihak wanita. Entah organ reproduksinya tidak berjalan baik, entah sel telurnya kurang baik, atau umurnya sudah dianggap terlalu tua.

Tapi, tahukah Anda kalau masalah ketidaksuburan juga menghampiri pada pria? Tahukah jika pria dan wanita sama-sama berkurang kesuburannya seiring usia? Ya, betul! Pria juga bisa berkurang kesuburannya sama seperti wanita. Hanya saja, kesuburan pria berkurang pada usia yang jauh lebih tua dibandingkan wanita.

Perbandingan Kesuburan Pria dan Wanita

Jika mau dibandingkan, pria akan selalu menghasilkan sperma sepanjang hidup. Tapi, kadar kesuburan si sperma akan menurun karena beberapa faktor. Sedangkan wanita, apabila sudah memasuki menopause, ia pun tidak akan menghasilkan sel telur sama sekali.

Persamaan antara pria dan wanita dalam konteks kesuburan adalah semakin tua, hormon mereka akan menurun jumlahnya (estrogen pada wanita dan testosteron pada pria). Seiring dengan penurunan hormon, kadar kesuburan otomatis juga turun. Jika mendapati kehamilan, mereka sama-sama punya resiko bayi akan lahir dengan masalah genetik.

Kenapa resiko kelahiran bayi seperti itu bisa terjadi? Karena meski sperma selalu diproduksi, bukan berarti spermanya akan selalu berkualitas. Volume, motilitas (kecepatan renang sperma menuju ovarium), dan kualitas lainnya (seperti bentuk sperma yang mempengaruhi gerakan sperma) merupakan faktor penting dalam pembuahan. Jika ketiganya tidak terpenuhi, maka bisa dikatakan sperma pria kurang subur untuk membuahi sel telur.

Efek Penurunan Kualitas Sperma

Pada rentang usia 30 – 50 tahun, rata-rata pria akan mengalami penurunan volume sperma hingga 30%. Di rentang usia yang sama pula, 37% pria memiliki sperma yang berenang lebih lambat dan berpotensi lima kali lipat mendapatkan kecacatan sperma. Kecacatan sperma berarti memungkinkan kehamilan dengan genetika yang abnormal.

Uji klinis menemukan bahwa usia pria memiliki hubungan kondisi genetik bayi yang dilahirkan. Hubungan itu dapat kita lihat pada bayi yang lahir dengan down syndrome. Peluang bayi dengan down syndrome ternyata mudah terjadi pada pasangan suami istri, yang keduanya sama-sama telah berusia di atas 35 tahun.

Namun down syndrome tidak terlalu berpengaruh pada pasangan, yang mana sang istri berusia di bawah 35 tahun. Ini karena wanita punya mekanisme tersendiri dalam tubuhnya yang sanggup memperbaiki DNA rusak yang dibawa oleh sperma saat hubungan seksual. Jika si wanita sudah ada di atas 35 tahun, mekanisme itu akan rusak dan tidak bisa bekerja memperbaiki DNA lagi.

Berat Badan Mempengaruhi Kualitas Sperma

Selain usia, berat badan juga mempengaruhi kesuburan pria. Satu-satunya cara agar kesuburan bisa kembali adalah dengan mengecilkan ukuran pinggang si suami. Pada dasarnya, ukuran pinggang pria berbanding terbalik dengan tingkat testosteron. Semakin besar ukuran pinggangnya, semakin rendah tingkat testosteron yang pria hasilkan. Sebaliknya, hormon estrogenlah yang akan naik kalau ukuran pinggang naik.

Selain masalah kesuburan, berat badan berlebih atau pun obesitas bisa menyebabkan macam-macam penyakit yang tergolong berat. Pria yang memiliki pinggang dengan ukuran 40 inchi misalnya, lebih rentan terserang penyakit jantung. Penyakit jantung tersebut mengakibatkan lambatnya aliran darah ke seluruh tubuh dan ini sangat tidak bagus untuk kerja penis.

Namun, jangan lantas para suami membuat ukuran tubuhnya menjadi terlalu kurus. Berat badan terlalu kurus juga mampu membuat kadar hormon testosteron rendah. Ini karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang seimbang untuk seluruh sistem pada tubuhnya. Jika kadar testosteron rendah, hormon seks pria pun ikut-ikutan merendah.

Bagaimana Agar Subur Lagi?

Jika Anda adalah pria yang dapat dibilang sudah cukup tua, Anda masih bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa subur lagi. Bila memang Anda pengidap obesitas atau sekedar gemuk, kurangilah berat badan Anda hingga ke angka yang lebih sehat. Kabarnya, cukup menurunkan 5% dari berat badan saja sudah cukup untuk mendapatkan kesuburan lagi. Sedangkan Anda yang sangat kurus, cukupilah tubuh Anda dengan nutrisi yang baik.

Jika cara itu sudah dilakukan dan dirasa tak cukup, Anda bisa segera merujuk diri ke dokter. Biasanya, penyebab ketidaksuburan dikarenakan adanya infeksi seperti prostat. Infeksi ringan semacam ini bisa tidak terdeteksi dalam waktu tahunan, namun efeknya bisa langsung membunuh atau merusak sperma dengan diam-diam. Dokter akan memeriksa infeksi Anda dan memberikan obat infeksi yang sesuai.

Penyebab infertilitas lainnya adalah saluran ejakulasi yang tersumbat dan varikokel (vena yang membesar di area skrotum). Jika dua hal ini yang terjadi pada Anda atau suami Anda, tenang saja! Kedua gejala tersebut bisa segera disembuhkan, kok!

Bagaimana? Kini Anda sudah mengerti bukan apa yang mampu menyebabkan kesuburan pada pria semakin menurun? Hanya dengan senantiasa menjaga kualitas sperma Anda saja, ternyata kesuburan bisa dikembalikan lagi. Anda pun bisa menambah momongan untuk kesekian kalinya. Jangan lupa, berat badan yang sehat juga harus selalu dijaga agar kesuburan tetap prima.

Semoga info bermanfaat untuk Anda semua yang merencanakan kehamilan, ya!

Obat Kesuburan Fertilaid