Mengenal Masalah Kesuburan pada Pria

Mengenal Masalah Kesuburan pada Pria

Mengenal Masalah Kesuburan pada Pria Banyak yang berpikir jika masalah kesuburan adalah semata-mata masalah pada wanita. Padahal hampir sepertiga dari semua penyebab infertilitas melibatkan pria. Infertilitas pada pria masih sulit diterima, karena dengan sendirinya menjadi penyulit bagi pasangannya untuk hamil.Sehingga pemeriksaan kesuburan pada pria sangat diperlukan sebagaimana halnya wanita.

Hal pertama yang dapat dilakukan terhadap masalah kesuburan ini adalah berkonsultasi dengan dokter, utamanya dokter spesialis Urologi. Setelah melakukan pemeriksaan fisis, dokter akan menyarankan pemeriksaan analisa semen, yang akan memeriksa kualitas dan kuantitas sperma dalam semen (air mani).

Jika analisis semen yang pertama normal, maka dokter anda akan menyarankan pemeriksaan kedua untuk meyakinkan hasil analisa semen tersebut. Dua kali pemeriksaan analisa semen yang normal, biasanya dinnterpretasikan bahwa seorang pria tidak memiliki masalah dalam kesuburan. Jika pada hasil pemeriksaan didapatkan hasil yang tidak normal, maka dokter anda akan menyarankan pemeriksaan lanjutan.

Pada analisa semen dapat terdeteksi :

  • Azoospermia, yaitu tidak adanya produksi sperma atau sperma tidak terdapat dalam semen
  • Ligospermia, yaitu hanya sedikit sperma yang diproduksi
  • Masalah pergerakan sperma. Jika sperma tidak bergerak dengan normal, maka sperma tidak dapat membuahi ovum.
  • Masalah morfologi sperma, yaitu masalah yang berhubungan dengan bentuk dan struktur sperma yang dapat menyebabkan infertilitas.

Penyebab infertilitas pada Pria

Terdapat banyak penyebab infertilitas pada laki-laki. Beberapa di antaranya disebabkan oleh faktor fisik, yang membuat sperma tidak diejakulasikan secara normal dalam semen. Hal lain yang memepengaruhi adalah kualitas dan kuantitas dari sperma itu sendiri.

Obat Kesuburan Fertilaid

Masalah infertilitas pada pria lainnya

  • Penyakit Menular Seksual atau Penyakit infeksi lainnya. Infeksi genitalia misalnya Chlamydia dan Gonorrhea dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Mengobati infeksi tersebut membantu mengatasi infertilitas.
  • Cacat lahir atau cacat fisik.. Pada beberapa kasus, pria terlahir dengan sumbatan pada bagian testis atau kelainan saluran sperma lainnya yang menyebabkan sperma tidak dapat dikeluarkan dalam semen. Trauma fisik pada testis, prostat, dan uretra juga dapat menyebabkan masalah infertilitas. Penanganan dengan bedah seringkali dapat menyelesaikan masalah infertilitas.
  • Ejakulasi Retrograde. Pada kasus ini, semen tidak dapat keluar dari penis selama ejakulasi, akan tetapi masuk ke dalam kandung kemih. Hal ini dapat disebabkan oleh diabetes, terapi obat-obata tertentu, dan akibat adanya tindakan pembedahan pada kandung kemih, prostat dan uretra..
  • Penyakit Genetik. Walaupun iji jarang terjadi, akan tetapi penyakit genetik seperti Fibrosis Cystic atau kelainan kromosom dapat menyebabkan infertilitas.
  • Penyebab Autoimun. Pada beberapa kasus, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang target yang salah misalnya sperma dan memperlakukan sperma seperti virus yang menyerang tubuh.Akibatnya sperma akan mengalami kerusakan.
  • Penyebab Hormonal. Ketidakseimbangan hormon tertentu, misalnya dalam kelenjar hipofise dan kelenjar tiroid (kelenjar gondok) dapat menyebabkan infertilitas. Dokter anda akan menyarankan pengobatan secara spesifik.
  • Masalah Seks. Disfunfsi ereksi (impotensia) dan ejakulasi dini dapat memperngaruhi kesuburan. Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh faktor psikologi misalnya gangguan cemas, rasa bersalah atau rendahnya rasa percaya diri. Juga dapat disebabkan oleh masalah fisik misalnya diabetes, hipertensi, hiperkolesterolemia, dan penyakit jantung. Sebaliknya, impotensi juga dapat merupakan efek samping terapi antidepresan pada pasien dengan depresi.
  • Varicocele. Varicocele merupakan pembesaran vena varicose dalam scrotum dan mencegah darah mengalir sebagaimana mestinya. Varicocele ditemukan pada 15 % pria. Walaupun varicocele dapat menjadi penyebab infertilitas, studi terakhir mempertanyakan apakah tindakan bedah dapat memperbaiki varicocele dapat memberikan manfaat.
    Penyebab lainnya pada infertilitas pria
  • Olahraga berlebihan. Studi pada beberapa orang telah menunjukkan bahwa olahraga yang berlebihan dapat menyebabkan pelepasan hormon steroid yang berlebihan pula. Hal ini dapat mempengaruhi kesuburan.
  • Stress
  • Obesitas atau kegemukan
  • Penggunaan obat-obatan, alkohol, merokok dan konsumsi steroid dapat mengurangi jumlah sperma.
  • Pajanan terhadapa racun dan bahan-bahan berbahaya lainnya, misalnya pestisida, radiasi, bahan radioaktif, air raksa, dan logam berat dapat mempengaruhi kesuburan.
  • Panas. Walaupun efeknya hanya sementara, akan tetapi suhu yang tinggi dalam testis dapat mengurangi produksi sperma. Rasa panas dapat merupakan akibat memakai pakaian yang terlalu ketat dan menyerap panas, seringnya naik sepeda atau terlalu lama berendam dalam bak mandi air panas atau sauna.