Tentang Ovulasi: dari Ovarium sampai Kehamilan Kembar

Tentang ovulasi - via kidspot.com.au

Tentang ovulasi – via kidspot.com.au

Ovulasi adalah ketika ovarium mengalami perkembangan dan melepaskan sel telurnya. Begitu wanita mencapai pubertas, dia akan mengalami ovulasi setiap sebulan sekali. Ini akan terus terjadi hingga menopause.

Nah, bila Anda hendak memperoleh kehamilan, tentunya Anda harus memahami tentang ovulasi dan menentukan waktu yang tepat. Sebab, kehamilan hanya mungkin terjadi setelah pubertas hingga sebelum menopause datang. Yuk, kita simak lebih lengkap tentang ovulasi!

Apa itu ovarium?

Ovarium adalah kelenjar berbentuk oval yang terletak di sisi kiri dan kanan rahim. Ukurannya sebesar kacang walnut. Kelenjar inilah yang memproduksi sel telur setiap bulannya. Di samping itu, ia juga mensekresikan hormon seks wanita dan melepaskannya ke dalam aliran darah.

Sel telur yang berkembang dalam ovarium disebut dengan oosit. Oosit ini hidup dalam folikel, yaitu kantung berisi cairan dalam dinding ovarium. Setiap folikel hanya memiliki 1 oosit dan dari sekian banyaknya folikel, hanya beberapa di antara mereka yang berkembang menjadi sel telur.

Berapa banyak sel telur di dalam ovarium?

Sebelum lahir (pada usia kehamilan 16 hingga 20 minggu), janin perempuan memiliki 6-7 juta sel telur atau oosit. Setelah kelahiran, jumlahnya menyusut banyak. Kira-kira, hanya 1-2 juta saja. Begitu mencapai pubertas, hanya ada 300.000 oosit yang tersisa. 400 di antaranya akan berkembang jadi sel telur setiap sebulan sekali. Lama-kelamaan, jumlah dan kualitas sel telur semakin berkurang ketika memasuki usia tiga puluhan, apalagi empat puluhan.

Apa yang terjadi selama ovulasi?

Hormon yang diproduksi di otak dan ovarium berikut ini mengatur ovulasi dan aspek-aspek kehamilan lainnya.
1. Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) – mengontrol pelepasan hormon perangsang folikel dan hormon luteinising.
2. Follicle-stimulated hormone (FSH) – merangsang sel telur yang belum matang agar segera berkembang.
3. Luteinising hormone (LH) – memicu ovulasi dan merangsang formulasi corpus luteum.
4. Estrogen – dalam jumlah sedang, hormon estrogen membantu mengontrol kadar ketiga hormon di atas (GnRH, FSH, dan LH). Selain itu, ia juga mengembangkan dan mempertahankan struktur wanita lainnya.
5. Progesteron – berperan mempersiapkan lapisan rahim untuk sel telur yang sudah dibuahi. Dalam kadar yang cukup tinggi, ia membantu mengontrol level GnRH, FSH, dan LH.

Di awal masa ovulasi, kadar FSH meningkat dengan signifikan. Hal ini memicu perkembangan 3-30 sel telur kecil di dalam folikel. Kemudian, kadar hormon ini semakin berkurang dan hanya ada satu folikel yang tetap berkembang jadi sel telur matang. Folikel yang dominan inilah, yang akan memproduksi estrogen. Sementara folikel lain akan pecah.

Fase berikutnya dimulai dengan lonjakan LH dan FSH. Ovulasi terjadi 16-32 setelahnya karena terangsang oleh LH. Folikel yang dominan kemudian pecah dan melepaskan sel telurnya. Sedangkan folikel yang tersisa berubah menjadi struktur yang disebut corpus luteum. Corpus luteum inilah yang pada gilirannya akan menghasilkan progesteron yang diperlukan untuk pembuahan.

Bisakah lebih dari satu sel telur dilepas sebelum ovulasi?

Kadang-kadang, ada kasus di mana lebih dari satu sel telur dilepaskan. Hasilnya disebut dengan dizigot atau kembar non identik. Sekitar 30 tahun yang lalu, 1 dari 52 kelahiran bayi adalah kembar. Kini, penggunaan obat kesuburan telah meningkatkan peluang kehamilan kembar. Karena itu, kehamilan kembar kini terjadi pada 1 dari 32 bayi yang lahir di Inggris.

Pada kehamilan tanpa perawatan kesuburan, kembar tiga terjadi pada 1 dari 10.000 kehamilan. Sedangkan peristiwa kehamilan kembar empat, jumlahnya jauh lebih langka.

Calon ibu, demikian tentang ovulasi yang terjadi pada setiap wanita. Prosesnya bisa dibilang cukup kompleks, ya? Apalagi melibatkan sejumlah faktor, seperti hormon salah satunya.

Pesan dari tim Aku Ingin Hamil adalah jaga keadaan emosi dan tetap rileks ya supaya keadaan hormon Anda tetap stabil dan sesuai kadar dan fungsi. Dengan demikian, hormon kehamilan juga tidak terpengaruh buruk.

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «