Penderita Kista Hamil, Bisakah?

Bisakah penderita kista hamil? - via donnaclick.it

Bisakah penderita kista hamil? – via donnaclick.it

Mendengar nama kista, siapa sih yang tidak bergidik ngeri? Setiap orang pasti tidak ingin memiliki keluhan yang satu ini. Konon katanya, tumor jinak ini dapat tumbuh dan membesar seperti kanker. Bahkan potensi kanker ganas yang merugikan bisa terjadi.

Tak sampai di situ saja, istilah kista juga jadi momok menakutkan untuk wanita. Alasannya, kista pada area rahim dapat mengganggu kesuburan dan menyebabkan kemandulan. Lalu, benarkah itu? Apakah penderita kista bisa hamil?

Selama Ukuran Kista Kecil, Kenapa Tidak?

Anda tidak usah khawatir jika mempunyai kista. Selama kista itu berukuran kecil dan jinak (tidak menimbulkan gejala yang menyakitkan), kesuburan Anda tidak akan terganggu. Anda dan suami masih bisa merencanakan kehamilan. Kista tersebut masih normal, kok!

Kista akan disebut abnormal jika ukurannya semakin membesar dan pertumbuhannya pun tidak dapat dikendalikan. Kista tersebut berisi dengan cairan, yang di antaranya berasal dari Corpus luteum (penyedia progesteron untuk mempertahankan janin pada masa kehamilan). Jika cairan itu tertahan, progesteron tidak dapat berpindah dan plasenta pun tidak terbentuk.

Pada beberapa kasus tertentu, kista yang parah harus diobati terlebih dahulu. Apalagi jika keberadaannya mengganggu siklus menstruasi. Anda tidak bisa hamil tanpa tahu kapan ovulasi tiba, bukan? Di samping itu, beberapa pengobatan kista ada yang tidak disarankan dikonsumsi saat hamil. Oleh karenanya, pengobatan yang intensif dianjurkan dijalani terlebih dahulu. Baru kemudian rencana kehamilan bisa berjalan lagi.

Kista Ovarium dan Prematur

Sebenarnya kista ovarium tidak mengganggu jika ukuran kistanya tidak besar. Tapi kalau kista ovarium Anda berukuran 6 sampai 8 cm, beda lagi ceritanya. Kista ovarium semasa kehamilan bisa semakin berkembang. Ia akan menumbuhkan batang yang memutar, lalu pecah.

Pecahnya batang tadi berpotensi menimbulkan nyeri. Jika sudah begini, nyeri yang diakibatkannya hanya bisa dirawat dengan bantuan medis. Mungkin nyeri ini tidak akan mengganggu perkembangan janin, tapi berpotensi menyebabkan bayi prematur.

Bagaimana dengan Kista Endometriosis?

Banyak sekali kasus endometriosis yang berupa kista. Kista ini akan mengganggu kesuburan karena proses terlepasnya sel telur matang yang tidak sempurna. Muncullah reaksi kekebalan yang mengganggu proses pembuahan.

Menurut penelitian, sebanyak 40% penderita kista hamil lebih sulit karena endometriosis. Apalagi kalau endometriosis berada pada level yang berat, yaitu stadium 3 dan 4. Bahkan, proses perawatannya pun akan berlangsung lebih rumit dan membutuhkan waktu.

Pengobatan kista endometriosis sendiri akan digolongkan sesuai dengan tipe, ukuran, dan usia wanita yang mengidapnya. Seperti pada banyak kasus kista lutein, biasanya kista akan menghilang perlahan dengan sendiri. Sedangkan sindrom ovarium polikistik (PCOS) cenderung akan dilakukan pengangkatan kista.

Kunjungi Dokter dan Dapatkan Perawatan Terbaik

Sesungguhnya, tidak semua kista berbahaya. Selama tidak punya gangguan menstruasi atau sulit memiliki momongan, penderita kista hamil pun sah-sah saja. Rencana kehamilan tetap bisa dilangsungkan sesuai jadwal. Namun, tidak ada salahnya melakukan pencegahan dini. Salah satunya dengan memeriksakan diri pada dokter. Dengan begitu, perkembangan dan kemungkinan kanker ganas bisa dicegah sebelum semakin parah.

Tidak ada salahnya juga meminta rekomendasi dokter tentang olahraga dan makanan yang harus dikonsumsi. Olahraga akan meningkatkan penggunaan insulin tubuh, menormalkan kadar hormon, serta mempertahankan berat badan. Beberapa kista dan masalah kesuburan biasanya punya kaitan dengan insulin, hormon, dan berat badan. Jika Anda sedang hamil, biasanya dokter cenderung menyarankan olahraga yang lebih ringan seperti jalan kaki atau latihan ringan.

Sindrom ovarium polikistik sendiri membuat tubuh terbatas dalam mengolah insulin. Karenanya, diet tinggi protein dan serat dari sayuran hijau lebih dianjurkan. Dengan demikian, kadar insulin menurun. Dampak beserta gejala sindrom ovarium polikistik pun berkurang. Kurangi makanan cepat saji atau makanan yang berkadar gula tinggi jika tak ingin kadar insulin membabi buta dalam darah.

Nah! Kalau Anda bertanya, “Bisakah penderita kista hamil?”, jawabnya tentu saja bisa. Selama ukuran kista masih kecil dan tidak menimbulkan gejala-gejala yang menyiksa. Namun, jangan lantas Anda mengabaikan pemeriksaan dokter. Konsultasi dan pemeriksaan pada dokter akan menjauhkan Anda dari potensi yang lebih serius. Rencana kehamilan pun niscaya tak akan tersendat-sendat. Tetap semangat, ya!

Sebelumnya saya sempat 2 kali keguguran. Namun kami tidak pernah putus asa dalam berikhtiar, karena kami yakin Allah SWT akan memberikan yg terbaik bagi kami. » BACA SELENGKAPNYA «