11 Tanda Hasrat Seksual Pria Kurang Untuk Rencana Hamil

Untuk Pria: 11 Tanda Kalau Hasrat Seksual Anda Kurang Untuk Rencana Hamil

Tanda hasrat seksual turun untuk rencana hamil - via thejournal.ie

Tanda hasrat seksual turun untuk rencana hamil – via thejournal.ie

Hai, calon ayah! Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, hasrat seksual harus selalu Anda jaga selama rencana hamil. Dengan begitu, Anda akan selalu semangat berhubungan rutin. Sayangnya, tidak semua pria sadar kalau dirinya tengah mengalami penurunan hasrat seksual.

Apa saja sih tanda hasrat seksual pria menurun? Bisakah hal ini dideteksi? Ya, tentu saja bisa! Berikut ini adalah 11 tanda kalau hasrat seksual pria menurun untuk rencana hamil:

1. Berhubungan terasa seperti kewajiban daripada kesenangan

Jika ini benar terjadi pada Anda, mungkin berhubungan seksual sudah terasa begitu membosankan. Anda hanya akan menganggapnya sebagai rutinitas tanpa ada manfaat sama sekali. Tak jauh beda dengan deadline pekerjaan, Anda harus begini begitu tanpa benar-benar menikmati apa yang dijalani. “Pokoknya, aku harus melakukan itu,” benak Anda.

2. Sentuhan selalu mengarah pada hubungan seksual

Kebutuhan seksual Anda hanya tergantung oleh adanya rangsangan. Jika memang tak ada rangsangan, lantas Anda diam saja dan tidak berhubungan. Kalau begini, kapan Anda bisa memiliki momongan?

3. Sentuhan hanya terjadi di tempat tidur

Sejatinya, hasrat seksual itu harus dipupuk sedikit demi sedikit dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya lewat komunikasi yang intens, sentuhan, dan saling memberi perhatian. Dengan begitu, rasa menyayangi dan membutuhkan akan selalu ada. Tentu saja, ini akan memicu hasrat seksual Anda di tengah perencanaan hamil.

Lagi program hamil? Download ebook cara menghitung masa subur ini untuk perhitungan masa subur yang lebih akurat dan positif hamil lebih cepat.

4. Tidak lagi ngotot untuk berhubungan dan rencana hamil

Jika dari awal pernikahan hingga sekarang Anda dan istri selalu rajin untuk berhubungan, itu artinya kedua belah pihak punya semangat yang sama untuk merencanakan kehamilan. Tapi jika sekarang Anda tidak lagi ngotot dan bermalas-malasan, coba evaluasi diri. Jangan-jangan semangat tersebut sudah luntur.

5. Berhubungan tidak membuat Anda menyatu dan saling berbagi dengan istri

Ini artinya, Anda merasa tidak mendapatkan manfaat apa-apa setelah berhubungan. Padahal berhubungan seksual antara suami istri seharusnya bermanfaat untuk hubungan batin atau kedekatan suami istri. Setelah itu, Anda dan istri nyaman melakukan apapun bersama. Bahkan menjadi pasangan yang kompak dalam menjalani masa depan dan biduk rumah tangga.

6. Tidak pernah berfantasi seks dengan pasangan sendiri

Di waktu-waktu tertentu, Anda tidak pernah membayangkan berhubungan dengan pasangan sendiri? Padahal, berfantasi seks dengan pasangan akan membuat Anda lebih bersemangat dan menaikkan hasrat seksual untuk program hamil lho!

Ketika berhubungan, Anda malah berfantasi dengan wanita lain? Wah, ini bisa bahaya! Meski masih memungkinkan untuk hamil, ini malah akan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.

7. Ada jadwal berhubungan yang tetap, misalnya tiap malam minggu atau minggu pagi

Jadwal berhubungan memang bagus untuk rencana kehamilan. Apalagi jika jadwal tersebut rutin dilakukan pada masa-masa subur wanita. Tapi lain ceritanya jika jadwal itu malah membatasi hubungan seksual Anda di luar jadwal. Bukankah Anda jadi tidak bisa menambah peluang memiliki anak?

8. Hanya salah satu pasangan yang inisiatif, sedangkan satunya lagi merasa terbebani

Ketika inisiatif berhubungan hanya datang dari Anda saja atau istri saja, sedangkan pasangan yang satunya menolak, bukankah ini menghalangi lancarnya perencanaan kehamilan? Pun jika salah satu mau menerima inisiatif, tapi dengan rasa terpaksa. Bukan tidak mungkin stres muncul saat berhubungan dan mempengaruhi kerja hormon untuk kesuburan.

9. Memandang berhubungan sebelum pernikahan sebagai waktu terbaik

Jika Anda adalah pria yang memandang “sex before married” adalah segalanya, bisa jadi Anda jadi kurang menghargai hasrat seksual setelah pernikahan. Akan ada pola pikir atau mindset kalau berhubungan setelah menikah itu kurang asyik, dingin, kurang menggairahkan, dsb. Akibatnya, hasrat seksual menurun, Anda semakin malas berhubungan, dan rencana kehamilan terputus di tengah jalan.

10. Berhubungan bersifat mekanis dan rutin

Anda merasa seperti robot atau mesin yang disetting harus ini itu saat/untuk berhubungan? Mungkin Anda harus hilangkan pola pikir tersebut dan memulai komunikasi yang baik dengan istri. Apa sih yang diinginkan satu sama lain ketika sedang berhubungan?

11. Satu sampai dua kali dalam sebulan adalah jumlah maksimal dalam berhubungan

Dalam sebulan, Anda hanya berhubungan maksimal dua kali? Sayang sekali! Ini artinya Anda tidak memanfaatkan usia subur istri Anda untuk rencana kehamilan, lho! Ingat, kesuburan wanita menurun setelah memasuki usia 30 tahun dan semakin merosot lagi setelah di atas 35 tahun. Jika Anda hanya membuang-buang waktu, kapan punya momongan?

Calon ayah, apakah ada dari kesebelas poin tersebut Anda rasakan? Bila ada 5 poin yang Anda rasakan atau mengalami poin nomor 11 saja, Anda dapat dikatakan sedang menurun hasrat seksualnya. Ingat! Berhubungan tidak hanya bermanfaat untuk rencana hamil dan memiliki momongan, melainkan untuk kelanggengan rumah tangga juga lho!