Program Bayi Tabung, Opsi Terakhir Mengatasi Ketidaksuburan

Program Bayi Tabung, Opsi Terakhir Mengatasi KetidaksuburanPernahkah Anda mendengar istilah program bayi tabung? Pasti pernah! Beberapa orang ternama di Indonesia pernah mengikuti program yang memiliki nama lain In Vitro Fertilisation ini. Sebut saja presenter Lula Kamal, pembaca berita Tina Talisa, hingga penyanyi dangdut Inul Daratista. Dari proses tersebut, mereka berhasil mendapatkan bayi yang sehat bahkan ada yang kembar.

Mendengar kisah mereka, nampaknya bayi tabung adalah harapan besar bagi Anda yang belum memiliki momongan ya? Namun tahan dulu keinginan Anda mengikuti program bayi tabung. Setidaknya, bekali diri Anda dulu dengan seluk beluk bayi tabung seperti yang berhasil dikumpulkan oleh tim akuinginhamil.com berikut!

Apa itu bayi tabung?

Bayi tabung adalah bentuk inseminasi buatan yang prosesnya hampir mirip dengan inseminasi intrauterin. Bedanya adalah sel telur dan sel sperma sama-sama diambil ke luar tubuh, disatukan di laboratorium dengan tabung khusus agar terjadi proses pembuahan, kemudian baru ditanamkan ke dalam rahim.

Program bayi tabung dapat membantu Anda untuk beberapa masalah ketidaksuburan, yaitu:

  • Tuba falopi yang terhalang atau rusak. Dengan program bayi tabung, sel telur diambil langsung dari ovarium, dibuahi, dan ditanamkan langsung ke dalam uterus (rahim). Dengan cara ini, fungsi saluran tuba falopi tidak dibutuhkan lagi.
  • Jumlah sperma yang rendah atau mobilitas sperma yang rendah. Dengan menyatukan sel telur dan sperma di laborarium, sperma akan lebih mudah membuahi sel telur. Setelah dibuahi, baru kemudian ditanam pada rahim.
  • Ketidaksuburan yang belum bisa dijelaskan penyebabnya. Setelah menganalisis dan menguji Anda, dokter tidak bisa menemukan penyebab ketidaksuburan Anda. Jika itu yang terjadi, program bayi tabung adalah solusi terbaik yang bisa mereka tawarkan.

Bagaimana cara kerja program bayi tabung?

Program bayi tabung akan melibatkan sejumlah proses yang diawali penggunaan obat-obat kesuburan untuk membantu Anda memproduksi sel telur sebanyak dan sesehat mungkin. Kemudian, Anda akan diberikan injeksi hormon selama dua belas hari. Fungsi injeksi ini adalah untuk merangsang ovarium dan membantu mereka untuk melepaskan sel telur matang yang telah dihasilkan dari obat-obatan tadi.

Apakah saya bisa mengikuti program bayi tabung?

Anda harus mengikuti program ini dengan kesadaran sendiri dan tanpa paksaan orang lain. Anda juga diharapkan telah mendapat dukungan dari suami dan keluarga besar. Program ini bisa jadi sangat menuntut kesiapan fisik dan emosional Anda dan suami. Apalagi, prosedur program bayi tabung akan menggunakan alat-alat yang diaplikasikan pada tubuh atau organ reproduksi Anda. Selain itu, ada faktor finansial juga. Sebab, program bayi tabung tergolong bertarif sangat mahal.

Prosedur program bayi tabung bisa dibilang kompleks dan cukup menegangkan. Karena program ini pula, siklus bulanan bisa berlangsung selama tujuh minggu. Di samping itu, Anda juga akan sering-sering melakukan kunjungan ke dokter demi memantau perkembangannya. Namun, bagi yang berhasil mendapatkan momongan dari program ini, pasti akan sangat bersyukur dan tidak menjadikan biaya mahal dan segala kesulitannya sebagai permasalahan besar.

Kerumitan prosedur tadi nyatanya juga punya dampak positif. Menurut pengalaman The National Institute for Health and Care Excellence (NICE), sebelum memulai program bayi tabung, pasangan suami istri terlihat sangat lelah dan tak bersemangat karena upayanya belum membuahkan hasil. Berkat panjang dan rumitnya program bayi tabung, pasangan suami istri memiliki kualitas hubungan yang lebih baik. Mereka nampak saling membantu, menyemangati satu sama lain, serta saling melindungi selama menjalani program tersebut.

Untuk dapat mengikuti program ini, Anda harus memastikan bahwa memenuhi syarat-syarat ketidaksuburan yang bisa ditangani oleh program bayi tabung. Pastikan juga Anda dan suami benar-benar ingin dan siap mental serta memiliki anak. Memperhatikan usia Anda juga perlu. Dalam beberapa kasus, faktor usia ini akan dipakai untuk menentukan siklus program bayi tabung. Siapkan pula biaya untuk perawatan, obat, tes, dan konsultasinya.

Berapa tingkat keberhasilan program bayi tabung?

Prinsip persentase keberhasilan program bayi tabung tidak jauh berbeda dengan inseminasi intrauterin. Tingkat kesuksesan keduanya bergantung pada usia Anda. Sebab usia, khususnya pada wanita, sangat mempengaruhi tingkat ovulasi. Semakin muda usia Anda, persentase kesuksesan akan tinggi. Sebaliknya, semakin tua usia Anda, persentase kesuksesan pun menipis.

Menurut hasil program bayi tabung tahun 2010 di situs bounty.com, beberapa wanita dengan rentang usia berbeda-beda memiliki persentase yang beragam. Wanita berusia 35 tahun memiliki persentase kesuksesan sebesar 35%. Sedangkan yang berusia di antara 38 – 39 tahun akan mengalami kesuksesan sebesar 21%. Sayangnya, wanita berusia 45 tahun atau lebih hanya memiliki persentase kesuksesan sebesar 2%.

Program bayi tabung memang dikenal sebagai salah satu solusi masalah kesuburan. Tapi, jadikanlah ini sebagai opsi terakhir. Masih ada pilihan-pilihan lainnya yang bisa direkomendasikan oleh dokter dan klinik kesuburan sesuai dengan permasalahan Anda.

Jika memang program bayi tabung adalah pilihan terakhir dari ketidaksuburan Anda (apalagi dengan usia yang sudah mencapai 30 tahun lebih), carilah info sebanyak mungkin tentang program ini, resiko yang mungkin terjadi, serta persentase kesuksesan sesuai usia Anda. Dengan informasi yang detil, semoga keputusan untuk menjalankan program bayi tabung adalah solusi terbaik untuk Anda. Tetap semangat!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «