Prosedur GIFT: Dari Lama Penggunaan Hingga Kontranya

Prosedur GIFT: Dari Lama Penggunaan Hingga Kontra yang Harus Anda Ketahui

Prosedur GIFT dan kehamilan lewat pembuahan alamiah - via ndtvimg.com

Prosedur GIFT dan kehamilan lewat pembuahan alamiah – via ndtvimg.com

Hai, calon ibu! Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, prosedur GIFT (Gamete Intrafallopian Transfer) adalah perawatan kesuburan berteknologi tinggi yang menjamin pembuahan terjadi secara alami. Segera setelah sperma dan sel telur dipadukan, laparoskopi dilakukan untuk mentransfer keduanya ke tuba falopi.

Lalu, berapa lama prosedur GIFT ini dilakukan? Bagaimana tingkat kesuksesannya? Apa keuntungannya? Apa pula kontranya sehingga bayi tabung lebih banyak digunakan? Sebelum mantap menjajal prosedur GIFT, mari kita perdalam semuanya lewat poin-poin berikut!

Berapa Lama Prosedur GIFT Dilakukan?

Kira-kira, perlu empat hingga enam minggu untuk melengkapi satu siklus GIFT. Jika ingin dijabarkan waktunya, Anda harus menunggu sel telur matang. Kemudian, Anda dan suami menghabiskan setengah hari untuk pengambilan sel telur dan sperma. Pada saat yang sama, Anda akan menjalani pembedahan laparoskopi untuk menanamkan sperma dan sel telur ke tuba falopi.

Laparoskopi adalah pembedahan minor. Karenanya, Anda tak perlu menjalani rawat inap. Bahkan, Anda bisa langsung pulang pada hari yang sama.

Tingkat Kesuksesan

Hasil perawatan GIFT sangat bervariasi. Penyebab infertilitas pasangan dan umur suami istri bisa mempengaruhi hasilnya. Yang pasti, wanita yang masih muda lazimnya mempunyai sel telur yang sehat. GIFT yang melibat sel telur wanita muda akan memiliki kecenderungan sukses lebih tinggi.

Lagi program hamil? Download ebook cara menghitung masa subur ini untuk perhitungan masa subur yang lebih akurat dan positif hamil lebih cepat.

Berdasarkan data yang dikutip dari laman babycenter.com, persentase rata-rata kehamilan setelah menjalani prosedur GIFT adalah 37% untuk wanita berusia 38 tahun dan di bawahnya. Sedangkan mereka yang berusia 39 tahun dan di atasnya, memiliki persentase sebesar 24%.

Di sisi lain, persentase siklus GIFT dalam menghasilkan kelahiran hidup (artinya, setidaknya ada satu bayi lahir) sebesar 26,5%. Persentase ini menunjukkan bahwa persentase siklus GIFT sama besarnya dengan persentase siklus program bayi tabung.

Keuntungan GIFT

1. Konsepsi Alamiah

Konsepsi atau pembuahan dalam prosedur GIFT, tidak terjadi di laboratorium. Pembuahan terjadi secara alamiah di di tuba falopi wanita. Pasangan suami istri yang ingin memiliki momongan sealami mungkin atau memiliki agama dan keyakinan yang melawan pembuahan di luar tubuh, pasti akan menganggap perawatan ini menarik untuk kasus infertilitasnya.

2. Tidak Memiliki Relevansi dengan Kanker

Di masa lalu, perawatan kesuburan dengan teknologi reproduksi bantuan kerap dituding menyebabkan kanker. Namun kabar gembiranya, studi terkini menunjukkan tidak ada hubungan sama sekali antara obat kesuburan penginduksi ovulasi dan kanker.

Kontra GIFT

1. Memakan Waktu dan Biaya

Prosedur GIFT melibatkan kerja laboratorium yang mahal. Di samping itu, ada obat kesuburan dan pembedahan yang menjadi tahap wajibnya. Memantau reaksi tubuh terhadap obat kesuburan pun perlu waktu yang panjang. Apalagi diharuskan mengunjungi dokter secara rutin untuk tes darah dan USG.

2. Memerlukan Pembedahan

Transfer sel telur dan sperma ke tuba falopi memerlukan pembedahan, yang mana bersifat invasif (melukai tubuh), tidak seperti program bayi tabung.

3. Kemungkinan Hamil Ganda

Dalam prosedur GIFT, penggunaan lebih dari satu sel telur dimungkinkan. Jika sejumlah sel telur ini ditanamkan di tuba falopi, memiliki anak kembar bukan mimpi lagi. Sebuah studi besar tentang GIFT menemukan, jika tiga atau empat sel telur ditanamkan ke tuba falopi, ada peluang hamil kembar dua atau tiga sebesar 22%. Padahal normalnya, peluang hamil kembar tanpa perawatan kesuburan hanya 1% saja.

Namun yang perlu diwaspadai adalah kehamilan ganda atau kembar bukan tanpa resiko. Semakin banyak bayi yang dikandung, memungkinkan resiko keguguran atau komplikasi kehamilan.

4. Resiko Kesehatan Lain

Seperti program bayi tabung, prosedur GIFT pun punya resiko kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim). Di samping itu, wanita yang menjalaninya ada kemungkinan mengembangkan OHSS (ovarian hyperstimulation syndrome). Ini karena respon tubuh terlalu baik pada obat kesuburan. Dampaknya, sel telur yang matang terlalu banyak jumlahnya.

5. Ada kemungkinan perawatan ini tidak bekerja

Jika OHSS terjadi, perawatan GIFT kemungkinan akan ditunda oleh dokter. Di luar itu, prosedur GIFT bisa dihentikan jika jumlah folikel yang berkembang tidak mencukupi untuk menghasilkan sel telur.

6. Biaya yang Tidak Sedikit

Di Amerika Serikat, biaya prosedur GIFT antara 15.000 – 20.000 dolar Amerika per siklusnya. Biaya ini tergantung pada jenis obat yang dipilih, wilayah, dan cakupan asuransi.

Calon ibu, itulah seluk-beluk prosedur GIFT yang perlu Anda pahami. Anda tertarik mencobanya atau ingin beralih ke program bayi tabung? Apapun itu, pastikan Anda menjalaninya lewat dokter atau klinik yang terpercaya. Dengan demikian, pembuahan yang alami tetap jadi prioritas dan memiliki momongan bukan lagi angan-angan.