Proses Konsepsi: Dari Ovulasi Hingga Pembuahan

Proses konsepsi yang sampai pada hormon kehamilan - via maminuklubs.lv

Proses konsepsi yang sampai pada hormon kehamilan – via maminuklubs.lv

Halo calon ibu! Ketika menjalankan program kehamilan, apakah Anda sudah tahu waktu, tahap, dan bagaimana proses konsepsi atau pembuahan terjadi?

Tahukah Anda? dengan mengetahui hal tersebut, Anda tak hanya menjadi teredukasi, tetapi juga memuat program kehamilan bisa lebih lancar? Kebanyakan dokter menghitung awal kehamilan dengan hari menstruasi terakhir. Saat itulah, hari pertama kehamilan Anda dimulai. Dalam dunia medis, peristiwa ini disebut dengan umur menstruasi (menstrual age), yang mana terjadi sekitar dua minggu menjelang konsepsi. Adapun tanggal konsepsi bisa terjadi pada saat Anda dan suami berhubungan seksual. Bisa juga beberapa hari setelah hubungan karena kemampuan sperma untuk hidup sampai lima hari dalam tubuh wanita. Untuk memperjelas bagaimana proses konsepsi, berikut ini adalah tahap-tahapnya:

1. Ovulasi

Setiap bulannya, di dalam satu dari dua ovarium wanita, sekelompok sel telur yang belum matang, mulai berkembang. Lebih tepatnya, perkembangan itu terjadi pada folikel (kantung kecil berisi cairan, di mana sel telur bersemayam). (Baca selengkapnya tentang tanda ovulasi di sini.) Dari sekian banyaknya, salah satu folikel terpilih untuk matang. Kemudian, ia mulai menekan pertumbuhan folikel lainnya supaya tidak ikut tumbuh. Folikel yang matang kemudian pecah dan melepaskan sel telur dari ovarium. Peristiwa inilah yang disebut dengan ovulasi. Adapun ovulasi terjadi dua minggu sebelum periode menstruasi berikutnya dimulai.

2. Pengembangan corpus luteum

Setelah ovulasi, folikel yang pecah berkembang menjadi struktur yang disebut sebagai corpus luteum. Corpus luteum berperan untuk menghasilkan dua hormon. Pertama, hormon progesteron yang mempersiapkan endometrium (lapisan rahim) agar embrio bisa melakukan implan pada lapisan yang menebal. Kedua, estrogen.

3. Pelepasan sel telur

Sel telur dilepas dari folikel, ia berjalan menuju tuba falopi. Lantas, ia tinggal di sana sampai satu sperma melakukan penetrasi. Dengan penetrasi tersebut, pembuahan bisa terjadi. Sel telur sendiri bisa dibuahi kurang lebih 24 jam setelah ovulasi.

4. Menstruasi

Jika tidak ada sperma yang membuahi, sel telur dan corpus luteum akan merosot. Tingkat hormon yang tadinya tinggi, pun ikut menghilang. Akibatnya, endometrium terkelupas dan terjadilah perdarahan menstruasi. Kemudian, siklus ini akan terus berulang setiap bulan jika tidak ada pembuahan.

5. Inti proses konsepsi : Pembuahan

Inilah proses konsepsi yang paling penting! Jika sperma bertemu sel telur matang dan melakukan penetrasi pasca ovulasi, ia akan membuahi sel telur tersebut. Perubahan pun terjadi pada lapisan protein sel telur. Tujuannya agar sperma lain tidak masuk dan turut melakukan penetrasi. Pada saat pembuahan, pembentukan genetik bayi selesai (termasuk dengan pembentukan jenis kelaminnya). Karena ibu hanya memiliki kromosom X (pada dasarnya, wanita berkromosom XX), jika ada sperma berkromosom Y yang membuahi, maka bayi Anda akan menjadi bayi laki-laki. Ini karena bayi berkromosom XY. Namun jika sperma X yang membuahi, bayi Anda adalah perempuan karena kromosomnya XX.

6. Implantasi

Dalam waktu 24 jam setelah pembuahan, sel telur mulai terbagi menjadi beberapa sel. Saat itu, ia tinggal di tuba falopi selama tiga hari. Sel telur yang dibuahi inilah yang disebut dengan zigot. Ia akan terus terbagi saat perlahan-lahan menuruni tuba falopi, lalu ke uterus. Setelah mencapai uterus, ia akan tertanam ke endometrium. Inilah yang dimaksud implantasi. Awalnya, zigot menjadi sel berbentuk bola padat. Kemudian berubah menjadi bola berongga, yang kelak disebut blastokista (blastocyst). Sebelum implantasi terjadi, blastokista akan memecahkan pelindungnya. Lalu saat blastokista membangun kontak dengan endometrium, pertukaran hormon membantu blastokista agar menempel di lapisannya. Beberapa wanita mulai melihat bercak atau perdarahan ringan selam satu hingga dua hari di sekitar waktu terjadinya implantasi. Setelah gejala itu terjadi, endometrium menebal dan leher rahim disegel oleh lendir. Dalam waktu tiga minggu kemudian, sel blastokista mulai tumbuh sebagai gumpalan sel berbentuk bola kecil. Artinya, sel-sel syaraf pertama bayi sudah terbentuk. Bayi yang sedang berkembang, akan disebut embrio semenjak waktu konsepsi hingga delapan minggu kehamilan. Setelah delapan minggu sampai waktunya kehamilan, ia tidak disebut sebagai embrio lagi. Ia akan disebut dengan foetus.

7. Hormon kehamilan

Human Chorionic Gonadotropin (hCG) adalah hormon kehamilan yang ada di darah semenjak waktu konsepsi. Hormon ini diproduksi oleh sel yang membentuk plasenta. Inilah hormon yang terdeteksi dalam tes kehamilan. Namun, perlu tiga hingga empat hari dari hari pertama periode berakhir. Ini karena level hCG perlu waktu agar cukup tinggi untuk terdeteksi alat tes kehamilan atau testpack. Setelah Anda positif hamil, Anda akan melalui tahap-tahap lainnya, yang disebut trimester. Sesuai namanya, tahap ini terjadi setiap tiga bulan. Kenapa harus tiga bulan? Ini karena perubahan kehamilan yang cukup signifikan, terjadi setiap tiga bulan sekali. Nah! Sekarang Anda sudah lebih paham tentang proses konsepsi bukan, calon ibu? Mulai sekarang, rencanakan program kehamilan Anda dengan lebih teredukasi yuk! Jika perlu, ambil suplemen kesuburan FertilAid supaya semuanya lebih lancar lagi. Tetap semangat dan selamat merencanakan kehamilan, ya!

Obat Kesuburan Fertilaid