Serba-Serbi Prosedur ZIFT yang Perlu Anda Ketahui

Hamil dengan prosedur ZIFT - via internethaber.com

Hamil dengan prosedur ZIFT – via internethaber.com

Perawatan ZIFT adalah perawatan kesuburan yang unggul karena proses implantasi embrionya terjadi secara alami. Barangsiapa memiliki infertilitas, namun tetap ingin hamil sealami mungkin, bisa mencoba perawatan ZIFT di luar pilihan perawatan GIFT (Gamete Intrafallopian Transfer).

Lalu, bagaimana seluk beluk perawatan ini? Berapa lama ia dijalankan dan tingkat kesuksesannya? Apa keuntungannya? Mengapa belakangan prosedur ini jarang dipakai meski menjanjikan implantasi secara alami? Mari kita simak poin-poin berikut!

Berapa Lama Perawatan ZIFT Berjalan?

Untuk melengkapi satu siklus perawatan ZIFT, diperlukan waktu sekitar empat hingga enam minggu. Waktu tersebut sudah termasuk dengan penggunaan obat kesuburan hingga tes kehamilan. Ketika mengambil obat kesuburan, Anda harus menunggu sel telur supaya matang. Selama pengambilan sel telur dan sperma, Anda dan suami akan menghabiskan setengah hari di klinik atau rumah sakit. Hari selanjutnya, zigot ditransfer ke tuba falopi lewat pembedahan. Tes kehamilan baru dilakoni dua minggu kemudian.

Tingkat Kesuksesan

Berdasarkan sejumlah kasus infertilitas, tingkat kesuksesan prosedur ZIFT bervariasi. Hasil prosedur ZIFT sendiri tergantung dari umur dan masalah kesuburan yang dialami. Namun semakin muda usia wanita yang menjalaninya, semakin besar tingkat kesuksesannya. Ini karena wanita tersebut mempunyai sel telur yang lebih sehat.

Rata-rata, wanita punya peluang sebesar 26% untuk melahirkan bayi per siklus perawatan ZIFT. Dari persentase ini, kita tahu bahwa tingkat kesuksesan ZIFT sama dengan program bayi tabung. (Data dikutip dari laman babycenter.com)

Keuntungan ZIFT

1. Pembuahan Sel Telur Lebih Meyakinkan

Dibandingkan dengan GIFT, prosedur ZIFT lebih meyakinkan dalam menghasilkan bayi. Ini karena sel telur telah dibuahi terlebih dahulu di laboratorium. Setelah pembuahan menghasilkan zigot, barulah penempatan zigot ke tuba falopi dilakukan.

2. Implantasi Terjadi Secara Alami

Meskipun proses pembuahan tidak terjadi di dalam tubuh, namun prosedur ZIFT masih memiliki sisi alaminya. Yaitu pada proses implantasi. ZIFT membuat embrio atau zigot berjalan dari tuba falopi ke uterus dengan sendirinya. Ini tentunya sangat menggiurkan bagi pasangan suami istri yang ingin hamil sealami mungkin, meski dengan bantuan teknologi reproduksi bantuan.

3. Tidak Ada Hubungan dengan Kanker

Studi lawas mengatakan bahwa teknologi reproduksi bantuan rawan menyebabkan kanker. Faktanya, studi terkini tentang ZIFT menentang hal tersebut. Studi tersebut menunjukkan, tidak ada relevansi antara obat kesuburan penginduksi ovulasi dengan kanker ovarium atau kanker yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita.

Mengapa Perawatan Kesuburan ZIFT Sangat Jarang Dilakukan?

1. Biaya yang Perlu Dirogoh Cukup Mahal

Sama seperti program bayi tabung dan GIFT, prosedur ZIFT membutuhkan kerja laboratorium yang mahal dan kompleks. Bahkan tenaga embriologis pun dilibatkan. Belum cukup, masih ada biaya untuk obat kesuburan dan pembedahan. Belum lagi jika Anda harus melakukan beberapa kali siklus perawatan ZIFT.

Di Amerika Serikat, perlu sekitar 15.000-20.000 dolar Amerika per siklus ZIFT. Biaya ini tentu saja lebih besar dibandingkan biaya program bayi tabung dan GIFT. Biaya ini tergantung dari obat kesuburan yang digunakan, wilayah, dan cakupan asuransi kesehatan.

2. Prosedurnya Memakan Waktu

Memantau efek tubuh terhadap obat kesuburan, memerlukan banyak waktu. Di samping itu, Anda (istri) diharuskan mengunjungi dokter secara rutin, yaitu setiap dua atau tiga hari sekali. Kunjungan rutin ini dilakukan untuk tes darah dan USG.

3. Sulitnya Menemukan Klinik yang Menawarkan Prosedur Ini

Dewasa ini, tidak banyak klinik yang menawarkan prosedur ZIFT sebagai alternatif perawatan kesuburan. Jika sudah seperti ini, biasanya Anda lebih disarankan untuk mencoba program bayi tabung.

4. Prosedur ZIFT Memerlukan Pembedahan

Transfer zigot ke tuba falopi pada prosedur ZIFT, dilakukan dengan jalan pembedahan atau operasi. Dibandingkan prosedur bayi tabung yang minim invasifnya, pembedahan ini bersifat invasif (melukai tubuh).

5. Adanya Resiko Kehamilan Ganda

Banyaknya zigot yang mungkin ditransfer ke tuba falopi, memungkinkan wanita yang menjalani ZIFT memiliki bayi kembar. Bagi banyak orang, memiliki bayi kembar tentunya jadi anugerah dan kebanggaan. Di sisi lain, kehamilan ganda atau kembar punya resiko yaitu potensi keguguran atau komplikasi kehamilan.

6. Kemungkinan Resiko Kesehatan Lainnya Tetap Ada

Sama seperti program bayi tabung, prosedur ZIFT memiliki peluang bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan yang kurang. Di samping itu, resiko OHSS (Ovarian Hyperstimulation Syndrome) juga mungkin terjadi. Ini karena respon tubuh terlalu baik dalam menghadapi obat kesuburan. Sel telur yang matang pun jumlahnya terlalu banyak.

Mengingat ZIFT juga salah satu bagian dari teknologi reproduksi bantuan, maka ia berpotensi menyebabkan kehamilan ektopik. Bahkan potensinya lebih besar dibandingkan dengan program bayi tabung.

7. Prosedur ZIFT Mungkin Saja Tidak Bekerja

Perawatan ZIFT juga mungkin ditunda, seperti halnya perawatan GIFT. Penundaan ini dikarenakan terjadinya OHSS atau folikel yang berkembang tidak cukup jumlahnya.

Meski perawatan ZIFT sudah jarang dilakukan, bukan berarti Anda dan suami dilarang menggunakannya. Selama perawatan ini sesuai dengan problem infertilitas, sesuai prioritas perawatan kesuburan, dan telah dikonsultasikan dengan dokter, yakinlah perawatan ZIFT mampu menghasilkan bayi idaman Anda.

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «