Tanda-Tanda Ovulasi / Masa Subur

Tanda-Tanda Ovulasi / Masa Subur

Tanda-Tanda OvulasiAnda dapat memahami siklus mentruasi anda dengan mudah?

Jika anda mengetahui apa dan bagaimana siklus haid berlangsung dalam tubuh kita.

Anda tidak perlu jadi seorang ahli

Dari hari pertama anda haid, hingga ovulasi disebut sebagai fase folikuler.  Kemudian, dari masa ovulasi sampai akhir fase haid anda, disebut sebagai fase luteal, yang biasanya berlangsung 12 hingga 16 hari.

Apa artinya?

Ternyata hari pasti ovulasi tidak bisa dihitung berdasarkan hari pertama haid.

Anda sebaiknya mencatat dengan baik siklus haid anda, mulai dari fase folikuler dan fase luteal.

Bagaimana ovulasi berlangsung dalam tubuh anda?

Ovarium anda merupakan organ mengagumkan yang menyerupai bentuk almond.

Di dalamnya terdapat folikel-folikel yang mengandung ovum atau sel telur yang selalu siap untuk ovulasi.

Setiap kali siklus haid berlangsung, Follicle Stimulating Hormone (FSH) merangsang perkembangan 5-12 folikel, dan hanya folikel yang paling dominan yang akan dilepaskan saat ovulasi.

Folikel yang berkembang memproduksi estrogen, dan pada akhirnya, kadar estrogen akan meningkat dalam darah, dan Luteinizing Hormon (LH) akan merangsang ovulasi dalam tubuh anda.

Ovulasi terjadi sekitar 12-24 jam setelah rangsangan LH, dan folikel matur akan keluar melalui dinding ovarium.

Jika sperma sedang “menunggu” sel telur, atau anda berhubungan intim pada saat ini, maka anda memiliki peluang besar untuk hamil.

Bagi sekitar 90% wanita, panjangnya siklus haid bervariasi mulai dari 23-35 hari, di mana terjadinya ovulasi pada pertengahan siklus.

Faktor-faktor lain seperti stress, dapat berakibat keterlambatan ovulasi.

Bagaimanapun, hari yang sering digunakan untuk menghitung siklus haid, khususnya untuk menghitung penanggalan kehamilan, didasarkan pada ovulasi di hari ke-14, sehingga anda bisa bisa melihat mengapa perkiraan kehamilan tidak selalu tepat.

Tidak semua wanita memiliki siklus 28 hari dan ovulasi di hari ke-14.

Apakah wanita mengalami ovulasi setiap bulan?

Tidak semua wanita mengalami ovulasi setiap bulan.

Jika sel telur tidak menghasilkan folikel matur, maka ovulasi tidak akan terjadi.  Hal ini dikenal dengan istilah siklus haid anovulatoar.

Endometrium (lapisan dalam uterus yang menebal untuk persiapan hamil) berkembang sebagaimana biasanya, akan tetapi tidak ada sel telur yang dikeluarkan.

Sebagian kecil wanita, kemungkinan melepaskan dua atau lebih sel telur dalam waktu 24 jam.  Dan tidak memungkinkan lagi untuk mengeluarkan sel telur lagi setelahnya karena adanya perubahan hormonal tubuh.

Saat sel telur dibuahi, maka hormon akan menghentikan pelepasan sel telur lagi untuk menjaga dan memelihara kehamilan.

Bagaimana gejala ovulasi?

Berikut beberapa gejala ovulasi yang perlu anda perhatikan, yaitu :

1 – Nyeri Ovulasi atau MittMittelschmerzelschmerz

Beberapa wanita mengalami nyeri ovulasi atau Mittelschmerz.  Istilah ini berasal dari bahasa Jerman Mittel artinya pertengahan dan schmerz yang artinya nyeri.

Bagi wanita dengan nyeri ovulasi ini, ovulasi seringkali terjadi tiba-tiba, dan nyeri berlangsung lama di bagian bawah perut.

Nyeri ovulasi dapat menjadi tanda ovulasi, akan tetapi sangat penting untuk mencari tahu jika nyeri ovulasi yang sangat, tidaklah normal.

Sensasi ringan saat ovulasi wajar terjadi, akan tetapi adanya nyeri adalah sesuatu yang tidak wajar.  Apalagi jika anda sedang berusaha untuk hamil.

Adanya nyeri yang berlebihan saat ovulasi bisa jadi merupakan gejala medis yang bisa menyebabkan infertilitas.

2 – Penurunan suhu basal tubuh

suhu basal tubuhUntuk mengetahui adanya penurunan suhu basal tubuh anda, anda perlu mencatat dengan seksama sklus haid anda,  mencatat suhu badan anda setiap kali anda bangun pagi.

Catatan ini akan menjadi kunci penting untuk memahani bagaimana siklus haid anda berlangsung.  Juga akan mengidentifikasikan apa yang sedang tubuh anda alkukan dan apakah semuanya berlangsung normal.

Jika anda belum pernah mencatat siklus haid anda sebelum anda membaca artikel ini, maka sebaiknya anda memulainya sekarang.  Anda memerlukan termometer suhu basal.

Termometer suhu basal ini dirancang untuk mengukur suhu yang memiliki fluktuasi cukup rendah dari normal (memiliki akurasi hingga +/- 0,05 derajat, dan akan mengukur hingga dua angka desimal).

Setelah ovulasi, anda akan memperhatikan jika suhu tubuh anda kembali meningkat ke angka normal, dan akan bertahan hingga periode selanjutnya. Kecuali jika anda hamil, maka suhu badan anda akan tetap tinggi.

Dengan ini, seorang wanita dapat melihat, bahwa ovulasi terjadi saat terjadi penurunan suhu basal ke titik terendah selama siklus haid.

3 – Lendir Serviks

Lendir ServiksTetaplah memperhatikan lendir serviks beberapa kali dalam sehari.  Lendir serviks adalah petanda yang dapat diandalkan untuk mengetahui ovulasi.

Perubahan lendir serviks ini terjadi sebagai respons apakah anda sedang subur atau tidak selama siklus haid anda.

Perubahan lendir serviks terjadi seiring dengan adanya fluktuasi kadar estrogen dalam tubuh.

Selama siklus haid, lendir serviks pada awalnya akan mengering sebelum menjadi tebal, lalu menipis dan akhirnya tampak encer  sebelum masa paling subur dimana lendir serviks sangat jernih, licin dan dapat meregang.

Seiring bertambahnya usia anda,  maka masa subur ini akan semakin memendek.

Sebagai contoh, seorang wanita yang berusia 20 tahun memiliki masa subur selama 5 hari, sementara wanita yang  mendekati usia 30 tahun, memiliki masa subur 1-2 hari.

4 – Posisi Serviks

Serviks anda memberikan beberapa petunjuk yang mengagumkan jika anda sedang subur.  Jadi memeriksa serviks adalah salah satu cara yang membantu anda ketika ovulasi sudah dekat.

Periksalah posisi serviks anda di waktu yang sama setiap harinya.  Karena posisi serviks anda tidak selalu sama sepanjang hari. Pastikan anda mencuci tangan dengan baik sebelum memeriksa serviks anda.

Seperti halnya dengan lendir serviks anda, pada serviks juga terjadi perubahan yang menandakan adanya masa subur.

Jika anda sedang tidak subur anda dapat memperhatikan bahwa posisi serviks anda lebih rendah, teraba keras (seperti ujung hidung anda) dan kering.

Sebaliknya, jika sedang subur, maka serviks teraba lunak (seperti daun telinga), terbuka dan lembab.

Tanda – tanda terjadinya ovulasi yang lain adalah payudara terasa nyeri dan sensitif, peningkatan libido, sensititivitas terhadap bau dan rasa lebih tajam, retensi air, dan perdarahan bercak yang dipercaya sebagai akibat adanya penurunan kadar estrogen yang tiba-tiba sebelum ovulasi.

Karena kadar progesteron yang menurun tiba-tiba, lapisan endometrium akan meluruh dan terjadilah perdarahn bercak. Semoga bermanfaat!

Obat Kesuburan Fertilaid