Temukan 4 Penyebab Umum Ketidaksuburan pada Wanita!

Penyebab Umum Ketidaksuburan pada WanitaMasalah ketidaksuburan atau infertilitas akan selalu menjadi persoalan yang seksi dalam perencanaan kehamilan pasangan suami dan istri. Infertilitas sendiri dapat disebabkan oleh bermacam-macam hal. Tiap pasangan yang memiliki problem infertilitas pun punya penyebab dan kasus yang berbeda-beda. Bahkan, dari 25% pasangan infertil di dunia, sayangnya para dokter dan ahli masih belum bisa menentukan apa penyebabnya.

Anda, khususnya sang istri yang sedang dalam perjalanan menuju perencanaan kehamilan, mungkin bisa menghindarinya dengan membuat perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Sembari itu, Anda tetap dapat memperdalam pengetahuan tentang apa saja penyebab umum ketidaksuburan pada wanita. Berikut ini, akuinginhamil.com sajikan spesial untuk Anda mengenai penyebab umum ketidaksuburan pada wanita.

1. Problem dalam berovulasi

  • Infertilitas sering disebabkan oleh masalah ovulasi (waktu di mana telur dilepaskan dan siap untuk dibuahi setiap bulan). Masalah ini dapat terjadi karena beberapa kondisi berikut:
    Sindrom ovarium polikistik, yaitu kondisi medis yang ditandai dengan adanya sejumlah kista-kista kecil di sekeliling tepi ovarium. Kista ini terbentuk dari sel telur yang mengandung sel folikel yang tidak matang dengan baik karena ketidakseimbangan hormon. Sindrom ini sering menyebabkan infertilitas pada wanita karena ovulasi tidak dapat terjadi dan sel telur tidak dilepaskan dari ovarium untuk dibuahi oleh sel sperma.
  • Masalah tiroid, baik kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) atau kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme). Tiroid sendiri adalah kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Ia berfungsi untuk untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.
    Jika hipotiroidisme terjadi, tubuh akan merasa kedinginan, letih, kulit mengering, dan berat badan akan bertambah. Sebaliknya, hipertiroidisme menyebabkan keringat, merasa gelisah, tidak bisa diam, dan berat badan berkurang. Dari kedua hal tersebut, sejatinya kita masih ingat bahwa untuk mendapatkan kehamilan, berat badan seseorang tidak boleh terlalu gemuk ataupun kurus.
  • Kegagalan ovarium yang terlalu dini, yaitu sebuah kondisi di mana ovarium seorang wanita berhenti bekerja sebelum dia berumur 40 tahun.

2. Masalah pada rahim dan saluran tuba

Masalah umum lainnya adalah ketika saluran tuba atau rahim yang rusak atau pun berhenti bekerja. Biasanya telur Anda berjalan turun dari ovarium ke tuba falopi, di mana sperma menunggu untuk membuahinya. Setelah proses membuahi itu, seharusnya embrio kemudian berpindah ke dalam rahim, di mana embrio akan tinggal dan berkembang sebagai janin. Namun, ada beberapa faktor yang yang dapat merusak rahim atau saluran tuba/tuba falopi:

  • Adanya jaringan parut atau bekas luka dari operasi panggul
  • Adanya lendir serviks yang kekentalan/konsistensinya tidak normal dilalui sperma untuk berenang
  • Fibroid submukosa, yaitu tumor non-kanker yang tumbuh di atau sekitar rahim
  • Endometriosis, yaitu suatu kondisi di mana potongan-potongan kecil dari lapisan rahim mulai tumbuh di tempat-tempat lain, seperti ovarium. Akibatnya sulit bagi telur untuk dilepaskan dan hidup ke dalam rahim.
  • Penyakit radang panggul, yaitu infeksi saluran kelamin perempuan atas yang meliputi rahim, saluran tuba, dan ovarium.

3. Penggunaan obat-obatan

Beberapa obat-obatan juga dapat mempengaruhi kesuburan wanita, misalnya:

  • Obat anti inflamasi non steroid untuk penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi penggunaan ibuprofen atau aspirin
  • Kemoterapi, di mana obatnya dapat mempengaruhi indung telur
  • Obat neuroleptik yang digunakan untuk mengobati psikosis
  • Spironolactone yang digunakan untuk mengobati retensi cairan. Obat ini dapat mempengaruhi jangka pendek kesuburan
  • Obat ilegal, seperti kokain dan ganja

4. Umur

Pada wanita, infertilitas sangat terkait sekali dengan usia. Di usia pertengahan 30 tahunan, kesuburan wanita akan menurun. Menurut data yang dikutip dari halaman bounty.com, 95% perempuan berusia 35 tahun akan hamil setelah tiga tahub berhubungan seksual tanpa kondom secara teratur. Sedangkan untuk wanita berusia 38 tahun, hanya 75% akan hamil dalam periode yang sama.
Jika memang usia Anda telah mencapai di atas 30 tahun, bahkan pertengahan 30 tahunan, cobalah untuk tidak khawatir. Mengidentifikasi penyebab infertilitas pasti akan membawa Anda menemukan solusinya. Berkonsultasilah pada dokter Anda atau pada ahli kesuburan. Ceritakan riwayat Anda agar bisa mengkronologikan penyebab infertilitas Anda.

Setelah membaca keempat faktor tersebut, semoga Anda dapat segera mengantisipasi problem kesuburan Anda ya? Bagi yang masih muda dan ingin memiliki momongan untuk pertama kalinya, pastikan Anda membiasakan diri dengan gaya hidup sehat. Begitu pula yang usianya tak lagi muda dan masih mendambakan momongan. Hidup sehat dan penuh nutrisi tidak akan merugi, terlebih jika momongan adalah yang tengah Anda cari!

Obat kesuburan terbaik di dunia AGAR CEPAT HAMIL secara alami. Solusi Program Hamil Sukses! » BELI DI SINI «