Tidak Disunat Bikin Susah Punya Momongan? Benarkah?

Tidak sunat susah punya momongan? - via poskod.my

Tidak sunat susah punya momongan? – via poskod.my

Dear calon ibu dan calon ayah, sebagai salah satu warga negara Indonesia, pasti Anda sudah sangat akrab dengan istilah sunat atau khitan. Ya, sunat sudah menjadi salah satu tradisi bagi pria Muslim di Indonesia. Namun, sudah betul-betul pahamkah Anda dengan manfaat sunat? Apakah betul pria yang tidak disunat akan susah punya momongan? Kita cari tahu yuk faktanya di sini!

Pada organ reproduksi pria, bagian mana yang disunat?

Secara anatomis, ujung penis pria memiliki kulit penutup yang disebut preputium. Dalam masyarakat, istilah ini lebih sering disebut sebagai kulup atau kulit khatan. Kulup ini memiliki dua lapisan. Pertama, lapisan luar yang berupa kulit. Kedua, lapisan dalam yang terdiri dari susunan jaringan yang amat lembut.

Para ahli berpendapat kalau fungsi dari kulup adalah melindungi kepala penis, yang mana ia juga dilapisi dengan susunan jaringan yang lembut. Lapisan dalam kulup memungkinkan memberi perlindungan pada saat berhubungan seks atau pun ketika tidak sedang melakukannya. Perlindungan yang dimaksud adalah untuk menghindari gesekan antara kepala penis dengan dinding vagina.

Mengapa pria disunat?

Tidak semua pria diwajibkan disunat atau dikhitankan. Namun seperti di Indonesia, khususnya bagi pemeluk agama Islam, sunat telah menjadi tradisi turun temurun. Usia pelaksanaan sunat juga bervariasi. Ada yang sewaktu masih bayi, ada pula ketika ia menjelang usia pubertasnya.

Yang terjadi ketika seorang pria disunat adalah kulup pria dipotong. Pria yang sudah disunat, kepala penisnya akan menonjol dan tidak akan tertutup kulit. Beda dengan yang belum disunat, di mana kulit menutupi kepala penis. Nah, di antara kepala penis dan kulit inilah rentan menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Apalagi jika tidak rajin dibersihkan, kotoran ini akan menumpuk. Kotoran ini bernama smegma.

Smegma bisa menjadi tempat tumbuhnya berbagai mikroorganisme, khususnya yang mikroorganisme yang merugikan. Beberapa bukti medis menunjukkan, wanita yang berhubungan seksual dengan suami yang kebersihan penisnya tak terjaga, rentan mengalami infeksi pada organ reproduksinya.

Dengan hilangnya kulup setelah disunat, ruang antara kepala penis dan kulup hilang. Maka penumpukan kotoran atau smegma juga semakin berkurang.

Sunat dan kesuburan

Dalam peluang mendapatkan keturunan, sebenarnya tidak ada perbedaan antara pria yang disunat dengan pria yang tidak disunat. Sebab yang paling penting agar mendapat momongan adalah kemampuan memproduksi sperma dalam jumlah dan kualitas yang cukup. Tentunya, didukung pula oleh motilitas sperma yang baik.

Belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa sunat atau tidak disunatnya seseorang membuat susah punya momongan. Namun seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebersihan alat kelamin pria tidak kalah penting dengan kebersihan alat kelamin wanita. Jika tidak rajin membersihkannya, infeksi mungkin terjadi pada pria itu sendiri maupun pada istri.

Dalam keadaan tertentu, infeksi tersebut dapat menimbulkan jaringan parut pada tuba falopi. Kalau sudah begini, pertemuan antara sel telur dan sperma sulit terjadi. Pembuahan pun akan semakin mustahil. Ujung-ujungnya, infertilitaslah yang dialami.

Nah, calon ibu dan calon ayah! Kini Anda sudah paham kalau tradisi sunat lebih untuk tujuan kebersihan alat vital bukan? Maka, tidak disunat tidak selalu berarti susah punya momongan. Ingat selalu! Selama Anda atau suami Anda rajin menjaga kebersihan alat vitalnya, khususnya pada bagian kepala penis, infeksi tidak mungkin terjadi. Infertilitas pun ogah menghampiri.

Untuk kesuburan yang lebih maksimal, cobalah FertilAid. Tersedia untuk suami dan istri, suplemen kesuburan ini aman, halal, alami, dan terbukti manjur untuk jutaan pasangan di dunia. Tidak percaya? Klik di sini!

Obat Kesuburan Fertilaid