≡ Menu
Home » Keguguran » Tips Mencegah Keguguran

Tips Mencegah Keguguran

Tips Mencegah KeguguranKeguguguran diartikan sebagai hilangnya kandungan pada saat janin berusia di bawah 20 minggu (jika lebih dari usia 20 minggu maka dikatakan sebagai kelahiran prematur). Satu dari 6 kehamilan berakhir dengan keguguran, dan sebagian besarnya terjadi sebelum minggu ke-16 kehamilan. Sementara 200 wanita mengalami keguguran berulang, bahkan lebih dari 3 kali berturut-turut.

Keguguran merupakan musibah yang menyedihkan, khususnya bagi pasangan suami istri yang sedang mengharapkan keturunan. Namun, secara umum wanita dapat kembali hidup normal pasca keguguran, asalkan terjadi dengan sempurna, keguguran tidak membahayakan. Calon ibu yang pernah mengalami keguguran dapat hamil kembali setelah melewati satu periode menstruasi.

Tanda-tanda terjadinya keguguran.

Dibawah ini beberapa gejala yang dapat diketahui ketika mengalami keguguran:

  1. Terjadi pendarahan dari vagina, baik spontan ataupun didahului dengan noda merah kecokelatan terlebih dahulu. Banyaknya darah yang keluar bervariasi mulai dari beberapa tetes saja sampai seperti menstruasi.
  2. Keluarnya cairan tanpa pendarahan atau rasa sakit, kemungkinan karena membran kandungan yang lepas.
  3. Keluarnya benda padat dari vagina.
  4. Sakit kram di perut bagian bawah.

Selain itu, keguguran dapat terjadi tanpa menimbulkan pendarahan atau rasa sakit. Janin di dalam rahim tiba-tiba menghilang dan tanda-tanda kehamilan berhenti. Berbeda dengan kepercayaan sebagian orang yang menganggap janin telah “dimakan jin”, hal tersebut sama sekali bukanlah persitiwa mistis. Kemungkinan besar disebabkan karena embrio sudah meninggal namun masih melekat pada rahim sehingga dibutuhkan operasi / kurtase untuk mengeluarkannya.

Penyebab Terjadinya keguguran

  • Kelainan dan infeksi kandungan. Embrio janin perlu tempat yang sesuai agar dapat berkembang. Kelainan bentuk atau infeksi pada kandungan dapat menyebabkan keguguran karena embrio gagal melekat.
  • Imunitas. Sel darah ibu dapat membentuk antibodi yang mencegah perkembangan plasenta secara normal.
  • Kelainan gen/kromosom. Sekitar 60-70% keguguran terjadi karena kromosom sperma tidak sesuai dengan kromosom telur sehingga janin tidak berkembang atau berkembang tidak normal. Keguguran adalah cara tubuh untuk mengakhiri kehamilan yang tidak sempurna tersebut.
  • Penggumpalan darah (blood clotting). Beberapa wanita hamil mengalami kelainan trombosis (penggumpalan darah) yang menghalangi pembentukan pembuluh darah plasenta.
  • Pembukaan leher rahim. Pada usia kehamilan yang lebih lanjut, pembukaan leher rahim yang terlalu cepat (sebelum masa persalinan) dapat menyebabkan keguguran.
  • Penyebab lainnya. Kelainan hormon, diabetes yang tidak terkontrol, kebiasaan merokok, minuman beralkohol dan berbagai parasit juga dapat menyebabkan keguguran.

Tips Mencegah Keguguran

Tips Mencegah KeguguranSeperti yang telah disampaikan, keguguran umumnya terjadi tanpa dapat dikontrol. Kekuatan rahim ibu cukup kuat untuk menahan goncangan sehingga keguguran karena trauma (benturan) jarang terjadi. Juga tidak ada bukti yang menunjukkan pengaruh stress dan aktivitas seksual terhadap keguguran.

Jika terdapat ancaman keguguran seperti pendarahan di awal-awal kehamilan, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup dalam beberapa hari, mengurangi aktivitas seperti olah raga, dan menghentikan hubungan seks dalam beberapa minggu. Pada 50% kasus keguguran, ancaman keguguran dapat diatasi sehingga tidak berlanjut.

Jika ancaman keguguran disebabkan oleh pembukaan dini leher rahim, dokter mungkin akan melakukan penjahitan untuk merapatkan kembali sampai saatnya melahirkan. Tindakan medis dan pengobatan juga diperlukan bila terdapat kelainan bentuk rahim dan leher rahim.

testimoni fertilaid

1 comment… add one

  • Aqu Iyand December 29, 2012, 6:56 am

    saudara perempuan saya hamil 2bulan tpi mengalami keguguran… setelah keguguran sebulan lebih dia mengalami ada tanda2 hamil.. tpi sebulan lebih lagi… dia mengalami menstruasi…. apakah itu bisa berpengaruh terjadinya kandungan lemah?

Leave a Comment